HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
SAYA AKAN MENIKAHI KAMU.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Kita sering merasakan kekhawatiran di dalam hati kita tentang penerimaan orang lain atas diri kita. Takut ditinggalkan dan tidak diterima dengan baik atas kekurangan yang kita miliki. Padahal, sesuatu yang tidak mungkin untuk bisa memenuhi harapan seluruh manusia yang kita kenal dan temui.


Maka berbesar hatilah untuk menerima bahwa diri kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena kita hanyalah manusia biasa. Yang akan diterima dengan baik oleh orang yang menyayangi kita meski mereka tahu kekurangan kita dan akan ditolak oleh orang yang membenci meski mereka mengetahui seluruh kebaikan yang kita punya.


Hidup ini cukup memahami, yang tidak pernah menolak kita cuma Allah. Yang pasti menerima kita walau dosa dan keburukan seluruh diri kita telah sangat jelas diketahui-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Mendengar suara lantunan dari Hidayah. Tiba-tiba Richard merasakan nyeri pada hatinya. Apalagi ketika mendengar Hidayah berdoa. Karena ternyata setelah selesai mengaji, Hidayah langsung berdoa dengan khusyuknya. Bahkan sampai menitikkan air mata. Sehingga terdengar oleh Richard, isakannya. Hal itu membuat hati dan jantungnya semakin tidak menentu.


"Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusanMu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil hiks..hiks.. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan, kegelisahan, kesedihanku dan aku juga berlindung kepada-Mu dari kelemahku, ketidak mampuanku dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakutku, hiks.. hiks.." Ucap Hidayah didalam doanya, dengan disertai juga dengan isakannya. Bak seorang anak yang sedang mengadu pada ibunya, Hidayah pun mencurahkan semua isi hatinya kepada Rabb nya.


"Wahai Rabb dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan hiks.. hiks. Ooh ya Rabb hamba tau takdirku telah terencana olehMu, jauh sebelum alam ini tercipta. Dan hamba juga tahu, segala ujian yang Engkau limpahkan padaku, adalah bentuk kasih sayangMu. Namun sepertinya hamba tak mampu lagi, memikul beban ini ya Rabb. Karna ujian ini terlalu berat dan hanya menambah dosa untuk diri hamba.. hiks..hiks..maka itu hamba mohon padaMu. Tolonglah ambil nyawaku, agar tubuh ini tidak menambah dosa lagi, hiks.. hiks.. hamba moh.."


Hidayah masih terus memohon kepada Rabbnya. Namun tak berapa lama setelah ia menyebut ambil nyawaku, tiba-tiba terdengar suara hentakan pintu kamarnya.

__ADS_1


GUBRAAKK!! Seketika ia langsung menghentikan doanya. Dan seketika itu juga ia langsung mengalihkan pandangannya kesumber suara keras tersebut.


"Tuah Richard!!" Sentaknya, terlihat sekali ia begitu kaget, dan wajahnya juga langsung berubah pias. Tatkala ia melihat Richard mulai datang menghampirinya dengan wajah yang terlihat begitu dingin, saat melihat dirinya.


"Apa sebegitu inginnya kamu mati, hah? Sampai-sampai kau memohon-mohon begitu pada Tuhan mu? Apa kau benar-benar sudah tidak ingin hidup lagi hah?!" Tanya Richard dengan penuh emosi.


"Iya! Itu memang keinginan Saya! Karena itu lebih baik! Dari pada tubuh ini terus tersentuh dengan hal yang haram! Maka lebih baik saya ma..." Balas Hidayah sambil menantang tatapan matanya Richard yang masih menatap dirinya dengan tatapan yang begitu dingin.


Namun perkataannya langsung terhenti, sebab tangan Richard, sudah mencengkeram kedua pipinya dengan satu tangannya saja. "Apa kamu pikir akan semudah itu kau mati, hah? Asal kamu tahu, nyawa kamu sekarang milikku! Jadi hanya aku yang bisa menentukan, kapan kau mati! Jadi jangan pernah lagi kau berpikiran untuk mati! Paham?!" Katanya dengan tatapan terlihat begitu tajam.


"Aaah.. singkirkan tangan harammu!" Teriak Hidayah, sambil mendorong tubuh Richard. Setelah tubuh Richard terdorong mundur, ia pun langsung mencakar pipinya, yang baru saja tersentuh oleh tangan Richard.


Richard yang melihat itu langsung terkejut. Dan ia pun langsung menahan kedua tangannya Hidayah, "Apa yang kau lakukan hah? Kau ingin menghancurkan wajahmu, hah?!" Bentak Richard, terlihat amat kesal melihat Hidayah, yang tidak memiliki rasa sayang sedikit pun pada wajah cantiknya itu.


"Hah? Lalu apakah setelah saya lepaskan tanganmu ini, kau juga akan melakukan hal yang sama, hah?!" Bentak Richard lagi, ia sudah benar-benar sangat emosional melihat kelakuannya Hidayah.


"Itu benar sekali! Karena itu cepat lepaskan tanganku, Tuan! Karena aku juga harus menghukum tanganku!" Teriak Hidayah, sambil ia meronta-ronta, agar ia bisa terlepas dari jeratan tangannya Richard. Namun tetap saja tenaganya tidak mampu melawan kekuatan tangan Richard.


"Cih! Kamu benar-benar sudah gila ya?! Kalau begitu, jangan salahkan aku, kalau aku mengikat tangan kamu!" Kata Richard, yang nada suaranya sudah lebih rendah dari yang tadi. Setelah menyelesaikan perkataannya, ia pun langsung memanggil nama seseorang.

__ADS_1


"Johannes!!" Panggilnya dengan nada kerasnya. Dan tak berapa lama kemudian, datanglah seorang pria paruh baya, dengan memakai seragam butler.


"Permisi Tuan Muda, apakah Anda memanggil saya?" Ujar pria yang dipanggil Johannes itu.


"Benar! Cepat kamu carikan tali untukku!" Balas Richard, masih menahan tangannya Hidayah.


"Baik Tuan muda!" Balas Johannes, lalu ia pun kembali meninggalkan kamarnya Hidayah.


Sementara Hidayah, masih terlihat sedang berusaha untuk melepaskan tangannya, Richard, "Lepaskan! Cepat lepaskan tangan Saya Tuan!" Bentak Hidayah, terlihat begitu geram melihat Richard.


"Aku akan melepaskan tanganmu, asalkan kau mau berjanji, untuk tidak melukai tubuhmu lagi! Gimana, apakah aku mau berjanji, hm?" Tanya Richard, yang kini suara terdengar lembut.


"Itu tidak mungkin! Karena saya lebih takut, akan hukuman dari Tuhan Saya! Jadi lebih baik saya, yang lebih dahulu menghukumnya! Untuk itu cepat lepaskan tangan Saya!" Balas Hidayah, tanpa takut sedikitpun, pada Richard.


"Hmm.. bagaimana, kalau aku bersedia menikahimu. Apakah kau akan berhenti menghukum tubuhmu, hm? Ujar Richard. Membuat Hidayah berhenti memberontak.


"Kalau memang hal itu terjadi, maka saya tak berhak menghukum tubuh saya lagi!" Balas Hidayah, walaupun nada suaranya sudah lebih rendah. Namun masih terdengar ketus.


"Baiklah! Kalau begitu saya akan menikahi kamu!"

__ADS_1


...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa juga Vote ya novel ini 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2