HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
MENAKLUKKAN TUAN MAFIA.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


Orang yang pemaaf dan tidak mau membalas kepada orang yang berbuat jahat padanya, dipuji oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis saat beliau memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,


وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ


“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud, no. 4084; Tirmidzi, no. 2722)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


"AAAAKH!!" Pekik Richard. Sambil ia mundur beberapa langkah, lalu ia langsung melihat ke lengannya, yang ternyata sudah bersimbah darah. Akibat kena sabatan daripadanya Hidayah.


Melihat lengannya yang berdarah Richard malah menyunggingkan senyuman seringainya pada Hidayah. "Heh.. Menarik! Boleh juga kemampuan Anda Nona! Aku suka wanita tangguh seperti Anda!" Kata Richard. Seraya ia menjilat darah yang terdapat di lengannya. Dan dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Hidayah.


"Gimana kalau kita bikin kesepakatan Nona, didalam pertarungan ini! Siapapun pun menang akan berkuasa atas yang kalah. Seperti bila Aku yang menang, Aku mau Anda menjadi wanita saya! Begitu juga sebaliknya, gimana Nona, apakah Anda setuju, hm?" Sambung Richard lagi. Membuat mata Hidayah langsung terbelalak tajam menatap wajah Richard.

__ADS_1


"Cih! Lebih baik aku mati daripada aku harus menjadi wanita!" Balas Hidayah, dengan tatapan penuh kebencian pada Richard.


Sekali lagi riset menyunggingkan senyuman seringainya pada Hidayah, "Heh..! Sangat menarik! Aku semakin suka melihat tatapanmu yang tajam seperti itu, sangat-sangat cantik!" Kata Richard. Membuat Hidayah semakin geram melihatnya.


"Anda terlalu banyak omong Tuan! Sekarang terimalah ini! Hiaaat!!" Teriak Hidayah, sambil ia kembali mengayunkan pedangnya kearah Richard. Namun dengan sigap Richard langsung mengelakkan tubuhnya. Bahkan ia langsung memutarkan tubuhnya kearah Linda. Dan ketika ia telah didekat Linda, Richard pun langsung menarik tangan sahabatnya Hidayah itu. Dan kemudian tangan meiting leher Linda dari belakang dan setelah itu tangan kanannya langsung mengambil pistol yang di pegang oleh salah satu anak buahnya.


"Hentikan!! Sudah cukup bermain-mainnya Nona! Sekarang lemparkan pedang itu! Kalau tidak, jangan salahkan aku bila peluru di pistol ini, jadi bersarang di kepala teman kau ini!" Ancam Richard yang kini tatapannya langsung berubah dingin.


Melihat hal itu, Hidayah tampak semakin marah. Namun ia tak berdaya, sebab ia tak ingin mengorbankan siapapun lagi. Apalagi Linda ada sahabat baiknya. Jadi mau tak mau ia mengikuti pun mengikuti titah Richard. Yaitu melemparkan pedangnya, ketanah, seraya ia berkata.


"Dasar manusia licik! Beraninya bersembunyi di belakang wanita!" Katanya terdengar begitu geram.


"Pedang yang luar biasa! Sama persis seperti pemiliknya!" Kata Richard lagi seraya ia menatap pedangnya Hidayah. Setelah itu ia kembali melangkahkan kakinya seraya berkata pada anak buahnya.


"Bawa kedua wanita itu ke markas!!" Teriaknya, sambil menyerahkan pedang Hidayah kepada Sandi.


"Baik Bos!" Balas Sandi, lalu ia pun memerintahkan pada anak buahnya untuk membawa Hidayah dan Linda. Dan akhirnya mereka langsung membawa Hidayah dan Linda ke mobil untuk dibawa markasnya Richard.

__ADS_1


...*****...


Sesampainya di markas, Richard langsung mendapatkan perawatan dari dokter pribadinya yang bertugas di markas tersebut. Sedangkan Hidayah dan Linda di bawa ke sebuah ruangan yang tampak itu ruangan penyiksaan. Lalu keduanya dikat disebuah kursi yang berada ditengah-tengah ruangan tersebut. Dengan posisi tangan diikat juga dibelakang kursi itu. Sedangkan kaki mereka diikat di kaki kursi. Sehingga mereka sulit sekali bergerak.


Setelah anak buah Richard mengunci mereka di dalam ruangan tersebut. Linda akhirnya buka suara, "Maaf Ty Dayah, pada akhirnya Ana malah menjadi penghalang Anti, untuk melakukan balas dendam," kata Linda tampak merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Ty Linda. Mungkin ini sudah menjadi bagian dari rencana Allah. Karena bila tidak ada Anti mungkin Ana, sekarang sudah menjadi seorang pembunuh. Padahal kyai Ibrahim, sudah mengingatkan Ana, untuk tidak membalas dendam," balas Hidayah, membesarkan hati Linda, agar ia tak merasa bersalah padanya.


Lalu Hidayah pun menceritakan pada Linda, tentang apa yang dikatakan oleh Kyai Ibrahim, yang menurutnya itu adalah sebuah tantangan baginya. Yaitu menaklukkan si pembunuh orang tua serta suaminya. Dan si pembunuh itu tak lain adalah Richard.


"Hmm.. sebenarnya yang dikatakan Kyai Ibrahim benar Uty. Anti ingatkan arti dari surat Al-Maidah ayat dua?" tanya Linda, seperti berharap Hidayah membacakan Artinya.


"Ya Insya Allah Ana ingat Ty. Firman Allah Ta'ala yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." ( QS. Al-Ma'idah ayat dua) " ucap Hidayah yang mengutarakan arti di dalam surat Al maidah tersebut.


"Alhamdulillah.. nah apakah Anti tau inti penyampaian surah itu?" Tanya Linda lagi. Namun tak dijawab oleh Hidayah. Padahal sebenarnya ia tahu, namun ia memilih diam. Karena ia merasa malu, sebagai seorang Hamba.


Karena melihat sahabatnya Diam, Linda menyangka kalau sahabat itu tidak tahu dan akhirnya ia pun menerangkannya pada Hidayah.

__ADS_1


"Ty, Pokok penyampaian Surah Al Maidah Ayat 2 adalah seorang muslim dilarang membenci. Hal ini dapat membuat seseorang melakukan hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dan Surah Al Maidah Ayat 2 juga menyuruh seorang muslim bergotong royong dan melakukan kebaikan. Maksudnya, seorang muslim harus tolong menolong dalam kebaikan Ty. Nah membantu seseorang menemukan Hidayahnya itu termasuk hal kebajikan Ty. Jadi yang kata Kyai Ibrahim itu benar, Anti harus bisa menaklukkan Tuan Mafia itu!"


__ADS_2