
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*
Hati yang lembut pasti memukau siapa saja yang berinteraksi dengan pemiliknya. Ia adalah pintu kebaikan. Ia juga kunci sukses Rasulullah ﷺ dalam berdakwah, berkeluarga, berorganisasi, bahkan dalam berpolitik. “Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. 3:159)
Perjuangan kita adalah bagaimana melembutkan hati sehingga adab dan kesantunan menghadapi orang lain yang berbeda latar belakang, pendidikan, bahkan berbeda bahasa & bangsa tetap terjaga. Permasalahan akan semakin runyam bila hati mudah terbakar. Hiburlah diri dengan sabda Nabi ﷺ, "Para penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah penduduk bumi maka kalian akan disayangi oleh siapa saja yang ada di langit." (HR. Abu Daud: 4290).
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Richard meninggalkan klub malam dengan keadaan yang amat kesal setelah mendengar perkataan dari wanita penghibur yang berada di klub malam tersebut. Ia terus berjalan menuju ketempat mobilnya terparkir. Sesampainya di mobil ternyata Sandi sudah menunggunya dengan setia. Bahkan ia langsung membukakan pintu mobilnya ketika melihatnya keluar dari klub tersebut.
"Silahkan Bos!" Katanya mempersilahkan bosnya masuk. Setelah bosnya masuk, ia langsung bergegas menuju ke pintu disamping kursi kemudinya.
"Jalan! Kita ke apartemen Elisa!" Kata Richard, setelah melihat Sandi telah duduk di belakang kemudinya.
"Baik Bos!" Balas Sandi. Dan tak berapa lama kemudian, mobil pun mulai melaju dengan perlahan, hingga akhirnya mobil memasuki jalanan raya. Dan Sandi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum.
Setelah melakukan perjalanan empat puluh menit, akhirnya mobil Richard berhenti di sebuah gedung apartemen yang terlihat mewah. Dan tanpa menunggu Sandi membukakan pintu mobilnya, Richard sudah lebih dulu membukanya. Dan kemudian langsung bergegas memasuki pintu lobby apartemen tersebut dan langsung menuju ke pintu lift. Tampaknya ia hendak naik kelantai atas.
Setelah pintu lift kembali terbuka, Richard langsung bergegas menuju sebuah pintu yang tak berapa jauh dari lift tersebut. Setibanya di pintu tersebut, Richard langsung menekan tombol yang ada di dekat pintu apartemen itu. Dan tak berapa lama kemudian pintu pun terbuka. Dan tampaklah seorang wanita cantik nan seksi sedang berdiri tepat di pintu tersebut.
__ADS_1
"Tuan Richard! Anda datang? Ayo masuk Tuan!" Kata wanita itu. Terlihat sekali kalau wanita itu tampak begitu senang melihat kedatangan Richard. Bahkan ia langsung merangkul lengannya Richard, dan membawanya masuk.
"Lisa! Siapkan air! Aku mau mandi!" Kata Richard seraya ia berjalan menuju ke kamarnya.
"Baik Tuan," balas wanita yang dipanggil Lisa itu. Lalu ia pun langsung bergegas menuju ke kamar mandi, yang berada dikamar itu. Dan tak berapa lama ia kembali kekamarnya dan melihat Richard masih membuka kancing kemejanya.
"Mau saya bantu Tuan?" Tanyanya saat ia sudah berada di dekat Richard.
"Tidak usah aku bisa sendiri!" Katanya terdengar datar, sambil ia berjalan menuju ke kamar mandinya.
Cukup lama Richard berada di kamar mandinya. Membuat Elisa menjadi gelisah, karena sudah cukup lama juga ia menunggu Richard di atas ranjangnya. Dan karena begitu penasaran akhirnya ia pun memberanikan diri untuk masuk ke kamar mandinya itu. Setibanya di dalam kamar mandi ternyata ia melihat Richard sedang berendam di dalam bathtubnya, sambil memejamkan matanya. Elisa pun menghampirinya.
