HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
DUA SYARAT.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Di atas segala yang kita usahakan ada takdir Allah yang menjadi ketentuan-Nya. Bahwa dalam hidup, tak semua yang kita inginkan akan terwujud, meskipun kita merasa telah maksimal dalam berusaha dan berdoa.


Karena bisa jadi, Allah telah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang sudah kita pinta dan usahakan. Namun, Allah mempunyai cara lain untuk memberikannya kepada kita. Entah itu ditambah dengan ujian waktu, sakit, kegagalan atau yang lainnya. Maka teruslah berusaha dan tetap yakin pada-Nya.


Ibnul Jauzi رحمه الله berkata,


“Rencana Allah padamu lebih baik dari rencanamu. Terkadang Allah menghalangi rencanamu untuk menguji kesabaranmu, Maka perlihatkanlah kepada-Nya kesabaran yang indah. Tak lama kamu akan melihat sesuatu yang menggembirakanmu.” [Shaidul Khathir 1/205]


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Keesokan harinya.


Hidayah tersentak ketika ia menyadari saat dirinya sedang duduk di lantai dengan kepala berada di tempat tidurnya Linda. Dan seketika ia pun langsung teringat pada sahabatnya itu.


"Aah.. ternyata Ana ketiduran. Eh, apakah Ty Linda sudah sadar?!" Gumam Hidayah, seraya ia menegakkan kepalanya. Dan ternyata temannya itu terlihat masih memejamkan matanya.


"Aah.. apakah dia masih belum sadar?" Gumamnya lagi, sambil mengelus pipinya Linda yang masih tampak biru. Membuat Hidayah semakin merasa bersalah padanya. "Maaf.. maaf.. Karena Ana, Anti jadi menderita begini. Dan berjanji, setelah ini Anti tidak akan mendapatkan hal seperti ini lagi," ucap Hidayah terdengar lirih. Sambil terus menatap wajahnya Linda, yang matanya masih terpejamkan. Untuk sesaat ia masih menatap wajah Linda, hingga akhirnya ia teringat akan sesuatu.


"Oh iya selama di sekap disini, tidak ingat waktu dan Ana tidak tahu ini siang atau malam. Karena sepertinya kami berada di bawah tanah. Makanya tidak ada cahaya dari luar sedikit pun. Ya Allah Ampuni hamba, karena keadaan hamba, dan juga tidak waktu, hamba jadi lalai akan perintah-Mu," ucap Hidayah lirih, sambil matanya kembali melihat sekeliling ruangan tersebut. Dan ternyata disana ada sebuah pintu lain yang berada di sudut ruangan.

__ADS_1


"Eh, Pintu apa itu? Apa sebaiknya aku cek saja ya?" Gumam Hidayah, lalu ia pun bangkit dari duduknya, dan kemudian ia pun berjalan menghampiri pintu tersebut. Setibanya di pintu itu, dengan perlahan ia menekan handle pintu pintu tersebut. Yang ternyata pintu itu tak terkunci. Lalu ia membuka dengan lebar.


"Alhamdulillah.. ternyata kamar mandi, sebaiknya aku membersihkan diri. Agar Ana bisa melaksanakan kewajiban Ana," gumam Hidayah, lalu ia pun masuk ke kamar mandi tersebut. Dan tak berapa lama, ia kembali keluar dengan wajah yang terlihat sudah membasah. Lalu ia pun kembali mendekati tempat tidurnya Linda, dan kemudian ia mengambil sebuah kardus yang terdapat di ruang tersebut dan langsung membukanya.


"Aah.. ternyata ini hanya kardus kosong. Seperti ini juga bisa untuk dijadikan alas untuk Ana sholat," gumamnya lagi, sambil ia membuka kardus itu, dan merobek bagian pinggirnya, Sehingga kardus itu menjadi panjang dan lebar. Lalu ia gelar kardus itu di samping ranjangnya Linda.


"Bismillah, ya Allah walaupun Ana tidak tahu arah kiblat-Mu, semoga Engkau memahami kondisi Ana," gumamnya lagi. Setelah itu ia memulai kewajibannya terhadap Rabbnya. Karena ia merasa banyak waktu sholat yang sudah ia tinggalkan, akhirnya Hidayah mengqodha sholatnya. Sebab ia masih ingat pada ajaran yang sudah ia dapatkan.


