
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*
Allah begitu mencintai hambaNya yang saling mencintai saudara lainnya. Seorang sahabat yang selalu mendoakan sahabat lainnya, untuk kebaikan sahabat, untuk keberkahan ukhuwahnya. Doa yang terkabul adalah salah satu dari doa sahabat-sahabat dan setiap doa akan di Aamiinkan oleh para Malaikat.
Abu Darda' menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, "Tidak seorang Muslim pun yang berdoa untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya kecuali ada seorang Malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya, 'Aamiin, dan bagimu seperti yang kau doakan'." (HR. Muslim)
Saling berdoalah untuk sahabatmu, untuk kebaikan sahabatmu. InsyaAllah doamu juga akan dikabulkan Allah. Dan dipermudah oleh Allah. Aamiin
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Ditiga puluh menit sebelumnya.
Setelah melihat Richard serta asistennya pergi. Linda tampak gelisah dan ketakutan. Pasalnya ternyata ia terkunci didalam mobilnya Richard. Padahal ia sudah cukup berusaha keras, untuk membuka pintu mobil tersebut. Namun usahanya selalu gagal dan gagal lagi. Hal itu membuat ia semakin ketakutan.
"Ya Allah.. gimana ini? Mengapa pintu ini begitu sulit sekali dibuka? Kalau begini terus, bagaimana caranya Ana kabur?" gumam Linda terlihat mulai panik.
"Aah.. atau Ana pecahkan saja ya kaca mobil ini? Aah.. sudahlah Ana pecahkan saja kacanya! Karena sudah tidak ada cara lain lagi!" gumam Linda lagi, seraya matanya seperti sedang mencari sesuatu. Namun yang ia cari tampaknya tidak ada. Lalu ia pun membuka satu persatu laci-laci mobilnya Richard. Namun tetap saja yang ia cari tidak tampak.
__ADS_1
"Aah.. kenapa tidak ada apapun sih disni?! Lalu bagaimana cara Ana memecahkan kaca mobil ini?" gumam Linda lagi, yang tampaknya ia semakin panik dan semakin ketakutan.
"Ooh.. Ya Allah, tolongin Ana. Ana benar-benar sudah sangat ketakutan. Jadi tolonglah..." gumam Linda lagi. Namun perkataannya langsung terhenti, karena tiba-tiba saja ia dikejut oleh sebuah ketukan kaca jendela mobil dari luar. Dan seketika matanya langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya seorang wanita bercadar, yang terlihat sedang berusaha membuka pintu mobil dari luar.
"Eh! Siapa Dia? Aah..siapapun dia, semoga dia adalah orang kiriman dari Allah untuk menolong Ana," ucap Linda terdengar lirih, seraya ia menatap wanita bercadar yang masih berusaha membuka pintu Mobilnya, dengan tatapan penuh harapan. Dan tak berapa lama kemudian, pintu pun terbuka.
"Alhamdulillah.. akhirnya. Ayo Linda, sekarang Anti keluar dari sana!" ujar wanita itu, setelah pintu terbuka lebar. Mendengar wanita itu menyebut namanya, membuat Linda langsung mengenali sang pemilik suara tersebut.
"Alhamdulillah.. Hidayah? Benar ini kamu Dayah?" tanya Linda, seraya ia bergegas turun dari mobil tersebut.
"Na'am ini Ana! Tapi sekarang sebaiknya kita mencari tempat yang aman dulu! Karena disini amat berbahaya untuk kita!" balas wanita bercadar tersebut, yang ternyata ia memanglah Hidayah. Lalu tanpa ingin berbasa-basi lagi, Hidayah pun langsung menarik tangannya Linda, dan kemudian mereka pun berlari menjauh mobilnya Richard.
Hidayah dan Linda masih terlihat berlari, memasuki sebuah hutan kecil, yang tak berapa jauh dari kawasan area gudangnya Richard. Mereka terus berlari tanpa henti, hingga pada akhirnya, mereka memasuki sebuah gua yang tertutupi oleh rumput ilalang yang lumayan tinggi. Setelah berada di dalam, keduanya langsung menjatuhkan diri mereka di sebuah timpukan jerami yang tampaknya memang sudah tersedia disana. Dan nafas keduanya tampak ngos-ngosan.
