
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Takdir yang Allah Ta’ala tetapkan bagi hamba-Nya, baik berupa kemiskinan atau kekayaan, sehat atau sakit, kegagalan dalam usaha atau keberhasilan dan lain sebagainya, wajib diyakini bahwa itu semua adalah yang terbaik bagi hamba tersebut, karena Allah Ta’ala maha mengetahui bahwa di antara hamba-Nya ada yang akan semakin baik agamanya jika dia diberikan kemiskinan, sementara yang lain semakin baik dengan kekayaan, dan demikian seterusnya.
Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Setelah mendengar kabar yang membuat Bosnya murka, Sandi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kota xx. Ia tampak begitu panik, sebab ia tahu, kalau Bosnya pasti akan murka pada siapapun akibat kejadian itu. Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya mobil yang dikemudikan Sandi pun sampai di sebuah bangunan yang terlihat sedang dilahap oleh si jago merah. Wajah Richard terlihat begitu geram melihat hal itu. Dan ia pun langsung turun dari mobilnya dan tak menghiraukan keberadaan Linda yang terlihat masih duduk di dalam mobilnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini, hah?! Kenapa gudang sebesar bisa terbakar?!" tanya Richard dengan suara yang terdengar begitu lantang. Tampak sekali ia begitu marah pada para anak buahnya yang bertanggung jawab menjaga gudangnya itu.
"Ma-maaf Bos! Ka-kami tidak tahu api ini berasal dari mana. Tapi kami yakin, asal mulanya api menjalar dari bagian belakang Bos," balas salah satu anak buahnya Richard.
"Aah.. brengsek! Apakah kalian bekerja dengan memakan gaji buta saja hah?! Bisa-bisanya kalian tidak mengetahui, apa yang terjadi didalam! Cepat keluarkan semua barang yang penting-penting dari sana! Aku nggak mau tahu, pokoknya kalian harus menyelamatkan barang-barangku!" teriak Richard, yang tampaknya ia begitu murka pada para anak buahnya.
__ADS_1
"Ta-tapi Bos! Se-semuanya sudah terlambat, semua yang ada di dalam sudah terbakar habis bos!" balas Anak buahnya, yang tampak begitu ketakutan. Sehingga ia berkata-kata dengan sedikit gagap.
"Sialan! Kalau begitu, kalian juga harus ikut hangus bersama barang-barang berhargaku!!" teriak Richard yang terlihat ia sudah begitu geram sekali pada para anak buahnya itu.
"A-ampuni kami Bos! Kami punya keluarga kami.." ujar salah satu anak buahnya, sambil ia bersujud didepan Richard. Namun perkataannya langsung dipotong oleh Richard.
"Aaakh!! Gue tidak perduli! Cepat entahlah kalian semua!!" teriak Richard, sambil menendang salah satu dari mereka yang masih terlihat bersujud di hadapannya. Dan disaat bersamaan tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Permisi Bos! Ada sesuatu yang harus Anda lihat. Saya mendapatkan salah satu cctv yang masih aktif! Silahkan Anda lihat ini Bos!" ujar orang tersebut, yang tak lain ia adalah Sandi, asistennya Richard. Sambil ia menyodorkan benda pipihnya kepada Richard.
Richard pun langsung mengambil benda pipih tersebut. Dan matanya pun langsung menatap kelayar headphone milik Sandi. Dan tampaklah olehnya adegan seseorang berpakaian serba hitam dengan wajah yang ditutupi oleh cadarnya. Ia terlihat sedang memegang sebuah busur panah. Lalu ia berikan ujung anak panahnya dengan sebuah kain yang sudah ia berikan bahan bakar. Setelah itu ia mengambil pematik api, kemudian ia bakar ujung anak panah tersebut. Setelah api menyala ia panahkan ke salah satu tumpukan kardus yang berada di belakang gudang tersebut, dan..
Suara ledakan pun terdengar berkali-kali dan akhirnya gudang pun terbakar begitu cepat. Wajah Richard langsung mengeras, saat menyaksikan adegan tersebut. Ia terlihat begitu geram saat melihat aksi wanita bercadar tersebut.
"Sialan!! Siapa dia? Dan apakah di jaman sekarang masih ada Ninja? Cepat temukan orang itu! Dan bawa kehadapanku!" teriak Richard dengan wajah yang terlihat begitu merah karena ia sudah dikuasai oleh amarahnya.
"Baik Bos!" ucap para anak buahnya Richard secara serentak. Lalu mereka pun langsung bergegas pergi.
__ADS_1
Sedangkan Richard masih menatap gudangnya yang terlihat masih dilahap oleh si jago merah. Lalu ia kembali menatap layar handphone lagi. Dan disaat ia kembali menyaksikan adegan tersebut. Tiba-tiba ia teringat pada Linda yang ia tinggalkan di dalam mobilnya. Apa lagi saat itu Linda juga sedang memakai pakaian yang serba hitam juga.
"Aah.. wanita itu?! Kalau diperhatikan, pakaian yang dipakaian wanita yang dimobil dengan pakaian si pemanah ini sangat mirip. Apakah wanita itu ada kaitannya dengan hal ini?" gumam Richard, dengan tatapan mata masih tertuju pada layar handphone yang sedang ia pegang.
"Sandi! Bawa wanita yang di mobil kesini! Aku ingin tau, apakah wanita ini ada kaitannya dengan si pemanah ini?" titah Richard, pada Sandi, yang terlihat ia masih berdiri di belakang Bosnya.
"Baik Bos!" Balas Sandi, lalu ia pun langsung bergegas menuju ke mobilnya, yang jaraknya lumayan jauh dari area gudang yang terbakar. Ia sengaja menjauhkan mobilnya tersebut. Karena ia takut, percikan apinya mengenai mobil mereka.
Setelah beberapa menit kemudian, Sandi kembali lagi, dengan langkah yang terlihat sedikit tergesa-gesa. Bahkan ia sedikit berlari-lari kecil menghampiri Richard, yang masih berada diposisi semulanya. Tampak wajah sandi begitu panik saat ia sudah berada di hadapan bosnya.
"Maaf Bos! Anu.. eng itu Bos.. wa-wanita itu.. wa-wnita itu.." kata sandi terlihat gugup, sehingga kata-katanya menjadi gagap.
"Ada apa hah?! Sejak kapan kamu menjadi gagap hah?! Mana wanita itu?!" potong Richard, terlihat kesal, saat mendengar perkataan Sandi yang menjadi gagap.
"Maaf Bos! Anu Bos.. Wanita itu kabur Bos! Dia tidak ada di mobil!" balas Sandi, dengan wajah terlihat ketakutan. Mendengar perkataan Sandi, Richard pun terkejut.
"APAA!!"
__ADS_1
...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