
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Baik buruk perilaku manusia tergantung hati dan siapa yang menilai. Cukup sabarkan hati dan yakin dibalik setiap peristiwa pasti ada pelajaran yang bisa kita petik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.
Pastikan semua niat dan tujuan baik, sehingga kita bisa berfokus pada kebaikan yang kita perjuangkan. Serahkan niat kita hanya tertuju pada Allah Ta'ala, InsyaAllaah kita bisa dan pasti ada jalan keluarnya.
So, tetap semangat, dan angan biarkan penilaian orang lain mengganggu niat dan ibadah kita. Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada Allah Ta'ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
"Benarkah Dia Adiknya Arsyad?" tanya Richard, sambil menatap tajam pada wanita bercadar yang sedang dipegang oleh kedua anak buahnya Alexander, dengan wajah yang terlihat tertunduk lemah. Jelas sekali kalau wanita itu saat ini sedang tidak sadarkan diri.
"Saya tidak tahu! Karena saya tidak pernah melihat wajahnya. Hanya saja mendapatkan ini ditas kecilnya, coba Lo pastikan namanya, benar atau tidak!" balas Alexander, seraya ia menyerahkan sebuah kartu pengenal pada Richard.
Richard pun langsung menyambutnya, dan langsung membacanya, "Hidayah Khairunnisa? Gimana Sandi, apakah benar ini nama Adik Arsyad?" tanya Richard lagi, yang kali ini ditujukan pada asistennya sendiri.
"Benar Bos! Nama adik Arsyad memang, Hidayah Khairunnisa!" balas Sandi, menyakinkan Bosnya itu.
"Bagus! Kalau begitu bawa dia!" kata Richard, seraya ia bangkit dari duduknya. Dan langsung melangkahkan kakinya dengan cepat, meninggalkan ruangan tersebut, tanpa ingin berbasa-basi lagi pada Alexander.
__ADS_1
"Eh! Si Bos, main nyelonong aja ya? Aah, tak apalah, yang pentingkan uang-uang ini sudah ditangan gue! Jadi sebaiknya, gue sekarang langsung berangkat ke Eropa saja. Sebelum seseorang menyadari sesuatu!" gumam Alexander, seraya ia menutup satu persatu tas-tas koper yang berisi uang itu.
Setelah koper-koper terkunci dengan sempurna. Alexander langsung membawa tas-tas koper tersebut, dan meninggalkan ruangan itu juga dengan langkah yang terlihat sedikit tergesa-gesa. Bahkan, ia memilih jalan, yang berlawanan arah dengan Richard. Tampak sekali kalau ia seperti hendak melarikan diri.
...*****...
Sementara itu di sisi lain.
Richard yang lebih dulu keluar dari casino Alexander yang berada di ruang bawah tanah. Kini sudah berada di luar gedung yang tampak lusuh tersebut. Bahkan kini ia sudah duduk didalam mobil mewahnya. Sambil menunggu kedatangan Asistennya yang sepertinya sedang mengatur anak buahnya, yang ditugaskan membawa wanita bercadar tersebut. Dan tak berapa lama Sandi pun masuk juga ke dalam mobilnya Richard.
"Apakah Lo sudah memastikan wajah wanita itu Sandi?" tanya Richard, setelah Sandi duduk di belakang kemudinya.
"Maaf Bos! Saya belum bisa memastikan wajahnya wanita itu. Karena saya belum mendapatkan info seperti apa wajah adiknya Arsyad," balas Sandi berkata apa adanya.
"Baik Bos!" balas Sandi, dan ia pun langsung mengaktifkan earphonenya yang masih terpasang di telinganya. Lalu ia pun langsung menghubungi anak buahnya, untuk menyampaikan perintah dari Bosnya. Dan tak berapa lama sambungan pun terputus.
"Sudah Bos!" ujar Sandi setelah ia memutuskan sambungannya.
"Ya sudah, sekarang kita ke markas!" titah Richard terdengar tegas.
"Baik Bos!" Sandi pun mulai melajukan Mobil mewah miliknya Richard. Dan diikuti juga oleh mobil-mobil yang dikendarai oleh para anak buahnya.
__ADS_1
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, mobil Richard pun mulai memasuki gerbang yang didalamnya terdapat sebuah gedung berlantai tiga. Dan didepan gedung tersebut tampak beberapa orang pria yang terlihat sedang membawa senapan berlaras panjang. Mereka terlihat sedang siaga menjaga keamanan gedung tersebut. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Sandi pun segera turun dan langsung membuka pintu mobil agar Richard dapat segera turun.
"Bawa wanita itu keruang interogasi cepat! Karena aku sudah tak sabar ingin memastikannya!" titah Richard, setelah ia turun dari mobilnya.
"Baik Bos!" balas Sandi, lalu ia pun bergegas menuju ke mobil anak buahnya. Sedangkan Richard, langsung bergegas memasuki gedung tersebut. Dan langsung menuju ke ruangan yang ia maksud.
"Setelah berhasil diruangan tersebut ia pun langsung duduk di sebuah kursi yang di depannya terdapat kursi juga. Dan tak berapa lama ia duduk, masuklah dua orang pria berjas hitam, bersama seorang wanita bercadar yang terlihat masih belum sadarkan diri. Lalu wanita ia pun langsung didudukkan di kursi yang berada di hadapannya Richard dengan jarak satu meter.
"Siram wanita itu, cepat!" titah Richard lagi, dengan tatapan yang terlihat begitu dingin.
"Baik Bos!" balas Salah satu anak buahnya. Lalu pria itu pun mengambil air. Dan langsung menyiramkannya ke wajah wanita bercadar tersebut. Membuat wanita itu langsung tersadar. Dan terlihat jelas dari matanya, kalau ia begitu terkejut, melihat disekitarnya. Terutama saat melihat Richard yang berada di hadapannya.
"Eh! Apa yang terjadi? Di-dimana ini? Da-Dan si-siapa Anda?" tanya Wanita bercadar itu, dengan sorotan mata yang terlihat sedang ketakutan.
"Siapa saya? Heh, sepertinya itu tidak penting! Karena yang terpenting saat ini adalah jawaban Anda Nona! Jadi jawabanlah dengan jujur. Apakah benar nama Anda Hidayah Khairunnisa?" Tanya Richard dengan tatapan dinginnya.
"Hidayah Khairunnisa? Siapa Dia? Maaf Tuan sepertinya Anda salah orang. Karena nama saya sebenarnya adalah Linda Mustika," jawab Wanita itu terdengar tegas, membuat Richard terlihat begitu terkejut.
"Apa!!"
...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...
__ADS_1
Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