
*•••••••⊰❁❁🦋 Mutiara Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Hidup didunia ini merupakan ujian, dugaan dan masalah yang tidak berpenghujung. Datangnya tanpa diundang, silih-berganti dan unik, berbagai bentuk: kesusahan, kemudahan, kebaikan dan keburukan. Ketahuilah dimana ada suka, disitu ada duka. Dimana ada sedih, akan muncul pula gembira.
Kebahagiaan itu adalah apabila kita mampu membahagiakan orang lain dengan menzahirkan senyum dibibir mereka. Jangan sesekali kita menyakiti dan melukai. Biarlah kita ikhlas hanya karnaNya. Bukan karena manusia harta dan lain-lain lagi, tapi hanya karena Allah. Karna kebahagiaan yang hakiki itu datang dari sekeping hati.
Hati yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap gerak gerik dan tingkah laku. Hati yang senantiasa berdzikir dalam setiap nadi hembusan nafas pinjamanNya.
__Today Muhasabah__
...•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••...
Liechen maupun Sandi tampak begitu terkejut setelah mendengar pengakuan dari Hidayah. Bahkan keduanya langsung saling bertatapan, tampak keduanya jadi kebingungan. Sebab selama ini Richard juga mendesak mereka. Karena ia ingin kasus perceraian dengan istri agar segera selesai. Tapi sapa sangka kalau ternyata istri bosnya itu malah hamil. Hal itu membuat mereka jadi kebingungan.
"Tapi Nyonya, dalam hukum..." Kata Liechen, seperti ingin menjelaskan sesuatu pada Hidayah. Namun dengan cepat Hidayah langsung memotong perkataannya.
"Iya, saya tahu! Kalau didalam hukum negara memperbolehkan seorang suami untuk menceraikan istrinya. Bahkan dalam hukum agama pun memperbolehkannya. Tapi apakah kalian tega, melihat anak saya yang belum lahir ini harus berpisah dengan Ayahnya, hm?" Tanya Hidayah, sambil ia memegang perutnya yang terlihat masih datar.
__ADS_1
"Tentu saja saya tidak tega Nyonya. Hanya saja Tuan Richard selalu saja mendesak kami. Karena beliau ingin menjalani hukumannya tanpa beban. Arti kata lain, beliau ingin Anda dapat menemukan kebahagiaan Anda bersama orang lain. Sebab kemungkinan hukuman beliau akan berjalan sangat lama. Dan bisa jadi beliau akan mendapatkan hukuman seumur hidup," jelas Liechen.
"Masih kemungkinankan? Berati masih ada kemungkinan jugakan dong, hal itu tidak terjadi. Apalagi kedatangan kami kesini juga bermaksud mencabut tuntutan terhadap Bos Anda itu," ujar Arsyad, yang akhirnya ia menceritakan maksud kedatangannya di kantor polisi tersebut.
"Benarkah Tuan? Hmm... Tapi saya rasa itu tidak akan terpengaruh. Sebab kasus yang dihadapi klien saya bukanlah kasus yang sederhana. Jadi saya rasa yang Anda lakukan saat ini hanyalah sia-sia saja," balas Liechen berkata apa adanya.
"Yaah Saya tahu, karena petugas tadi juga sudah menjelaskannya juga. Tapi tidak bisakah dilakukan cara yang lainnya? Bukankah selama ini Bos Anda selalu terhindar dari jeratan hukum? Padahal mungkin kasusnya lebih berat dari inikan? Karena saya tahu gimana sepak terjangnya bos Anda. Tapi beliau dengan mudahnya terbebas dari jeratan hukumkan?" Tanya Arsyad, dengan wajah yang terlihat sedikit sinis.
Yaa... Karena memang sebenarnya Arsyad sangat mengetahui, bagaimana sepak terjangnya Richard, yang terkenal kejam dan dingin terhadap orang yang dia anggap musuh, apalagi pada orang yang menghalangi jalannya didalam dunia bisnis. Maka ia tak segan-segan untuk membunuh orang tersebut. Bahkan banyak yang telah menjadi korbannya yang mati ditangannya. Namun ia tak pernah mendapatkan hukuman sekalipun. Karena Ia selalu lolos dalam jeratan hukum.