"Seperti Anda sedang kelelahan, kalau begitu bolehkah saya memijat Anda Tuan?" Kata Elisa, yang langsung menyentuh pundak Richard, tanpa menunggu persetujuan darinya. Bahkan ia langsung memijat kedua pundaknya itu, membuat Richard tak bisa menolaknya, apalagi pijatan Elisa membuatnya semakin rileks.
"Aah.. syukurlah kalau anda menyukai Tuan. Jadi saya bisa sering-sering memijat Anda," balas Elisa, masih memijat pundak Richard. Dan Richard terlihat tidak ingin membalas perkataannya lagi. Ia lebih memilih untuk menikmati terus pijatannya Lisa.
Pada awalnya, Elisa masih memijat ditempat-tempat biasa-biasa saja. Namun lama-kelamaan ia terlihat begitu berani. Dan mulai memijat ketempat-tempat titik kelemahannya Richard. Dan otomatis membangkitkan hasrat birahinya.
"Ukhm.. apa sekarang kau sedang menggodaku, hm?" Tanya Richard, seraya ia menarik tangan Elisa.
"Kayak!!" Pekik Elisa tampak terkejut. Sebab menariknya tanpa memberi aba-aba. Dan seketika tubuhnya langsung masuk kedalam bathtub dengan posisi berada diatas tubuhnya Richard.
__ADS_1
"Aah.. Tuan baju saya jadi basah!" Kata Elisa dengan nada seakan ia sedang marah. Padahal ia amat menyukainya.
"Itu salah kamu sendiri kenapa kamu menggodaku," kata Richard seraya ia mencumbui bagian leher Elisa. Sambil tangannya merobek bajunya Elisa.
"Aakh... tuan Richard? Hmm.. Aah." Tubuh Elisa mulai menggeliat, ikut menikmati sensasi yang diciptakan oleh Richard. Sehingga tanpa ia sadari suara lenguhannya keluar begitu saja.
Richard yang mendengarnya membuat ia semakin bergairah. Dan kini ia mulai menciumi wajah Elisa. Namun saat ia hendak mencium bibirnya, tiba-tiba ia seperti melihat wajah Hidayah di wajahnya Elisa. Membuat ia seketika mendorong tubuh Elisa dengan sekuat tenaganya. Sehingga punggung Elisa langsung membentur pinggiran bathtub.
"Kayak!! Sakit Tuan!" Pekik Elisa terlihat ia begitu kesakitan. "Mengapa Anda mendorong saya Tuan? Apa salah saya?" Tanya Elisa lagi, dengan wajah yang terlihat sedang meringis kesakitan.
"Aah.. berisik Lo!" Bentak Richard terlihat begitu kesal. Lalu ia pun bangkit dari bathtub tersebut. Lalu ia pun langsung melangkah keluar meninggalkan Elisa yang masih terlihat kesakitan.
Sedangkan Richard yang telah didalam kamar langsung memakai bajunya kembali dengan wajah yang terlihat amat kesal.
"Sialan! Kenapa gue jadi terbayang wajah wanita itu sih! Bikin kesel aja sih!" Gerutunya, sambil ia memakai kembali celananya yang tadi. Setelah selesai ia pun bermaksud meninggalkan kamar itu. Namun tiba-tiba Elisa keluar dari kamar mandinya.
"Tuan Anda mau kemana? Apakah Anda tidak ingin melanjutkan lagi ditempat tidur, hm?" tanya Elisa. Seraya ia berlari dan langsung memeluk tubuh Richard dari belakang. Dan kemudian ia bermaksud ingin mencium bibir Ricardo. Namun saat bibirnya mulai mendekati bibirnya, tiba-tiba Richard kembali mendorong tubuhnya.
Setelah mendorong Eliisa, Richard langsung bergegas keluar dari apartemennya Elisa dan langsung memasuki pintu lift dan didalam lift tersebut.
"Brengsek! Kenapa bisa terbayang dia lagi sih?! Aakh.. gue bisa gila kalau begini terus! Aak.. Sialan!!" gerutu Richard sambil ia meninju pintu lift. "Aakh.. Sakit!!"
__ADS_1
...••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱•••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa juga Vote ya novel ini 🙏 Syukron 🙏.