
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*
Ingin dimudahkan urusan? Ingin digampangkan persoalan? Ingin dilapangkan dada, dijernihkan pikiran, ditenangkan hati dan dibukakan pintu-pintu solusi?
Gantungkanlah pengharapanmu kepada Allah dan jangan berpaling dari-Nya. Niscaya, cepat atau lambat, semua hajatmu akan dipenuhi pada saat terbaik, dengan cara terbaik, dan dengan sesuatu yang paling baik.
Ada satu nasihat dari Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi rahimahullâh:
"Seorang hamba apabila menggantungkan hati dan mengajukan urusannya kepada Allah semata, niscaya segala urusannya akan menjadi baik, segala keadaannya akan menjadi mudah, pemberian dari Allah pun akan datang kepadanya tanpa dia sadari."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
"Hidayah!" Sentak Richard, dengan mata yang tampak amat terkejut, saat melihat istrinya.
"Kenapa dia bisa ada disini? Eh... Apakah dia akan marah melihatku seperti ini? Aah... Aku jadi ingin melihat reaksi. Apakah dia akan mengakui kalau aku Suaminya?" Batin Richard. Yang akhirnya ia tetap membiarkan Elisa berada di pelukannya.
Sementara Hidayah yang terlihat masih tertegun melihat suaminya yang sedang berpelukan, langsung tersadar. Dan kemudian ia malah mengambil bungkusannya yang tadi terjatuh. Setelah itu ia kembali menatap wajah suaminya.
"Maafkan saya, karena sudah membuat keributan. Kalau begitu saya permisi," kata Hidayah, sambil menundukkan wajahnya dengan singkat. Setelah ia pun langsung berbalik dan melakah keluar dari pintu lobby. Melihat hal itu, Richard menjadi kesal dan ia pun langsung mendorong tubuh Elisa, hingga ia terjatuh.
"Cih! Dia malah pergi begitu saja? Apa dia selalu begitu, membiarkan miliknya rebut orang lain?" Gerutu Richard, begitu kesal melihat kepergian Hidayah.
__ADS_1
Sementara Hidayah yang sedang menuruni anak tangga yang ada di teras perusahaan, langsung berhenti. "Eh, kenapa Ana yang malah pergi? Bukankah seharusnya wanita itu ya yang pergi? Aah.. Ana harus kembali. Karena Ana nggak mau suami Ana di ambil orang!" Gumam Hidayah, lalu ia pun kembali lagi dan masuk ke perusahaan Richard.
Melihat Hidayah kembali masuk, Richard kembali tersentak. Namun hatinya merasa senang. Apalagi saat ia melihat Hidayah datang menghampirinya. Membuat hatinya semakin berbunga-bunga.
"Maaf ya Saya datang lagi, soalnya Saya harus mengambil kepunyaan Saya," kata Hidayah, dengan mata mengarah pada Elisa. Setelah itu ia langsung menarik tangan Richard. Membuat Elisa, langsung kesal dan ia pun ikut menarik tangan kirinya Richard juga.
"Heh! Apa maksud kepunyaan kamu hah?! Dan siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu ******* hah?!" Tanya Elisa, dengan tatapan mata yang tajam mengarah ke Hidayah.
"Emangnya kamu siapa?" Tanya Hidayah balik dengan suara lembutnya dan dengan santainya.
"Eeeh... Malah nanya balik lagi! Tapi baiklah, tidak masalah. Aku akan perkenalkan diriku biar kamu tahu sekalian!" Jawab Elisa, masih dengan nada tingginya, yang terkesan sedang menyombongkan dirinya.
"Perkenalkan Aku Elisabeth Agatha, kekasihnya tuan Richard, sekaligus teman tidurnya!" Lanjut Elisa dengan penuh percaya diri.
"Apa! Dia malah tersenyum? Hah... Sebenarnya apa sih dia pikirkan? Bukankah seharusnya dia marah ya? Aah.. Kenapa Aku jadi penasaran dengan apa yang dipikirkan sih?" Batin Richard tampak kesal.
Sedangkan Hidayah yang mendengar perkataan Elisa malah terlihat tenang dan santai. Dan ia malah menyunggingkan senyumannya seraya berkata. "Ooh.. jadi Anda cuma kekasihnya toh?"
"Apa kamu bilang cuma? Eh dengar ya Aku ini memang kekasihnya Tuan Richard dan Aku kesayangannya! Lalu siapa kamu yang menarik tangan kekasihnya orang hah?!" Tanya Elisa yang tampaknya ia semakin geram melihat Hidayah yang terlihat begitu santainya.
