HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
NASEHAT PAK TUA.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋 Mutiara Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


Sahabat,


Kita harus senantiasa berpikir positif dalam segala hal. Karena semua kejadian, apa pun itu, berada sepenuhnya dalam genggaman Allaah ﷻ dan terjadi karena seizin-Nya. Dengan berpikir positif, seseorang akan mampu menyikapi setiap kejadian dengan cara terbaik. Karena itu, orang beriman tidak pernah rugi, diberi nikmat dia bersyukur. Syukur adalah kebaikan bagi dirinya, diberi ujian dia bersabar, dan sabar adalah kebaikan bagi dirinya.


Hakikatnya Allah ﷻ tidak pernah membuat jarak dengan manusia. Manusia-lah yang membuat jarak dengan Allah ﷻ. Demikian pula, Allah tidak pernah menghambat manusia untuk sukses, tapi manusia sendiri yang menghalangi dirinya untuk sukses. Kunci dari semua itu adalah pikirannya. Manusia adalah bentukan pikirannya. Tak heran bila Norman Vincent Peale mengatakan, 'You are what you think'; Anda adalah apa yang Anda pikirkan.


__Today Muhasabah__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Hari-hari terus bergulir silih berganti, hingga tanpa terasa satu bulan telah berlalu. Dan satu bulan juga Richard telah menjalani hukumannya. Dan itu artinya sudah satu bulan juga ia tak lagi melihat wajah istrinya. Jadi tak heran kalau perasaan rindunya kini mulai menyeruak didalam hatinya. Akan tetapi ia masih saja keukeh tak ingin menemui istrinya. Padahal sudah beberapa kali Hidayah datang untuk menjenguknya. Namun berkali-kali juga ia menghindarinya.


"Nak, sudah hampir satu bulan Bapak perhatikan, kamu selalu saja menolak, setiap istri kamu berkunjung. Padahal setelah petugas itu pergi, wajah kamu langsung berubah sedih. Bukankah itu artinya kamu sangat menyesalinya kan?" Tanya Jack. Teman satu selnya Richard, yang umurnya paling tua di sana. Bahkan ia dipanggil kakek, karena memang ia tampak sudah sepuh.


Mendengar pertanyaan itu, Richard tampak kaget. "Eh! Bagaimana Anda...?" Tanyanya dengan wajah terlihat heran. Namun belum lagi pertanyaannya selesai. Jack sudah langsung memotongnya.


"Bagaimana saya bisa tahukan? Tentu saja itu terlihat dari raut wajahmu yang terlihat begitu sedih. Ingat Nak, penyesalan itu datangnya selalu belakangan. Kalau sudah seperti itu, kamu jugakan yang akan rugi. Jadi saya sarankan, sebaiknya kamu temuilah dia, sebelum kamu benar-benar menyesal nantinya. Yaah, seperti pak tua ini yang pada akhirnya harus merasakan penyesalan yang berkepanjangan. Bahkan mungkin sampai akhir hayat, baru pak tua ini terlepas dari jeratan penyesalannya," ujar Jack, sambil tersenyum kecut, dengan wajahnya yang tersirat kesedihannya.

__ADS_1


Mendengar perkataan pria tua itu, membuat Richard menjadi penasaran. "Emangnya apa yang terjadi pada diri Anda Pak tua?" Tanyanya sambil menatap wajah Jack dengan tatapan penasarannya.


"Ada baiknya Anda tidak mendengar kisah pak tua ini. Karena cerita itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Dan saya hanya berharap Nak Thony lebih bijak dalam menghadapi cobaan ini. Dan saya juga yakin akan ada jalan keluarnya dari permasalahan yang sedang Anda hadapi saat ini. Apalagi saya lihat, nak Thony begitu rajin beribadah, pastinya Allah akan memberikan kemudahan bagi bagi kamu Nak," balas Jack, seraya ia menepuk pundaknya Richard.


Mendengar nasihat dari teman satu selnya, Richard merasakan sesuatu yang hangat mengalir di lubuk hatinya. Karena memang kata-kata dari Jack begitu menyentuh hatinya. Dan ia pun langsung memeluk tubuh Jack, seraya berkata.


"Aamiin, terima kasih Pak. Terima kasih atas nasehatnya, dan Insya Allah saya akan mengingatnya," katanya terdengar lirih, sebab ia begitu terharu setelah mendengar nasihat dari Jack. Yang tidak pernah ia dapatkan dari orang tuanya sendiri. Dan seketika itu juga ia pun teringat pada sang ayah yang saat ini masih koma di rumah sakit.


