HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
AMARAHNYA HIDAYAH.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?” Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: “Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruknya kami,” beliau bersabda: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga…” (Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 2603)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Keesokan harinya.


Karena rasa lelah mulai menyerang, membuat Hidayah dan Linda akhirnya ketiduran di kursi mereka masing-masing. Dalam keadaan tangan dan kakinya masih terikat pada kursi yang mereka duduki. Saking kelelahannya membuat mereka sampai tak sadar kalau hari telah pagi.


Bahkan mereka juga tak sadar kalau ada seorang pria dengan lengan yang terlihat sedang memakai Arm Sling (penyangga lengan). Sedang duduk di sebuah kursi yang jaraknya hanya satu meter saja dari mereka. Jelas sekali kalau pria itu sedang memperhatikan mereka yang sedang tertidur. Dan tak berapa lama tiba-tiba Hidayah tersentak. Dan dengan spontan ia pun langsung membuka matanya.


"Richard!" Sentaknya, terdengar lirih. Namun ternyata masih terdengar oleh pria itu yang terakhir adalah Richard.


"Heii.. ternyata kamu mengetahui namaku, ya Nona? Dari mana kamu mengetahuinya Nona?" Tanya Richard dengan gaya muka tengilnya.


"Dari mana saya tahu? Hmm.. kayaknya penting banget dehz untuk dijawab!" Balas Hidayah, sambil memutarkan bola mata malasnya.


"Cih! Sombong sekali kau Nona! Tapi sepertinya Aku tahu. Karena tentu saja Anda mengetahuinya dari Abang kamu, Arsyad, benarkan Nona?" Tanya Richard, sambil ia menyanggahkan lutut kanannya, kelutut kirinya. Membuat ia terlihat lebih santai saat duduk di kursinya.

__ADS_1


"Sekarang katakanlah di mana dia? Karena sudah pasti kamu mengetahui keberadaannya, bukan?" Tanya Richard lagi, yang kini wajahnya berubah terlihat datar.


"Hmm.. maaf, tebak Anda salah! Karena saya tak pernah bertemu dengan Abang saya! Dan walaupun saya mengetahui, keberadaan Abang saya, belum tentu saya akan memberi tahu Anda! Jadi Anda salah menangkap saya, bila untuk mencari informasi tentang Dia!" Balas Hidayah, sambil memberikan tatapan tajam pada Richard. Membuat Richard menjadi gemas saat melihat matanya.


"Ukh.. menggemaskan! Mata Anda benar-benar membikin aku jadi penasaran pada wajah Anda! Apakah wajah Anda juga sama cantik, seperti mata Anda, hm?" Tanya Richard, ia memang terlihat mulai penasaran pada wajahnya Hidayah.


"Cih! Itu pertanyaan yang tidak penting untuk dijawab! Sekarang sebaiknya Anda melepaskan kami! Sebelum teman-teman suami saya, datang kesini!" Gertak Hidayah, agar Richard mau lepaskan dirinya dan juga temannya.


"Aah.. ternyata kamu sudah punya suami?" Tanya Richard dengan wajah sedikit kecewa.


"Benar! Tapi Anda, sudah merenggut nyawanya!" Balas Hidayah, dengan mata terlihat geram saat melihat Richard.


"Hei Tuan! Apakah Anda lupa, kalau Anda dan Anak buah Anda telah menyerang Bukit maung, hah?! Dan berapa orang yang sudah Anda bunuh di bukit Maung itu dan asal Anda tahu, salah satu dari mereka adalah suamiku! Apakah sekarang Anda ingat itu, hah?!"


Hidayah tampak begitu emosional, saat membeberkan peristiwa yang terjadi di bukit maung. Sebab ia jadi teringat akan kepergian suaminya, yang begitu menyakitkan baginya. Karena pada hari juga itu juga, ia baru diterima oleh suaminya. Makanya ia begitu sedih karena ia ditinggal saat lagi sayang-sayangnya.


Mendengar perkataan Hidayah, akhirnya Richard pun teringat pada kejadian itu. Namun bukannya merasa bersalah, ia malah tertawa terbahak-bahak


"Hoo.. jadi Anda istri, pria bodoh itu? Hahahaha.. hahaha.. sebenarnya itu salah dia sendiri! Karena dia menghalangi Aku untuk menemuimu Nona! Padahal kalau saja waktu itu dia langsung menyerahkan Anda Mungkin dia tidak akan mati!" Ungkap Richard, kembali memasang wajah datarnya.


Mendengar ungkapan dari Richard Hidayah tampak terkejut. Karena pada akhirnya ia tahu kalau kematian suaminya karena ingin melindungi dirinya. Dan hal itu membuat ia semakin sedih. Sehingga timbullah kebencian yang amat sangat terhadap Richard. Hingga membuat amarahnya semakin meluap-luap.

__ADS_1


"Dasar manusia laknat kau! Lihatlah nanti Aku akan menghancurkan Mu! Bahkan kau mati..." Teriak Hidayah, tampak begitu geram. Membuat Linda yang melihatnya begitu terkejut, saat melihat Amarahnya Hidayah.


"Astaghfirullah Ukhty! Kendalikan diri anti jangan terbawa emosi. Ingatlah, amarah adalah bagian sifatbya Syetan. Maka berta’awudz ukhty!" Potong Linda. Membuat Hidayah langsung menghentikan kata-katanya, dan ia hanya diam saja. Seakan tidak menanggapi perkataannya Linda.


"Ukhty ta’awudz, itu meminta perlindungan pada Allah dari godaan setankan? Anti ingatkan, yang di bilang kyai Ibrahim, bahwa marah bisa dari setan. Maka kita mengamalkan firman Allah dari surah Al-araf yang bunyinya.


Allah Ta'ala berfirman:


“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)


"Itu juga yang dikatakan di salah satu hadits, yang bunyinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.


“Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)


"Maka dari itu, berta'awudzlah Ukhty, agar redam amarah Anti," pinta Linda, setelah mengingatkan Hidayah.


"Astaghfirullahal 'Adzim.. A’udzubillahi minas-syaitani" ucap Hidayah lirih.


...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron

__ADS_1


__ADS_2