HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
SEBUAH SYARAT.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


Baik buruk perilaku manusia tergantung hati dan siapa yang menilai. Cukup sabarkan hati dan yakin dibalik setiap peristiwa pasti ada pelajaran yang bisa kita petik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Jangan sampai menggantungkan hidup pada penilaian orang, sebab hanya diri kita sendiri yang tahu apa niat dan tujuan hidup kita. Pastikan semua niat dan tujuan baik, sehingga kita bisa berfokus pada kebaikan yang kita perjuangkan.


Serahkan niat kita hanya tertuju pada Allah Ta'ala, InsyaAllaah kita bisa dan pasti ada jalan keluarnya. So tetap semangat tuk senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat baik. Jangan biarkan penilaian orang lain mengganggu niat dan ibadah kita. Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada Alloh Ta'ala, dan terus istiqomah.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Pertarungan langsung terhenti, tatkala seorang mereka melihat seorang pria berjaket hitam telah menodongkan senjata api kepada seorang wanita paruh baya. Melihat hal itu Siddiq terlihat begitu geram. Dan seakan ia ingin menyerang laki-laki tersebut. Namun, ia tak mungkin melakukan itu, sebab bisa jadi pria itu nekat dan malah akan melakukan hal yang tidak diinginkannya. Untuk itu ia akhirnya memilih menahan dirinya, sambil matanya menatap tajam pada pria tersebut.


"Heh! Gitu dong! Kalau beginikan jadinya tenang!" ujar pria berjaket hitam tersebut, sambil ia menyunggingkan senyuman seringainya. "Setahu gue ini tempat sucikan? Tapi kenapa cara menyambut tamunya seperti ini ya? Padahal kami datang bermaksud baik loh," lanjutnya lagi, sambil ia menyerahkan wanita yang ia pegang pada salah satu anak buahnya.


"Apa? Bermaksud baik? Eh tuan?! Setahu saya juga, kalau orang yang datang dengan cara baik tidak mungkin Dia membawa pasukannya. Dan tidak mungkin juga dengan caranya menodongkan senjata seperti kalian! Dan kami tidak mungkin juga tidak menyambut dengan cara seperti ini! Jadi jangan salahkan kami, karena tidak menyambut kalian dengan cara yang tidak sopan ini. Tapi salahkanlah kalian sendiri yang tidak mempunyai sopan santun saat bertemu ketempat orang lain!" balas Ustadz Ilham yang kebetulan ia sedang berdiri diantara Kyai Ibrahim dan juga Siddiq.

__ADS_1


"Cih! Jadi kalian menyalahkan kami hah?! Heh.. Sopan santun? Apa itu sopan santun? Kami tidak peduli itu! Gue datang hanya untuk menjemput Adiknya Arsyad! Jadi cepat serahkan wanita itu pada kami! Atau wanita ini yang menanggung akibatnya!" seru Pria itu, yang wajahnya terlihat begitu dingin.


Mendengar nama sahabatnya disebut oleh pria itu. Dengan spontan rahang Siddiq langsung mengeras. Apalagi saat ia mengetahui kalau pria itu sedang mengincar istrinya, membuat ia langsung mengepalkan tangannya, seakan ia ingin segera menghantam pria tersebut. Karena ia juga sudah bisa menebak, kalau mereka jugalah yang telah membunuh kedua orang tua sahabatnya yang telah menjadi mertuanya.


"Tenangkan diri kamu Siddiq! Jangan terbawa nafsu syetan!" bisik Ibrahim, tanpa melirik ke arah Siddiq. Namun ia mengetahui kalau muridnya itu sudah tersulut emosi.


"Tapi Kyai.." balas Siddiq yang sepertinya ia bermaksud ingin mengatakan sesuatu. Namun perkatanya langsung di hentikan oleh Ibrahim.


"Sssth.. serahkan semuanya pada Allah! Karena Dialah sang pemilik rencana!" bisik Ibrahim lagi, membuat Siddiq akhirnya tak mampu berbuat apa-apa lagi.


"Heiii..!! Apa yang kalian bisikan, hah?! Apakah kalian tuli hah?! Cepat serahkan wanita itu! Dan jangan berdalih, karena gue tahu kalau wanita itu ada disini! Jadi cepat serahkan wanita itu, atau.." teriak Pria jaket hitam itu dengan lantangnya.


"Cih! Mau membantu gue? Apakah Anda bisa mengganti kerugian saya yang disebabkan oleh murid Anda hah?!" balas Pria itu, dengan yang terlihat sangat meremehkan Ibrahim.


"Maaf Tuan, kalau boleh saya tahu berapa kerugian yang disebabkan oleh murid saya?" tanya Ibarahim, dengan wajah masih terlihat tenang.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Ibrahim, pria itu langsung tersenyum sinis, "Heh.. Yakin Anda ingin tahu pak tua?" tanyanya dengan wajah terlihat mengejek.


"Iya saya ingin mengetahuinya," balas Ibrahim dengan santai.


"Oke kalau begitu, saya akan beritahu Anda, kalau murid Anda sudah merugikan saya hampir seratus miliar! Bahkan bisa lebih lagi!" jawab Pria itu, yang berpikir pasti Ibrahim akan kaget mendengarnya. Namun perkiraannya malah salah, karena wajah Ibarahim malah masih terlihat tenang-tenang saja.


"Subhanallah, ternyata hanya segitu saja ya kerugian Anda?" kata Ibrahim dengan santainya, membuat pria itu malah terlihat amat kesal.


"Heh! Segitu saja kata Anda? Ooh.. apa itu artinya Anda sanggup mengganti rugi yang disebabkan murid Anda, hah?!" kata Pria itu terlihat amat kesal.


Ibarahim pun tersenyum lembut, saat mendengar pertanyaannya pria tersebut, "In shaa Allah saya sanggup Tuan!" balas Ibrahim, membuat Pria itu, langsung tersenyum penuh kemenangan.


"Benarkah Anda sanggup membayar kerugian itu pak Tua?" tanya pria itu lagi, untuk memastikan perkataan Ibrahim.


"Iya saya sanggup, tapi dengan sebuah Syarat. Anda juga harus mengembalikan nyawa kedua orang tuanya Arsyad! Apakah Anda sanggup Tuan?"

__ADS_1


...••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱•••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Syukron 🙏


__ADS_2