"Ooh.. jadi Anda ingin mengenal saya? Baiklah kalau begitu perkenalkan, nama saya Hidayah Khairunnisa, dan saya adalah istri sahnya kekasih Anda," balas Hidayah dengan tenang.
Mendengar pengakuan Hidayah, membuat semua yang ada disana langsung terkejut. Bahkan semua para staf Richard yang berada di lantai satu itu juga langsung mengalihkan pandangannya ke Hidayah. Tampak jelas mereka langsung penasaran pada wanita bercadar itu.
__ADS_1
Sedangkan Richard langsung tersenyum puas mendengar pengakuannya Hidayah. Karena memang itu yang sebenarnya ia harapkan. Yaitu pengakuan Hidayah terhadapnya. Namun berbeda dengan Elisa, ia malah tertawa seakan ia sedang mengejek setelah mendengar pengakuan Hidayah. Tampak sekali ia tidak percaya dengan pengakuannya Hidayah.
"Apa? Istri? Hahahaha.. kamu sedang bermimpi Nona? Hahahaha.. lucu sekali! Apakah kamu tidak takut hah? Mengaku-ngaku sebagai istri Tuan Richard lagi! Apa kamu tidak tahu siapa Tuan Richard itu hah?! Asal kamu tahu, Dia itu orang yang ditakutkan oleh kebanyakan orang. Bahkan orang tuanya sendiri, sampai saat ini masih koma. Karena apa apa coba? Ya itu karena mereka mencoba memaksa tuan Richard untuk menikah. Dan sekarang kamu datang mengaku sebagai istrinya? Tampaknya kamu memiliki banyak nyawa ya Nona?" Tutur Elisa panjang lebar.
Namun hal itu tidak membuat Hidayah terkejut atau pun heran. Ia justru malah terlihat semakin tenang dan santai, sambil menyipitkan matanya yang artinya ia tak pernah lepas dari senyumannya.
"Ooh.. Anda tidak percaya ya? Kalau begitu, coba Anda tanyakan pada kekasih Anda. Atau Anda juga bisa tanyakan hal ini pada Sandi Asistennya kali. Karena pantang bagi saya untuk bekata bohong pada siapapun. Jadi silahkan Anda bertanya dengan mereka," balas Hidayah, tetap dengan aksi santainya.
Mendengar balas dari Hidayah, Elisa pun langsung mengalihkan pandangannya pada Richard, "Tuan, benarkah yang dikatakan wanita yang seperti ******* ini? Apakah benar dia istrinya Anda?" Tanyanya dengan wajah yang terlihat begitu penasaran.
Sedangkan Richard yang sejak tadi hanya menatap wajah istrinya. Tak langsung menjawab pertanyaan Elisa. Ia hanya terlihat sedang tertegun menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Hal itu membuat Elisa semakin cemburu melihatnya.
"Tuan! Jawablah pertanyaanku Tuan! Apakah benar yang dikatakan wanita itu?" Tanya Elisa mengulangi pertanyaannya.
Mendengar pertanyaan keduanya Elisa, Richard pun langsung mengalihkan pandangannya dengan tatapan yang terlihat begitu dingin. "Benar! Dia memang istriku!" Katanya, seraya tangannya langsung menarik tangan Hidayah yang sejak tadi memang sedang menggem tangan. Dan otomatis Hidayah pun langsung masuk ke dalam pelukannya Richard.
"Apakah kamu sekarang sudah puas, setelah mengetahui kalau Wanita ini istriku? Kalau sudah merasa puas, sekarang pergilah dari sini!" Katanya terdengar begitu dingin, "Kalian! Bawa wanita ini keluar dari sini!" Pungkasnya lagi pada kedua scurity yang tak berapa jauh dari mereka. Setelah itu ia langsung membawa Hidayah memasuki lift yang memang sejak tadi mereka berdiri di depan lift tersebut.
"Apa!" Sentak Elisa, "Eh, Tuan tunggu Saya!" Teriak Elisa, namun ia terlambat karena pintu lift sudah tertutup. Dan disaat ia sedang menggedor-gedor pintu lift, tiba-tiba tangannya langsung ditarik oleh kedua Scurity yang tadi.
"Ayo Nona! Anda harus keluar dari sini!" Kata salah satu scurity itu.
...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...
__ADS_1
Tolong berikan Vote kalian ya guys 🙏 Sebab Vote kalian akan menjadi penentu, panjangnya karya ini. Jadi please berikan dukungan kalian pada Novel ini🙏 Syukron 🙏