HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
NASEHAT IBRAHIM 2.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


MASIHKAH ADA YANG MENGINGATKANMU?


Bersyukurlah ketika masih ada yang mengingatkan kita manakala berbuat kekeliruan. Berterima kasih dengan tulus tatkala ada yang mengajak pada kebaikan.


Sesungguhnya semua itu jalan hidayah yang Allah pilihkan untuk kita. Jangan berfokus pada bagaimana cara hidayah itu disampaikan, namun berfokuslah pada perbaikan diri yang segera harus dilakukan.


Ketahuilah, orang yang benar-benar sayang pada kita, bukanlah mereka yang hanya mengiyakan apa yang kita lakukan tanpa peduli salah atau benar yang kita lakukan, akan tetapi mereka yang mengajak pada jalan yang lurus demi keselamatan di akhirat nanti.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


"Ooh.. hmm kamu kesini apa sudah izin padanya Nak?" Tanya Ibrahim lagi, dan dibalas dengan gelengan kepala saja oleh Hidayah.


"Astaghfirullah..!!" Ucap Ibrahim seraya ia menepuk dahinya sendiri. Dan setelah itu ia kembali menatap wajah Hidayah.


"Nak, Abi mau tanya kamu. Apakah selama kamu mondok disini, para Ustadzahnya, tidak pernah mengajari kamu ilmu fiqih, Nak?" Tanya Ibrahim, yang tampaknya ia begitu penasaran dengan jawaban Hidayah.


"Pernah Ustadz. Dalam seminggu kami selalu mendapatkan ilmu fiqih Ustadz," balas Hidayah, seraya ia menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. itu artinya kamu sudah mempelajari adab terhadap suamikan?" Tanya Ibrahim lagi, dan kembali lagi Hidayah membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.


"Alhamdulillah, kalau begitu Abi mau dengar. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang 16 adab istri terhadap suami. Sekarang kamu sebutkan 16 itu Nak, apa saja?" Tanya Ibrahim lagi.


"Bismillah, 16 Adab istri terhadap suami, yakni: 1. Selalu merasa malu. 2. Tidak banyak mendebat. 3. Senantiasa taat atas perintahnya. 4. Diam ketika suami sedang berbicara. 5. Menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi. 6. Tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami. 7.Menjaga badan tetap berbau harum. mulut berbau harum. 8. Berpakaian bersih. 9.Menampakkan qana’ah, 10. Selalu berhias. 11.Memuliakan kerabat dan keluarga suami. 12. Melihat kenyataan suami dengan keutamaan. 13. Menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur. 14.Menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya. 15.Menampakkan rasa gembira di kala melihat suami. Dan yang 16. Menampilkan sikap belas kasih, Ustadz," balas Hidayah, menuturkan semua tentang adab Suami seperti yang diminta Sang Ustadz.


"Maa shaa Allah, kamu menghafalnya. Tapi Astaghfirullah.. kamu mengabaikannya Nak. Kenapa hm? Apa karena suami kamu itu adalah musuhmu, iya?" Tanya Ibrahim, namun tak dijawab oleh Hidayah, ia hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Nak, berusahalah untuk belajar arti keikhlasan dan ketulusan, seperti Ummu Asiyah istrinya Fir'aun dan kesabaran, serta belajarlah ketulusannya Zainab putrinya Rasulullah ﷺ, yang memiliki suami yang kafir. Tapi lihatlah karena kesabaran, keikhlasan, serta ketulusan Zainab ke suaminya. Akhirnya Abil Ash, suaminya Zainab mendapatkan Hidayah dan akhirnya masuk Islam," tutur Ibrahim yang menceritakan sedikit kisah Putri Rasulullah ﷺ.


"Nak, Abi juga ingin kamu seperti itu, walaupun dia telah menzolimi kamu dan keluarga kamu. Tapi kamu harus tetap taat kepada suamimu, ya Nak" lanjut Ibrahim lagi. Namun tak direspon sama sekali oleh Hidayah. Ia masih betah dengan diamnya dan betah dengan menundukkan wajahnya.


"Nak? Ketahuilah, ketaatan Istri Kepada Suaminya. Setelah wali (orang tua) sang istri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada sang suami menjadi hak yang tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan kepada istri untuk sujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi)


Nah itu artinya kedudukan seorang Suami paling tinggi, setelah Allah dan rasul-Nya. Maka dari itu bila kamu ingin masuk surga dari pintu mana saja, maka taatilah suami kamu Nak, sebagaimana Sabda Rasulullah ﷺ :


"Apabila seorang wanita mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemal*annya, menjaga kehormatannya dan dia taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki”. (HR Ibnu Hibban no. 1.296)


"Sekarang apa kamu sudah paham, Nak?" Tanya Ibrahim, setelah ia memberikan nasehat pada Hidayah panjang lebar.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan sang Ustadz, Hidayah sedikit mengangkat wajahnya, "Insyaa Allah, Dayah sudah paham Ustadz. Dan Syukron, telah memberikan Dayah ilmu lagi," balas Hidayah, sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Alhamdulillah, kalau sekarang kamu pulanglah, Nak," ujar Ibrahim, membuat istrinya terlihat kaget.


"Eh! Kok disuruh pulang sih Bi? Dayahkan belum makan, bahkan minumannya aja belum di minum, tau Bi!" Protes Syaidah, yang sepertinya ia masih ingin berlama-lama dengan Hidayah.


"Apa Umi, mau menanggung dosanya, hm? Kalau Abi tidak mau!" Balas Ibrahim terdengar tegas. "Maaf Dayah, kalau hari ini Abi kejam. Tapi ini semua untuk kebaikan kamu Nak, kamu boleh datang ke sini lagi, asalkan kamu sudah mendapatkan ridho dari suami kamu! Kamu mengertikan Nak?" Lanjutnya dengan nada yang tidak bisa dibantah lagi.


"Mengerti Ustadz. Kalau begitu Dayah pamit pulang ya, ustadz, Ummah," balas Hidayah. Seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun menyalami tangan Syaidah dan Ibrahim, "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu" ucapnya setelah ia menyalami tangan keduanya.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Ibrahim dan Syaidah secara bersamaan.


"Hati-hati ya Nak?" Ucap Syaidah, dan bermaksud ingin mengantar Hidayah keluar Rumah. Namun tangannya langsung ditahan oleh suaminya.


"Jangan di antar Umi!" Tegas Ibrahim.


"Ikh, Abi kok kejam banget sih? Ngantar kedepan aja juga salah sih?" Protes Syaidah terlihat kesal pada suaminya.


"Itu, biar Dia bisa merenungi kesalahannya, Umi!" Balas Ibrahim, seraya ia bangkit dari duduknya lalu ia pun pergi menuju ke kamarnya.


"Aah! Kenapa jadi begini sih?" Gumam Syaidah tampak bingung, "Kasian Hidayah... Hmm semoga Allah memberikan ia kesabaran yang lebih, Aamiin," gumamnya lagi, lalu ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa kasih Bunga dan juga Vote ya dinovel ini 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2