Mendengar pertanyaan dari Arsyad, Liechen tersenyum tipis. "Hmm... Ya Anda benar Tuan. Karena memang selama ini sayalah yang telah mengatur semuanya," balasnya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Iya tidak sulit sih, Tuan. Bahkan dalam waktu tiga puluh menit, mungkin saya bisa membebaskan beliau," balas Liechen, terkesan menyombongkan dirinya.
"Bagus! Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat bebaskan Bos Anda itu sekarang juga," kata Arsyad terlihat antusias. Sebab sepertinya ia merasa masalah akan segera terselesaikan.
"Nah, itu dia yang menjadi permasalahannya Tuan. Karena saat ini klien saya, tidak memperbolehkan saya melakukan itu lagi. Dan beliau juga begitu bersikeras ingin menjalankan hukumannya. Sebab beliau ingin menebus rasa bersalahnya terhadap keluarga istrinya. Karena itu juga beliau ingin membebaskan nyonya, agar Nyonya bisa segera menemukan kebahagiaan Nyonya. Jadi saya harap, Anda dapat mempertimbangkan niat baik klien saya Nyonya," jelas Liechen, yang kali ini tatapannya langsung beralih, ke Hidayah yang sejak tadi ia hanya menyimak pembicaraan antara kakaknya dengan Liechen.
__ADS_1
Hidayah, menghelakan nafasnya dengan paksa. Karena ia merasa dadanya begitu sesak. Sehingga ia merasa kesulitan untuk bernafas. Dan setelah nafasnya mulai terasa ringan, ia pun akhirnya buka suara.
"Maaf Bang, keputusan saya juga sudah bulat. Saya tidak akan mentanda tanganin surat gugatan cerainya Mas Richard. Dan Bismillah saya akan menunggu beliau, sampai kapanpun!" Balasnya terdengar begitu tegas.
"Tapi Nyonya, bagaimana kalau hukuman beliau harus di penjara seumur hidup? Apakah Anda..." Tanya Liechen. Namun belum lagi ia menyelesaikan pertanyaannya. Hidayah sudah langsung menyelanya.
"Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti akan terjadi. Karena semuanya sudah menjadi takdir dari Allah, Bang. Jadi walaupun Mas Richard harus mendekam di penjara seumur hidupnya. Insya Allah Ana akan tetap menunggunya. Bahkan sampai ke akhirat kelak!" Balas Hidayah tanpa berkedip sedikitpun saat menatap wajah Liechen. Tandanya ia berharap perkataannya tak ingin dibantah lagi.
Melihat keteguhan Hidayah, serta mendengar perkataan Hidayah yang begitu tegas dan penuh penekanan tersebut. Membuat Sandi maupun Liechen, tampak tertegun. Mereka tidak menyangka kalau istri bos mereka memiliki hati yang teguh dan juga ikhlas. Dan hal itu juga membuat Liechen kehabisan kata-katanya lagi.
"Aah... ya sudahlah kalau itu memang menjadi keputusan Anda. Saya tak bisa berkata-kata lagi. Dan sebenarnya saya juga senang mendengar perkataan Anda. Karena itu Artinya Anda adalah istri yang setia," ujar Liechen pasrah.
"Baiklah Nyonya kalau begitu sampai di sini saja pertemuan kita. Nanti saya juga akan menyampaikan perkataan Anda tadi pada klien saya. Semoga saja beliau dapat merubah pikirannya setelah mendengarnya," sambung Liechen lagi, Seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun langsung berjabatan tangan dengan Arsyad saja. Karena ia tahu, Hidayah tidak akan menyambut jabatan tangannya.
"Aamiin, terima kasih bang lie," ucap Hidayah sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Sama-sama balas Nyonya, kalau begitu saya permisi," pamit Liechen, sambil membungkukkan tubuhnya sedikit. Setelah itu mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan Hidayah dan juga Arsyad.
__ADS_1
...******...
Jangan lupa berikan dukungannya ya guys 🙏 Dan jangan lupa Vote nya ok 🙏