
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Kekufuran, kejahatan, dan maksiat di dunia terasa ramai, penuh kawan, bahkan beperlindungan. Tapi di akhirat; ia kesendirian bersesalan. Adapun iman, taat, dan kebajikan; walau terasa sunyi dan sendiri; ia ikatan yang meriah dan indah. Tersambung kita melintasi tempat dan zaman
Sungguh kebersamaan dalam taqwa tidaklah mudah untuk hawa nafsu kita yang cenderung pada suka-suka, enak-enak, lalai, dan menunda taatnya. Kemesraan ukhrawi di dunia jadi berat sebab penuh nasehat; kawan taqwa takkan segan meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
"Hei!! Tuan Mafia?! Yang Anda cari ada di sini! Keluar Anda dari Sana!!"
Mendengar suara tersebut, Richard kembali menyunggingkan senyuman smriknya, "Aah. Akhirnya Dia muncul juga!!" Gumam Richard. Lalu ia pun Henda secepatnya keluar dari gua tersebut. Namun sebelumnya, "Bawa wanita itu keluar juga!" Katanya lagi, pada para anak buahnya.
"Baik Bos!" Balas para anak buahnya Richard, lalu mereka pun menyergap Linda. Setelah mereka Linda pun dibawa juga sambil menodongkan pistol di punggungnya.
Sedangkan Richard terlihat mempercepat langkahnya. Karena sepertinya ia sudah tidak sabaran ingin segera melihat sosok wanita yang selama ini ia cari. Makanya setelah ia berada diluar, matanya langsung liar mencari-cari sosok sang pemilik suara tadi.
"Dimana Dia?!" Tanyanya dengan mata yang terlihat liar.
__ADS_1
"Saya disini Tuan!"
Mendengar suara wanita itu lagi, dengan spontan Richard langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya, seorang wanita bercadar yang terlihat sedang menghunuskan sebuah pedang ke leher Alexander. Dengan posisi wanita itu dibelakangnya Alexande sedang berlutut, dengan tubuh yang terlihat sedang gemetaran.
"Wow.. ternyata benar ya dijaman sekarang masih ada Ninja ya? Keren-keren, Anda benar-benar luar biasa ya?" Ujar Richard sambil tersenyum sinis pada wanita tersebut.
"Saya tidak suka berbasa-basi Tuan! Untuk itu cepat serahkan teman saya! Atau leher laki-laki akan putus oleh pedang saya!" Balas wanita bercadar itu dengan tatapan yang terlihat begitu tajam.
"Oh iya? Kalau begitu sama dong! Sama-sama tidak suka berbasa-basi juga! Jadi silahkan saja, kalau Anda ingin menebas leher dia! Karena dia sudah tidak penting lagi bagi gue!" Ujar Richard, terlihat begitu santai. Bahkan ia menyempatkan diri untuk melipat kedua tangannya ke bawah dadanya.
Mendengar kata-kata Richard, Alexander begitu terkejut. Ia tak menyangka kalau Richard bukannya menolong dirinya. Ia malah menyuruh wanita bercadar itu untuk membunuhnya, "B-bos! Apa yang anda katakan? Kenapa Anda tidak menyelamatkan saya Bos!" Teriak Alexander dengan suara yang terdengar bergetar.
"Cih! Emangnya gue bodoh apa nolongin Lo, hah? Asal Lo tau aja ya, nolongin Lo sama saja menambah kerugian gue! Jadi Lo pantas mati!" Balas Richard sambil menatap dingin pada Alexander, "Silahkan Nona! Silahkan kalau Anda ingin memotong lehernya!" Lanjutnya, pada si wanita bercadar itu.
Mendengar perkataan Alexander, Richard langsung tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha.. tebakan Lo sangat benar! Jadi gue tidak perlu bersusah payah, mengeluarkan uang lagi untuk si penipu kayak Lo! Apakah Lo sudah lupa hah?! Dengan apa yang kau laku dulu?! Jadi Lo jangan banyak omong lagi, dan terima saja kematian Lo!" Balas Richard, seraya ia mengambil sesuatu dari saku jasnya, lalu..
DOOR..DOOR..DOOR...!!
Dua peluru melesat cepat dan langsung menembus ke dadanya Alexander. Sedangkan satu pelurunya lagi, menyerempet mengenai pahanya si wanita bercadar tersebut. Membuat wanita itu langsung berlutut. Sedangkan Alexander langsung tersungkur ke tanah dan tak bergerak lagi.
__ADS_1
Linda yang melihat temannya tertembak, membuat ia langsung menjerit, "Kyaaaak.. HIDAYAAAH!!" Teriaknya, dan bermaksud ingin melepaskan diri dari jeratan para anak buahnya Richard.
Mendengar Linda menyebutkan nama Hidayah, spontan Richard kembali tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha...hahaha... akhirnya kita bertemu juga, ya Nona? Adiknya Arsyad!" ujar Richard, seraya ia berjalan mendekati wanita bercadar itu, yang ternyata ia adalah Hidayah.
Melihat Richard mulai mendekatinya, Hidayah pun segera bangkit. Padahal darah dipahanya terlihat mengalir deras. Namun ia tak memperdulikan hal itu. Justru ia malah memasang kuda-kudanya, sambil menggenggam pedangnya begitu erat. Seakan ia sudah siap untuk menyerang.
"Hei Tuan Mafia, saya katakan! Jangan menjadi pria pengecut, yang hanya bersembunyi di balik punggung anak Buah Anda! Kalau berani, ayo lawan saya!!" ujar Hidayah, sambil menatap tajam dan dipenuh dendam pada Richard.
Richard langsung tersenyum smrik, setelah mendengar perkataan Hidayah, "Oh'hoo.. Anda ingin saya melawan Anda, hah? Baiklah, gue akan penuhi keinginan Anda! Sekalian akan gue buktikan, kalau gue, bukanlah pria pengecut seperti yang Anda katakan!" balas Richard, seraya ia melepaskan jasnya, lalu ia campakkan kesembarang tempat. Dan menyisakan baju putihnya saja.
Setelah itu Richard juga menggulung lengan bajunya sampai sebatas sikutnya. Dan kemudian ia pun langsungmemasang kuda-kudanya juga, "Baiklah Nona, saya sudah siap, silakan Anda duluan yang menyerang saya!" lanjut Richard, sambil melambaikan tangannya dengan singkat.
Setelah melihat lawannya sudah siap tanpa berbasa-basi lagi, Hidayah langsung menyerang Richard.
"HIAAAT.. !!"
Hidayah mengayunkan pedangnya kearah Richard dengan begitu lincahnya. Namun dengan gesitnya juga Richard mampu menghindari setiap serangan yang dilontarkan oleh Hidayah. Karena Richard tak memiliki senjata untuk menangkis pedangnya Hidayah. Membuat Richard sedikit kewalahan. Apalagi gerakan Hidayah begitu lincah, membuat ia sedikit kewalahan. Hingga akhirnya..
"AAAAKH..!!"
__ADS_1
...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron