
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Ketika kita melakukan kesalahan pada orang lain, janganlah malu untuk meminta maaf, begitupula ketika kita berbuat salah/dosa, Allah akan sangat menantikan taubat kita. Namun ketika kita tidak bisa melihat letak kesalahan perilaku atau ucapan kita di situlah peran sang penasehat, tapi harus diingat nasehat yang mudah diterima adalah yang disampaikan dengan cara yang ahsan/baik, dan memperhatikan kondisi dari yang dinasehati.
Menerima suatu nasehat bukan tanda kekalahan atau ketidaktahuan. Bahkan yang sudah mengerti pun perlu dinasehati, yang sudah paham pun perlu diingatkan, dan yang sudah istiqomah pun perlu terus di kuatkan, karna saudaramu adalah amanah bagimu, maka salinglah menasehati di jalan kebaikan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Di RAS KONTRUKSI.
Semenjak kejadian terbakarnya gudang terbesarnya milik Richard. Para karyawan di perusahaan Richard, jadi selalu merasa tegang. Pasalnya disetiap harinya Bos mereka selalu meluapkan amarahnya pada pada siapapun yang ditemui olehnya. Bahkan mereka juga terkenak imbasnya, karena diharuskan bekerja dengan giat. Sampai mereka juga dipaksa bekerja sampai lembur. Hal itu membuat para karyawan banyak yang mengeluh karena kecapean. Ada juga beberapa karyawan yang akhirnya jatuh sakit. Sehingga banyak meja yang terlihat kosong. Dan Richard yang melihat itu semakin murka.
"Brengsek! Kenapa banyak meja yang kosong hari ini, hah?! Pada kemana mereka hah?!" Tanya Richard, dengan wajah yang terlihat begitu marah.
"Bos, dari laporan yang saya terima, saat ini mereka yang mengosongkan meja kerjanya, sedang sakit Bos! Makanya mereka tidak bisa bekerja!" balas Sandi, yang kebetulan sedang berdiri di belakang Richard.
"Hoo.. kalau begitu pecat mereka semua! Dan cepat cari karyawan yang siap bekerja! Dan saya tidak mau tahu, kalau mulai hari ini, tidak ada alasan apapun lagi untuk mengambil cuti! Kalau mereka protes, langsung pecat saja!" Pungkas Richard, seraya ia melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya. Dan sudah pasti Sandi akan mengikutinya dari belakang.
Setibanya di dalam, Richard langsung berjalan menuju, ke kursi kebesarannya. Sebelum duduk di kursi tersebut, ia menyempatkan diri untuk membuka jasnya terlebih dahulu, lalu ia sampirkan jas tersebut disandaran kursi kebesarannya, setelah itu barulah ia duduk.
"Apakah hari ini belum ada hasil, dari pencarian si pemanah itu, Sandi?" tanya Richard, setelah ia berada di kursi kebesarannya.
__ADS_1
"Masih belum ada Bos! Mereka benar-benar kehilangan jejak dari orang tersebut," balas Sandi, terlihat sangat berhati-hati sekali.
"Dasar bodoh! Sudah hampir dua Minggu, tapi kalian masih belum menemukannya? Bukankah si pemanah itu, hanya seorang wanita hah?! Tapi kenapa kalian, tidak becus menangkapnya! Apakah aku hanya memperkerjakan orang-orang yang bodoh saja hah?!"
Richard tampak begitu geram dan juga sangat kesal sekali. Sebab, para bawahannya, tidak bisa menangkap orang yang sudah, membakar gudangnya. Sandi yang melihat wajah Bosnya yang sudah dirundung kemarahan, membuat ia sedikit takut.
"Maaf Bos! Kami akan lebih berusaha lagi, untuk.." balas Sandi dengan suara yang sedikit bergetar. Namun perkataannya langsung dipotong oleh Richard.
"Aah.. Sudahlah! Sebaiknya kau panggil semua kepala bagian sekarang juga! Karena kita akan mengadakan rapat dadakan!" Titah Richard, seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun mengambil jas yang tadi ia sampirkan disandaran kursinya, setelah itu langsung ia pakai. PP
"Baik Bos! Kalau begitu saya permisi!" balas Sandi, seraya ia membungkukkan tubuhnya sedikit. Lalu ia pun langsung bergegas keluar dari ruangannya Richard.
