
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*
Setiap orang berhak untuk berubah menjadi lebih baik. Ia juga berhak untuk memperbaiki hidupnya. Dan ia pun juga berhak untuk lebih mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Terlepas dari siapapun ia di masa lalu. Dan seburuk apapun ia pada saat itu. Allah Maha Pemaaf. Bahkan dosa setinggi gunung pun akan Allah ampuni. Bahkan akan Allah sambut dia yang bertaubat dengan penuh kasih sayang-Nya.
Lantas apa hak kita? Mengomentari proses hijrahnya seseorang? Merendahkannya karena perbuatannya di masa lalu?
Berhentilah mengomentari perjuangan hijrah seseorang. Karena kamu tidak pernah tau Seberapa keras ia berjuang, Seberapa banyak ia berkorban, Seberapa banyak ia kehilangan, Dan seberapa banyak air mata yg ia keluarkan, Untuk sampai pada titik ini. Jadi, jangan pernah merasa lebih baik dari siapapun. Dan jika ada seseorang yang memutuskan untuk hijrah, Dukung dia, dan do'akan dia semoga istiqomah.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
"I'm yours" mendengar perkataan tersebut. Richard langsung menggendong tubuh Hidayah tanpa memberi aba-aba kepadanya. Sehingga otomatis Hidayah langsung terpekik dan langsung melingkarkan tangannya dengan sempurna ke lehernya Richard. Melihat hal itu Richard semakin bersemangat. Dan langsung membawanya memasuki Mansionnya.
"Kyaak! Mas turunkan Ana Mas! Ana malu tau!" Teriak Hidayah, sambil ia menyembunyikan wajahnya kedadanya Richard. Karena ia tadi belum sempat menutup wajahnya. Sebab Richard sudah langsung menggendongnya.
Teriakan Hidayah tak dihiraukan oleh Richard. Ia malah terus membawa Hidayah menuju kelantai atas dengan langkah yang terlihat begitu terburu-buru sekali. Hingga akhirnya mereka sampailah dikamar utama. Dan Richard pun langsung membuka pintu kamar tersebut. Dan langsung membawa Hidayah ke sebuah tempat tidur yang tampak besar dengan berseprai berwarna putih. Lalu ia pun langsung meletakkan Hidayah diatasnya. Untuk sesaat ia pandangi wajah cantiknya Hidayah dengan begitu lekat.
"Aku ingin bertanya padamu sekali lagi. Apakah sekarang kamu ingin aku berhenti?" Tanya Richard, dengan wajah yang terlihat begitu dekat dengan wajahnya Hidayah. Membuat Hidayah terlihat sedikit terkejut karena jarak mereka memang sangalah dekat.
"Eh! A-apa maksudnya Mas?" Tanya Hidayah terlihat gugup.
"Saat ini Aku ingin menyentuh kamu. Tapi kalau kamu belum siap, maka aku akan berhenti! Jadi sekarang katakanlah, sebelum aku memulainya. Karena kalau sudah berjalan, maka akan sulit bagiku untuk menghentikannya," balas Richard, dengan tatapan mata yang terlihat sudah ingin menerkam mangsanya.
__ADS_1
"Ah.. hmm.. A-ana tidak akan menghentikannya Mas. Tapi asalkan Mas, mau berwudhu dulu. Karena akan lebih nikmat kalau kita melakukannya dalam keadaan suci," balas Hidayah, sambil menyunggingkan senyuman manisnya pada suaminya.
Richard pun mengerenyitkan dahinya, "Berwudhu? Apa itu?" Tanyanya, tampak ia tak mengerti apa yang dikatakan oleh Hidayah.
"Mas ingin tahu? Kalau begitu turunlah dulu Mas," balas Hidayah, yang memang saat ini posisi Richard, sedang berada di atas tubuhnya Hidayah.
Karena rasa penasaran lebih besar akhirnya, Richard pun turun dan langsung duduk di tepi ranjangnya. Begitu juga dengan Hidayah, yang akhirnya ia ikut bangkit juga. Lalu ia pun langsung duduk di sampingnya Richard.
"Mas, didalam agama Ana melakukan hubungan Suami, Istri, itu termasuk ibadah. Dan hukumnya adalah Sunnah. Makanya alangkah baiknya bila kita mau melakukan ibadah, diawali dengan bersuci dulu. Agar apa yang kita lakukan menjadi pahala untuk kita Mas. Dan apabila kelak kita dikaruniai anak, maka anak kita akan menjadi anak yang Sholeh," jelas Hidayah dengan penuturan yang terdengar lembut. Agar suaminya dapat memahami ilmu yang ia berikan walaupun sedikit.
Richard kembali mengerenyitkan dahinya, tatkala ia mendengar kata Anak. "Anak?" Ucapnya mengulangi perkataannya Hidayah.
"Iya, Anak. Mas maukan punya Anak?" Tanya Hidayah masih terdengar lembut.
"Ya maulah Mas, sudah seharusnya jugakan, kalau pasangan suami-istri itu memiliki anak? Dan itu jugakan perintah Allah Mas, seperti yang dikatakan dalam firman-Nya di surat An-nisa ayat satu.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [QS. An-Nisa: 1]
"Bahkan Rasulullah ﷺ juga sangat bangga bagi umat yang memiliki banyak anak loh Mas. Dan hal itu juga di jelaskan disalah satu haditsnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
__ADS_1
“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik]
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak.” (HR. Abu Dawud).
"Jadi tidak ada alasan lagikan, bagi Ana tidak mau memiliki anak dari mu Mas. Apalagi kamu yang ditakdirkan Allah untuk menjadi suami Ana. Jadi Ana harus menerimanya dengan hati yang ikhlas," lanjut Hidayah, membuat hati Richard kembali menghangat dan ia pun langsung memeluk tubuh istrinya, tanpa berkata apapun dan kemudian ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Hidayah.
"Ya sudah sekarang kita Berwudhu dulu yuk Mas?" Ajak Hidayah, sambil ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun menarik tangan suaminya dan Richard pun mengikuti keinginan istrinya.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Hidayah pun mengajarkan cara berwudhu pada Suaminya. Setelah selesai berwudhu keduanya pun kembali lagi ke kamar mereka. Setibanya ditempat tidur, hidayah kembali mengajarkan tata cara berjima' menurut syariat. Dari ritual salam sampai doa bersetubuh.
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Setelah selesai membaca doa, Richard pun mendekati wajahnya ke wajah istrinya, seraya mengucapkan salamnya.
"Assalamu'alaikum istriku?" Ucapnya terdengar lirih. Dan langsung disambut dengan senyuman manisnya Hidayah dan juga rasa haru. Sebab seorang Richard mau mengikuti apa yang ia meminta. Apalagi saat mendengar kata istriku. Membuat air matanya mengalir begitu saja. Membuat Richard langsung tersentak saat melihat air matanya.
"Eh! Mengapa kamu menangis? Apakah kamu mulai menyesal?" Tanya Richard terlihat penasaran.
"Wa'alaikumus salam Mas. Tidak, ana tidak menyesal. Justru ini air mata kebahagiaan," balas Hidayah, yang kemudian ia langsung memeluk tubuh Richard dengan erat.
__ADS_1
"Eh! Air mata kebahagiaan?"