Bagi seorang muslim meninggalkan shalat.


Dalam keadaan tidak sengaja, meninggalkan shalat, seperti karena ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya, maka para ulama bersepakat bahwa wajib hukumnya mengqodha sholat yang terlewat. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:


“barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat” (HR. Al Bazzar 13/21, shahih).


Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjelaskan: “orang yang hilang akalnya karena tidur, atau pingsan atau semisalnya, ia wajib mengqadha shalatnya ketika sadar” (Al Mulakhash Al Fiqhi, 1/95, Asy Syamilah).


“barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat” (HR. Muslim no. 684)


Setelah menyelesaikan kewajibannya, Hidayah melanjutkannya dengan berdoa, " Ya Allah, hamba tahu, kalau semua yang telah terjadi kepada diri hamba, adalah kehendak-Mu. Dan semua ujian yang Engkau berikan adalah adalah kasih sayang-Mu. Dan apapun yang terjadi nantinya pada diri hamba adalah bagian dari rencana-Nya. Maka dari itu berikanlah kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian ini ya Allah. Dan hamba mohon juga berikanlah hamba petunjuk-Mu, jalan apa yang harus hamba tempuh. Agar hamba tidak salah melangkah," ucap Hidayah di dalam doa-doanya.


Setelah ia menyelesaikan doanya, Hidayah melanjutkannya dengan melakukan murojaah hafalannya, sambil duduk di samping ranjangnya Linda, berharap sahabatnya itu, dapat mendengarnya. Hidayah melantunkan ayat-ayatnya dengan suara yang mendayu-dayu terdengar begitu indah. Dan disaat ia masih terhanyut dalam murojaahnya. Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan tak berapa lama terdengar suara tepuk tangan berkali-kali.


PROK-PROK-PROK-PROK.

__ADS_1


"Wow.. Anda sangat hebat ya Nona? Disaat seperti ini, Anda masih bisa bernyanyi ya?" kata Seorang Pria yang tadi bertepuk tangan.


Mendengar perkataan tersebut Hidayah pun langsung menghentikan lantunannya. Sembari ia bangkit dari duduknya, "Tuan Richard!" sentaknya dengan tatapan yang langsung berubah menjadi tajam.


"Kenapa Anda begitu terkejut melihat kedatanganku Nona? Atau sebenarnya Anda sudah tidak sabaran ingin segera menjawab tawaranku yang kemarin, iyakan? Kalau begitu sekarang Anda sudah boleh menjawabnya. Karena saya tidak memiliki waktu yang banyak," ujar pria itu yang tak lain adalah Richard.


Hidayah tak langsung menjawab, ia terlihat masih menatap tajam wajah Richard dengan tatapan kebenciannya. Melihat hal Richard pun langsung menyunggingkan senyuman smriknya.


"Heh..! Sepertinya Anda tidak takut sama sekali dengan ancamanku ya Nona? Oh.. apakah itu artinya Anda ingin menyaksikan langsung, bagaimana teman Anda di siksa? Baiklah kalau begitu, Sandi! Lakukan penyiksaan didepan wanita itu!" ujar Richard, seraya ia membalikkan badannya dan bermaksud ingin pergi meninggalkan tempat itu. Namun belum lagi, Sandi membalas titah Bosnya, tiba-tiba Hidayah buka suara.


"Tunggu Tuan! Saya akan menjawabnya sekarang!" Teriak Hidayah. Membuat Richard langsung tersenyum tipis, lalu ia pun kembali membalikkan tubuhnya.


"Oke! Sekarang katakanlah!" balas Richard, seraya ia duduk di kursi yang telah dipersiapkan oleh anak buahnya.


"Saya bersedia menjadi wanita Anda. Tapi dengan dua syarat. Apakah Anda mau mengabulkannya?" kata Hidayah.


"Heh? Apa sekarang Anda sedang bernegosiasi pada saya Nona? Tapi baiklah sekarang katakan apa syaratnya?" balas Richard.


"Syarat pertama, tolong bebaskan teman saya! Serta berikan pengobatan padanya. Apakah Anda bersedia Tuan?"


"Baiklah, sesuai keinginanmu, aku akan bebaskannya. Lalu apa syarat keduanya?" balas Richard terlihat santai.


"Syarat kedua, Nikahi saya!"

__ADS_1


...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron


__ADS_2