HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
IJAB QOBUL.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Waktu yang telah lewat tidak akan kembali terulang. Seakan mengisyaratkan bahwa sesuatu yang telah kita ukir dengan ukiran yang indah tak akan terulang kembali..Maka pergunakanlah waktu yang ada sekarang ini dengan sebaik mungkin.Karena sesungguhnya masih banyak kenangan indah yang tersimpan dalam buku catatan.


Begitupun sebuah musibahya yang masih tersimpan rapi di sisi Rabul 'alamin. Entah kapan catatan indah itu diberikan kepada kita. Tidak ada seorangpun yang tau kapan diberikan kepada kita sebagai ujian, yang pada akhirnya ujian tersebut menjadi tolak ukur sejauh mana kita bersabar dan bersyukur.


So ukirlah kisah-kisah indah sebagai bentuk syukur kita atas nikmat, semoga dengan itu kita menjadi hamba yang selalu bersyukur. Serta persiapkanlah diri dengan sabar! Hingga datang ujian yang pada akhirnya kita menjadi mulia dengan sebab ujian tersebut..


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Sesuai yang dijanjikan, satu Minggu kemudian Richard pun menikahi Hidayah. Dengan tata cara Islam, untuk itu ia harus memanggil gurunya Hidayah yaitu Kyai Ibrahim. Karena itu sesuai syarat yang diminta oleh Hidayah. Pada awalnya Richard tidak menyetujui syarat Hidayah. Karena Richard menyangka pasti gurunya itu akan membalas dendam atas kematian anak muridnya.


Apalagi ia juga saat ini sedang menyandra Hidayah yang termasuk salah satu muridnya juga. Namun sangkaannya salah, karena ternyata Ibrahim malah menerimanya. Bahkan ia datang sehari sebelum pernikahannya. Hal itu membuat Richard sedikit bingung. Namun karena tekatnya sudah bulat, akhirnya ia tak memperdulikan semua itu. Dan kini acara pernikahan pun sudah berlangsung dengan Ibrahim sebagai penghulunya.


"Baiklah, karena niat baik tak boleh ditunda-tunda, maka sebaiknya kita mulai saja acara akadnya. Gimana Nak Richard, apakah kamu sudah siap?" Tanya Ibrahim, tatkala ia melihat semua syarat dalam akad sudah berkumpul semua. Yaitu syarat pertama kehadiran kedua mempelai. Dan Syarat kedua yang akan menikahkan mereka dan Syarat ketiga adalah saksi.


"Iya saya sudah siap Kyai!" Balas Richard terdengar tegas.


"Alhamdulillah.. baiklah kita mulai sekarang. Tapi sebelumnya sebaiknya kamu mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dulu ya? Karna itu sesuai permintaan Hidayah. Apa kamu sudah siap, Nak?" Tanya Ibrahim lagi. Yang sebenarnya ia lah yang menyuruh Hidayah untuk meminta syarat itu juga.


Karena Ibrahim tahu, kalau agama Richard sedikit diragukan. Walaupun ditanda penduduk ia Islam. Namun ia sama sekali tak mengetahui tentang Islam. Makanya ia ingin Richard bersyahadat dengan tujuan membersihkan hati dan jiwanya. Karena itu akan memudahkan Hidayah dalam melaksanakan tugasnya.


"Saya sudah siap Kyai!" Balas Richard lagi tanpa ragu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang jabat tangan saya, lalu ikuti perkataan saya, ya Nak?" Kata Ibrahim lagi, sambil ia mengulurkan tangannya. Dan langsung disambut oleh tangannya Richard dan akhirnya mereka saling berjabatan tangan.


"Bismillahir rahmanir rahim" ucap Ibrahim dan langsung diikuti oleh Richard.


"Bismillahir rahmanir rahim" katanya sedikit bergetar.


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah. "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah". ucap Ibrahim lagi, dan kembali lagi Richard pun mengikutinya.


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah. "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah" ucapnya dan masih terdengar bergetar. Dan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Richard langsung merasakan ada yang aneh pada hatinya dan jantungnya. Dan anehnya lagi ia tak bisa mengartikan rasa yang ia rasakan saat ini.


"Alhamdulillah, setelah kamu mengucapkan dua kalimat syahadat ini. Artinya Islam kamu tidak diragukan lagi. Dan sekarang kita lanjutkan ke acara akadnya, ya Nak?" Tutur Ibrahim terdengar lembut.


"Silakan dilanjutkan saja Kyai!" Balas Richard, yang sepertinya ia mulai tidak sabar. Sebab ia memang tidak menyukai acara seperti ini.


Alhamdulillah, baiklah kalau begitu, mari kita mulai saja Ijab qobulnya." ujar sang Ustadz. "Silahkan Pak Hendrawan, jabat tangan calon menantu Anda" titah Ustadz pada Hendrawan.


"Bismillahirrahmanirrahim, Richard Antony Sebastian bin Rayyan Sebastian ?" Panggil Ibrahim, terdengar tegas.


"Saya Kyai!" Sahut Richard terdengar tegas pula.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan Ananda Hidayah Khairunnisa binti Yahyah Al Bahri dengan mas kawin berupa, cincin berlian dan perlengkapan sholat di bayar tunai!" Tegas Ibrahim sambil menyentak tangannya sedikit.


Dan Richard langsung menyambut dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Hidayah Khairunnisa binti Yahyah Al Bahri dengan mas kawin tersebut tunai!" Ujar Richard dengan lantangnya dan hanya satu tarikan napas saja ia pun mengijab Hidayah.


"Bagaimana para saksi?" Tanya Ibrahim pada kepada para saksi dari para saksi yang didatangkan secara mendadak. Karena sebenarnya Richard tak ingin ada yang tahu kalau ia telah menikah. Namun karena syarat nikah harus ada saksi. Mau tak mau ia pun harus menyediakan beberapa orang saja.

__ADS_1


"Sah?!"


"Sah!" jawab mereka dengan serentak.


Setelah mendengar jawaban dari sang Saksi Kyai Ibrahim pun langsung melanjutkan dengan membacakan doa.


"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."


Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."


"Aamiin ya Allah!" Sambut mereka secara serentak. Dan setelah selesai mereka pun menyalami tangan Richard serta mengucapkan selamat kepadanya, dan itu termasuk Ibrahim.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga pernikahan kalian, menjadi pernikahan sakinah mawadah warohmah, Aamiin. Nah, nak Richard Hidayah sudah menjadi istrimu. Itu artinya hubungan kalian sudah bisa dikatakan halal. Jadi Kamu tidak akan berdosa lagi bila menyentuh dirinya. Apa sekarang kamu paham Nak?" Tutur Ibrahim dengan ciri khas kelembutannya.


"Iya saya paham Kyai!" Jawab Richard terdengar datar.


"Alhamdulillah..saya senang mendengarnya. Dan kalau bisa mulai dari sekarang, belajarlah untuk menjadi imam yang baik ya Nak? Agar pernikahan kalian, selalu mendapatkan keberkahan, ya?" Lanjut Ibrahim lagi.


"Iya Kyai! Apa sekarang sudah selesai?" Tanya Richard dengan wajah datarnya lagi.


"Ah! Iya sudah selesai Nak," balas Ibrahim sedikit terkejut.


"Baguslah! Kalau begitu bisa kembali ke kantor!" kata Richard, dan tanpa basa-basi ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan begitu saja. Membuat semua yang ada di sana, langsung tercengang.


...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...

__ADS_1


Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa juga Vote ya novel ini 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2