HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
AKHIRNYA DIA MUNCUL JUGA.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


Jika Kita Sudah Memulai Karena Allah, Janganlah Kita Menyerah Karena Manusia. Ikhlas itu berat tapi luar biasa hadiahnya.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam


Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya)


Jika segala ibadah yang kita lakukan ikhlas karena Allah, maka sudah semestinya kita bersungguh-sungguh dan istiqomah dalam menjalankannya. Jangan sampai karena urusan dunia kita meninggalkan dan berhenti istiqomah beribadah karenanya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Begitu mengetahui alamat sang peretas, Richard langsung memerintahkan anak buahnya, untuk melacak alamat tersebut. Dan karena takut, akan tertipu lagi oleh Alexander, ia pun sengaja menugaskan Alexander sebagai pemimpin pencarian tersebut. Sehingga dalam waktu beberapa jam saja, mereka berhasil memasuki area alamat sang peretas.


"Hah.. Hutan? Apakah kau yakin disini tempatnya Alex?" Tanya Richard, terlihat terlihat begitu bingung. Sebab Alexander membawa mereka memasuki kawasan hutan.


"Yaa gue sangat yakin, disini tempatnya ! Sebab titik sinyalnya kira-kira beberapa meter lagi dari sini, Bos!" balas Alexander, begitu yakin. Dengan tatapan mengarah jauh memasuki kedalam hutan.


"Tapi, bukankah di daerah sini tidak ada rumah? Atau jangan-jangan, Lo ingin menipu gue lagi hah?!" Geram Richard, yang sepertinya ia masih tidak percaya pada Alexander.


"Hmm.. begini saja bos, daripada Anda hanya mereka-reka saja. Mendingan kita periksa langsung kesana! Gimana bos, apakah Anda bersedia ikut saya? Atau Anda mau tinggal di..." balas Alexander. Namun perkataannya langsung disela oleh Richard.


"Aah.. sudahlah jangan banyak omong! Cepat Lo jalan duluan!" Ujar Richard, dengan nada suara kerasnya.

__ADS_1


"Oke, siapa takut!" Balas Alexander, lalu ia pun mulai melangkahkan memasuki hutan tersebut. Begitu juga dengan Richard beserta para anak buahnya yang terlihat mengikuti Alexander dari belakangnya.


Mereka masih terus berjalan, dan semakin jauh memasuki hutan tersebut. Hingga pada akhirnya, langkah Alexander berhenti tepat didepan rimbunan ilalang yang menjulang tinggi dan disekitar begitu banyak ditumbuhi semak belukar. Melihat Alexander, berhenti, pun mengerutkan dahinya.


"Ada apa? Kenapa Lo ber..." tanya Richard. Namun pertanyaannya langsung terhenti. Tatkala melihat jari telunjuk Alexander menempel di mulutnya sambil berdesis.


"Sssth..! Jangan bersuara, karena titik sinyalnya berada di balik semak-semak itu," kata Alexander dengan suara berbisik.


"Apakah Lo yakin, disana tempatnya?" Tanya Richard, dengan suara berbisiknya.


"Yakin banget Bos! Kalau Anda tidak percaya, suruh salah satu anak buah Lo, untuk mengintai kesana. Bila perlu suruh mereka membabat habis semak-semak itu!" Balas Alexander penuh percaya diri.


"Cih! Itu hanya buang-buang waktu saja!" Balas Richard, sambil ia mengalihkan pandangannya kearah asistennya, "Sandi suruh anak buah kamu untuk periksa tempat itu, cepat!" Titahnya lagi pada asistennya itu.


"Baik Bos!"


"Lapor Bos! Ternyata di balik semak-semak itu, ada sebuah gua, Bos," Ujar pria itu, dengan suara yang terdengar pelannya.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita lihat kesana!" Kata Richard, dan akhirnya mereka pun mengikuti langkah pria tadi.


*****


Sementara itu di dalam gua.Tempat seorang wanita bercadar, sedang membakar seekor ayam hutan diatas api unggun. Dan Ia terlihat begitu serius membolak-balikkan ayam tersebut. Disaat masih serius seriusnya tiba-tiba ia merdengar suara patahan kayu, yang sepertinya diinjak oleh seseorang.


KRETEEK..!!


Seketika wanita bercadar itu langsung menolehkan wajahnya ke arah pintu gua, sambil berkata, "Ukhti Dayah? Anti itu?" Tanyanya, dengan tatapan masih mengarah ke pintu masuk gua tersebut. Dan saat bersamaan.

__ADS_1


"Sorry Nona, tebakan Anda salah!" Balas seorang pria yang tak lain adalah Richard. Melihat hal itu wanita bercadar itu langsung berdiri.


"Astaghfirullah! Antum?!" Sentak wanita bercadar dengan mata yang terlihat membulat, saking terkejutnya.


"Cih! Ternyata Anda orang yang sama yang sudah kabur dari mobilku! Bagaimana, apakah tebakanku benar... Nona Linda?" Kata Richard, membuat mata si wanita itu kembali membulat lagi. Dan tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi, karena saking terkejutnya.


"Kenapa Anda Diam Nona? Atau Anda sudah lupa pada saya, hm? Apakah perlu saya mengingatkan Anda lagi?" tanya Richard, seraya ia melangkah dengan perlahan mendekati wanita bercadar itu, yang ternyata ia adalah Linda, temannya Hidayah.


Melihat Richard hendak mendekatinya Linda pun langsung mengambil sebuah kayu dari tumpuk api unggun. Sehingga diujung kayu tersebut masih ada apanya "Ma-mau apa Anda! Jangan mendekat, atau Ana akan melempar Anda dengan kayu ini!" Ancam Linda, Seraya mengarahkan kayu yang berapi tersebut ke arah Richard. Sambil kakinya melangkah mundur kebelakang.


Mendengar ancaman dari linda Richard pun tersenyum sinis."Heh! Anda mengancam saya Nona? Kalau begitu, lakukanlah sekarang, aku akan menerimanya!" balasnya, masih berjalan mendekati Linda, yang semakin lama semakin mendekat. Karena ternyata langkah Linda yang mentok di dinding goa.


"Jangan mendekat! Saya katakan jangan mendekat jangan menyentuh saya!!" teriak Linda sambil mengayun-ayunkan kayunya yang sepertinya apinya sudah hampir mati, membuat Richard tersenyum smrik.


"Baiklah, Aku tidak akan menyentuhmu! Asalkan, kau mau mengatakan di mana wanita yang bernama Hidayah itu, maka aku akan melepaskan mu!" kata Richard. Namun belum lagi Linda membalas perkataannya, tiba-tiba terdengar suara lantangnya seorang wanita dari luar.


"Hei!! Tuan Mafia?! Yang Anda cari ada di sini! Keluar Anda dari Sana!!"


Mendengar suara tersebut, Richard kembali menyunggingkan senyuman smriknya, "Aak.. Akhirnya Dia muncul juga!!"


...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏


Oh iya guys, selagi menunggu Ramanda Update, yuk kunjungi novel temannya Ramanda yuk Tompealla kriweall 😉. Insya Allah, ceritanya keren habis deh. cus akh, mampir, jangan lupa kasih dukungannya juga ya Guys, Syukron 🙏


__ADS_1


__ADS_2