Sedangkan Richard, sudah tampak bersiap untuk keluar dari ruangannya, setelah ia memakai Jasnya. Namun baru saja ia hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba terdengar suara dering handphonenya. Membuat ia langsung menghentikan langkahnya. Dan kemudian ia langsung mengambil benda pipihnya yang berada di dalam saku jasnya. Setelah handphonenya sudah berada di tangannya, ia pun langsung menerima panggilan tersebut.
"Ini Bos, kamu sudah menemukan Alexander! Dan saat ini sudah kami sedang menuju ke markas!" balas seseorang yang bersuarakan laki-laki dari sebrang.
"Kerja bagus! Berarti hari ini buaya putihku dapat makanan lezat! Tetapi kalian tahan dia dulu, sampai aku datang! Karena Aku ingin menyaksikan, Kebahagiaan buaya-buaya putihku! Kalian mengerti?!" ujar Richard terdengar tegas.
"Mengerti Bos!"
"Bagus!" ucap Richard lagi, lalu ia pun langsung memutuskan sambungannya. Dan kemudian ia langsung memasukkan benda pipihnya kembali ke dalam saku jasnya lagi. Setelah itu ia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan ruangannya. Kini ia berjalan menuju ke ruangan rapat.
Setibanya di sana ternyata semua kepala bagian sudah menunggunya di ruang rapat tersebut, dengan wajah-wajah yang terlihat begitu tegang. Melihat Richard masuk ke dalam ruangan rapat, seketika semua bawahannya langsung berdiri. Dan setelah Richard duduk, mereka semua pun ikut duduk dengan wajah yang terlihat sudah dipenuhi dengan keringat jagung. Padahal diruang rapat itu, sudah terpasang beberapa AC. Namun dingin, tak berasa bagi mereka semua.
__ADS_1
"Baiklah, Karena kalian sudah berkumpul semuanya. Maka saya ingin mendengar hasil laporan kalian di setiap bagian! Dan sebelum rapat ini dimulai, Saya akan tekankan pada kalian semua, untuk menerangkan secara rinci! Dan Saya juga tidak ingin mendengar alasan apapun, dari kalian untuk menghindari, apa yang saya inginkan! Kalian paham?!" ujar Richard, tatkala ia membuka rapat tersebut.
"Paham Presdir!" Jawab mereka semua secara bersamaan.
"Bagus! Sekarang saya ingin mendengar laporan dari bagian..." kata Richard. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Membuat wajah Richard langsung mengeras. Karena ia paling tidak suka ada seseorang yang mengganggu, jalannya rapat.
"Brengsek!" teriak Richard, sambil mengebrak meja yang ada dihadapannya, "Siapa yang berani sekali mengganggu pekerjaanku?!" tanyanya dengan suara kerasnya. Dan dengan wajah yang terlihat begitu marah.
Melihat kemarahan Richard, Sandi pun langsung bergegas menuju ke pintu, dan kemudian ia pun langsung membukanya. Dan tampaklah olehnya seorang pria yang wajahnya terlihat begitu amat tegang. "Ada apa? Kamu tahukan kalau saat ini sedang ada rapat hah?!" tanya Sandi, terlihat kesal pada pria itu.
"Ma-maaf Pak Sandi! Tapi saya mau memberikan laporan pada Pak Presdir, Pak!" ujar pria itu sedikit gagap. Disaat bersamaan...
"Suruh dia masuk Sandi!" teriak Richard dari dalam. Sandi pun langsung mengikuti titah dari Bosnya. Dan ia pun langsung mengajak pria itu pada Richard.
"Ada apa hah?! Kenapa kamu begitu terburu-buru?! Sekarang cepat katakan!!" teriak Richard begitu geram.
"I-ini Bos! Sa-saya mau melaporkan, bahwa sistem di perusahaan kita diretas oleh seseorang. Dan saat ini semua komputer yang ada di perusahaan kita tak bisa beroperasi bos," ujar orang tersebut. Membuat Richard langsung berdiri kaget.
"APAAA!!!"
...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏
__ADS_1