HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
RICHARD MURKA.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


BERHATI-HATI DALAM BERTEMAN


Wadi’ah al-Anshari mengatakan bahwa dia mendengar Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu menasihati seseorang,


“Janganlah engkau berbicara dalam urusan yang tidak engkau perlukan. Kenali musuhmu. Waspadalah dari temanmu, kecuali yang tepercaya. Tidak ada orang tepercaya, kecuali yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.


Janganlah engkau berjalan bersama orang yang rusak sehingga dia akan mengajarimu sebagian keburukannya. Jangan pula engkau beri tahukan rahasiamu kepadanya. Janganlah engkau bermusyawarah tentang urusanmu kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah ‘azza wa jalla.” (Shifatu ash-Shafwah hlm. 109)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


"Hidayah Khairunnisa? Siapa Dia? Maaf Tuan sepertinya Anda salah orang. Karena nama saya sebenarnya adalah Linda Mustika," jawab Wanita itu terdengar tegas, membuat Richard terlihat begitu terkejut.


"Apa!!" sentaknya, sambil menatap tajam pada wanita yang menyebut namanya Linda Mustika.


"Jangan membohongi gue! Bagaimana bisa nama kamu berbeda dengan yang ada di kartu pengenal itu, hah?!" seru Richard, sambil melempar sebuah kartu pengenal, kewajahnya Linda. Ia tampak begitu marah, pada Wanita itu.


Linda begitu kaget, saat kartu tersebut mengenai wajahnya. Dan saat kartu itu jatuh ke dalam pangkuannya, ia pun langsung melihat kartu tersebut, "Eh, inikan KTP teman saya Tuan. Dia satu pondok dengan saya," jelas Linda setelah ia membaca nama yang tertera di kartu tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kartu itu ada pada mu, hah?!" tanya Richard, terlihat begitu penasaran.


"Itu karena saya sengaja membawanya karena kartu itu tertinggal di pondok. Dan saya bermaksud ingin mengembalikannya pada teman saya itu Tuan," jelas Linda, menerangkan mengapa kartu tersebut ada padanya.


"Apakah yang kamu kata itu benar Nona?" tanya Richard lagi, yang sepertinya ia belum mempercayai perkataannya Linda.


"Benar Tuan! Untuk apa saya berbohong. Tapi kalau Anda tidak percaya, Anda bisa melihat di tas saya. Karena di sana ada KTP saya yang sebenarnya!" jawab Linda lagi, seraya ia melirik ke tas kecilnya, yang terlihat masih berselempang di bahunya.


mendengar perkataan Linda Richard memberi isyarat pada anak buahnya, agar dia memeriksa tas yangbmenyelempang di tubuhnya Linda. Mendapatkan isyarat dari Bos, Sandy pun langsung menghampiri Linda dan ia langsung menggeledah tasnya Linda. Dan benar saja yang dikatakan Linda, ternyata di dalam tasnya tersebut, terdapat sebuah kartu dengan warna yang sama seperti yang ada di dalam pangkuannya.


"Ini Bos!" kata Sandi, seraya menyerahkan kartu tanda penduduk pada Richard. Dan seketika Wajah Richard, langsung berubah tampak sekali ia begitu murka. setelah mendengar pengakuan wanita bercadar yang ternyata ia bukanlah orang yang dicari.


"Brengsek Kau Alexander! Cih berani sekali dia mempermainkan Gue! Tampaknya Dia sudah bosen hidup!" geramnya, seraya ia bangkit dari duduknya. "Sandi Hancurkan Casino miliknya! Dan bawa dia kesini hidup-hidup! Karena tanganku sudah gatal ingin mencincang tubuhnya!" lanjutnya lagi, memberikan perintah pada Asistennya.


"Bagus! Sekarang kau urus wanita ini! Dan habiskan saja Dia!" titah Richard, seraya ia melangkah kakinya meninggalkan ruangan interogasi tersebut. Namun belum lagi ia mencapai pintu, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya, lalu ia pun membalikkan tubuhnya dan kembali menatap Linda, dengan wajah datar.


"Tunggu! Bukankah tadi kamu katakan, ingin mengembalikan kartu itu pada pemiliknyakan?" tanya Richard, dengan wajah datarnya.


"Benar Tuan! Saya memang ingin mengembalikan kartu itu," balas Linda.


"Bagus! Kalau begitu saya yang akan mengantar kamu!" kata Richard, yang sepertinya ia sedang merencanakan sesuatu. "Sandi! Buka ikatan wanita itu! Dan segera bawa dia ke mobil!" titahnya pada asistennya. Lalu ia kembali melanjutkan langkahnya, tanpa menunggu jawaban dari Sandi.

__ADS_1


"Baik Bos!" Sandi pun langsung membuka ikatan tangan Linda. Dan kemudian ia langsung membawa Linda, pergi dari ruangan tersebut. Dan tak berapa lama mereka pun sampai di mobil, yang ternyata Richard sudah ada didalamnya.


"Masuklah Nona!" kata Sandi seraya ia membuka pintu mobil bagian depan. Dan Linda pun langsung masuk, dan duduk tepat di samping kursi pengemudi. Setelah Linda masuk, sandi pun langsung bergegas masuk juga. Dan tak berapa lama ia pun mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, dan meninggalkan markas mereka.


"Sekarang katakan, dimana kalian akan bertemu, hm? Pasti kalian sudah janjian bukan?" tanya Richard, di tengah-tengah perjalanan mereka.


"Benar Tuan. Kami janji ketemuan di dekat taman kota," jawab, Linda yang sepertinya ia berkata apa adanya.


"Bagus! Sandi cepat kita ke taman kota!" titah Richard, tampak berantusias. Karena ia berpikir akan segera bertemu dengan adik musuhnya, yang menjadi incarannya selama ini.


"Baik Bos!" Sandi pun langsung mengarahkan mobilnya menuju ke taman kota, dengan kecepatan tinggi.


Namun belum lagi mereka sampai di taman kota, tiba-tiba saja terdengar suara deringan Handphone dari saku jasnya Richard. Dan otomatis, Richard pun mengambil benda pipihnya tersebut, dan langsung menerima panggilan tersebut.


"Halo!" katanya saat sambungan mulai terhubung.


"Halo Bos. Maaf saya mengganggu kenyamanan Anda. Tapi saya menghubungi Anda, Karena saya ingin memberitahukan kalau, gudang yang berada di kota xx terbakar Bos!" ujar seorang pria dari sebrang. Mendengar perkataan pria tersebut Richard pun langsung terkejut. Dan wajahnya langsung berubah murka.


"Apa?!! Brengsek! Sandi balik arah kita ke kota xx!" titahnya dengan wajah yang terlihat begitu kesal.


Melihat Richard murka, Sandi pun langsung mengarahkan mobilnya sesuai titah Bosnya. Tanpa berkata apapun, karena ia tahu kalau Bosnya sedang murka maka, semua akan mendapatkan imbasnya dan itu termasuk dirinya.

__ADS_1


...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏


__ADS_2