"Aah, berpelukan dengan Anda, kenapa saya jadi teringat pada Papah saya ya?" Ujar Richard, seraya ia melepaskan pelukannya pada Jack. Dan Jack pun langsung tertawa renyah, setelah mendengar perkataan dari Richard.


"Hahaha... Bilang saja kamu sedang merindukan pelukan dari Papah kamu, Nak," balas Jack, sedikit mengejek.


"Tak pernah merasakan? Heh! Kamukan anak orang kayakan Nak? Masa iya sih, orang tua kamu tidak pernah memeluk kamu? Bukankah orang yang berlimpah harta itu akan selalu melimpahkan kasih sayangnya pada anak-anaknya ya?" Tanya Jack, dengan wajah yang masih menunjukkan ketidak percayaannya.


Mendengar perkataan Jack, Richard pun menyunggingkan senyuman miringnya. "Heh... Berlimpah kasih sayang? Rasanya kata-kata terdengar menggelikan di telinga saya Pak tua. Karena kenyataannya, Saya tidak pernah merasakan yang Anda katakan itu. Apalagi setelah ibu saya meninggal dunia. Saya semakin tak terlihat olehnya. Hingga sesuatu hari Dia mengalami kecelakaan dan dokter memvonis Dia tidak akan bisa punya anak lagi. Barulah dia mencari saya, karena tidak ada lagi, penerusnya. Jadi intinya dia mencari saya hanya untuk meneruskan perusahaannya. Bukan karena tanggung jawabnya sebagai seorang ayah!"


Mendengar penuturan Richard, yang menceritakan kisahnya. Akhirnya Jack paham, akan asal mulanya Richard menjadi seseorang yang arogan.


"Sudahlah Nak lupakan semua itu, dan jadikanlah itu pembelajaran untuk diri kamu sendiri. Agar kelak, kamu tidak seperti beliau dikemudian hari. Bukankah kamu juga akan menjadi seorang Ayah?"

__ADS_1


DEGH....


Jantung Richard tiba-tiba berdetak kencang tatkala ia mendengar kalimat terakhirnya Jack. "Aaah... Aku akan menjadi seorang Ayah? Hmm... Apakah pantas seorang penjahat seperti aku ini menjadi seorang Ayah?" Gumamnya, terdengar lirih. Namun masih terdengar jelas oleh Jack.


"Nak, pantas tidaknya kamu menjadi seorang Ayah, itu tergantung pada diri kamu sendiri. Tapi yang jelas setahu Saya, bila Tuhan kamu sudah memberikan kepercayaan itu pada kalian. Itu Artinya kalian sudah pantas untuk menjadi orang tua. Bukankah segala sesuatunya sudah menjadi kehendak-Nya, Nak? Jadi syukurilah apa yang sudah diberikan Tuhan kamu, Nak. Dan mudah-mudahan dengan begitu, kamu dapat meraih kebahagiaan Nak."


Mendengar nasehat dari Jack, hati Richard kembali menghangat. Ia begitu tersentuh, dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jack. "Aah... Terima kasih atas nasehat Anda Pak tua. Insyaallaah, saya akan menerimanya, serta mensyukuri apa yang diberikan Allaah pada saya," ucap Richard terdengar tulus.


"Sama-sama Nak," balas Jack, sambil tersenyum lembut pada Richard. "Oh iya Nak, Pak tua kasih tahu rahasia bagus untuk kamu, maukah kamu mendengarnya nak?" Sambungnya, dengan suara sedikit berbisik.


"Apa itu Pak tua?" Tanya Richard, dengan wajah penasarannya.


"Kemarilah, dekatkan telinga kamu," balas Jack sambil memainkan jari telunjuknya, mengisyaratkan agar Richard mendekatkan telinganya. Dan Richard pun mengikuti keinginan Jack, lalu ia pun mendekati telinganya ke mulutnya Jack. Dan tak berapa lama Jack pun langsung berbisik di sana.


"Nak, kamu tidak perlu menolak istrimu lagi. Karena di penjara ini, ada tempat khusus, untuk mereka yang ingin berena-ena, pada istrinya loh," bisik Jack, lalu ia pun mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Richard langsung membulat sempurna, dan seketika wajahnya pun langsung memerah karena malu.


"Eh! Apaan sih pak tua! Ada-ada aja sih!" gerutunya, yang kemudian ia pun bangkit dari duduknya. Sedangkan Jack langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, dasar anak muda, pakai acara malu segala, hahahaha "

__ADS_1


__ADS_2