"Ho'oh.. hos... hos... Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah.. terima kasih.. hos.. karena telah mengirimkan hos.. hos.. ukhti Hidayah pada hamba.. hos.. hos.. terima kasih uty..hos.." ucap Linda, dengan nafas yang terlihat masih tersengal-sengal, seperti nafas Hidayah juga.
"Sama-sama...uty Linda. Ana juga sangat berterima kasih, karena Anti sudah mau membantu Ana. Sehingga, manusia laknat itu, terpancing, dan akhirnya misi Ana berhasil, sekali lagi jazakillah khairan ukhty, (“Semoga Allah membalas kebaikanmu)" ucap Hidayah, yang kini nafasnya sudah kembali normal dengan cepat.
"Aamiin ya Allah.. wajazakillahu khairan juga Uty (semoga Allah membalasmu juga dengan kebaikan)" balas Linda, sambil ia menyunggingkan senyuman manisnya pada Hidayah. "Lalu sekarang apa rencana Anti lagi uty?" lanjut Linda, memberikan pertanyaan pada Hidayah.
__ADS_1
"Untuk saat ini, kita hanya berdiam diri dulu saja disini. Sampai situasi kembali tenang, dan sampai mereka, kembali lengah. Barulah kita beraksi lagi," balas Hidayah, seraya ia bangkit dari tidurannya. Lalu ia pun mengambil tas ransel disalah satu sudut gua tersebut.
"Kalau begitu, apa nggak sebaiknya kita kembali saja ke pondok, Uty. Disana pasti aman untuk Anti," ujar Linda, yang terlihat ia juga ikut bangkit dari tidurannya juga. Namun ia tetap duduk di jerami tersebut.
"Tidak Ukhty, itu malah akan membahayakan pondok. Anti ingatkan cerita Ana, ketika Ana berada di pondok santri putra. Disana yang pertahanannya kuat saja bisa kebobolan. Sampai-sampai Suami Ana ikut menjadi korbannya. Jadi Ana tidak ingin, hal itu terjadi juga, di pondok santri putri. Untuk itu, Ana lebih baik tinggal disini saja, hingga Ana menyelesaikan balas dendam Ana, pada manusia laknat itu," jelas Hidayah, dengan wajah yang terlihat berubah-ubah, dari yang sedih. Hingga diakhir kalimatnya, berubah menjadi geram.
"Benar juga yang Anti katakan, tapi Uty, tempat ini sangat jauh dari kota, ataupun dari pedesaan. Jadi gimana cara Anda, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Anti?" tanya Linda sepertinya ia sedang mengkhawatirkan Hidayah.
"Anti, tenang saja, Anakan punya Allah, yang Maha baik. Insya Allah, pasti ada jalan keluarnya kok, Ty" balas Hidayah, terlihat begitu tenang dan santainya.
"Aah.. Anti benar lagi. Kalau begitu Ana juga akan menemani Anti disini. Dan insya Allah Ana, akan membantu Anti," ujar Linda, yang terlihat ia begitu ingin membantu sahabatnya itu.
"Tidak! Ana tidak ingin mengorbankan nyawa orang lain lagi. Jadi nanti malam , Anti harus kembali ke pondok lagi. Anti pahamkan?!"
Mendengar perkataan dari Hidayah, wajah Linda berubah sedih, "Tapi Uty, Ana ingin sekali membantu Uty, Ana juga tidak tega membiarkan Uty seorang diri di sini, Uty. Jadi izinkan Ana membantu Anti ya? Please..?" balas Linda, yang terlihat ia begitu bertekad, ingin membantu Hidayah.
Melihat ketekatannya Linda, Hidayah tampak bingung, "Tapi Ini, yang ana lakukan saat ini sangatlah berbahaya, jadi.." ujar Hidayah namun lansung dipotong oleh Linda.
"Ana tidak takut Uty! Jadi jangan paksa Ana untuk pergi!"
__ADS_1
...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