HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
ORANG PERTAMA.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Bila kita membiasakan diri berbuat kebaikan, maka tubuh akan otomatis selalu melakukan kebaikan. Berbuat baik itu awalnya dipaksa. Berbuat baik itu awalnya dilatih. Berbuat baik itu awalnya, dipacu dengan imbalan.


Lama-lama, akan terbiasa melakukan kebaikan. Tanpa dipaksa, atau tanpa diberi imbalan. Lama-lama, tubuh akan otomatis melakukan kebaikan. Tanpa disuruh, tanpa diperintah. Kalau tidak melakukan, jiwa akan terasa hampa dan gersang.


Membiasakan diri melakukan ibadah. Melatih diri melakukan amal. Suatu saat amal dan ibadah itu menjadi suatu kebutuhan. Suatu saat amal ibadah, jadi suatu kesenangan dan kenikmatan.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


"Eh! Air mata kebahagiaan?" Richard tampak bingung mendengar perkataannya Hidayah.


"Iya Mas, ini hanya air mata kebahagiaan saja. Karena tidak semua air mata yang mengalir itu menggambarkan kesedihankan? Sebab orang yang bahagia juga terkadang akan mengeluarkan air matanya. Seperti Ana sekarang ini, yang bahagia karena Mas mau belajar mengikuti syariat Islam," jelas Hidayah, sambil kembali ia menatap wajah suaminya.


Setelah mendengar penjelasan dari Hidayah. Richard yang sejak tadi hanya terdiam, kini ia malah mendekatkan wajahnya kepipinya Hidayah. Dan tak berapa lama kemudian ia pun menjulurkan lidahnya dan kemudian ia jilatin air matanya Hidayah yang terlihat masih mengalir di kedua pipinya. Sedangkan Hidayah hanya terdiam pasrah dan membiarkan suaminya menjilati pipinya sambil ia memejamkan matanya.


Setelah ia meminum semua air mata istrinya. Richard pun langsung mengecup kening Hidayah begitu lama. Dan karena kedua mata Hidayah masih terlihat terpejam. Membuat ia ingin mengecup kedua kelopak matanya tersebut. Setelah itu ia juga mengecup kedua pipinya Hidayah. Dan dilanjutkan dengan mengecup pucuk hidungnya yang mungil dan macung itu.


"Apakah kamu yakin Ingin melanjutkan ini? Katakanlah kalau kamu belum siap," Tanya Richard, setelah ia mengecup seluruh wajah Hidayah. Tampak diwajahnya, ia masih ragu untuk melanjutkan keinginannya. Sebab ia masih selalu teringat ketika Hidayah menyakiti tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari suaminya, Hidayah pun membuka matanya. Dan tampaklah olehnya wajah kecemasan dari suaminya. Dan Hidayah juga paham apa penyebab kecemasan suaminya itu. Dan tanpa berkata apapun, Hidayah langsung melingkari tangannya ke lehernya Richard. Setelah itu ia pun menempelkan bibirnya ke bibirnya Richard.


Mata Richard langsung membulat sempurna. Tatkala melihat istrinya yang mulai berani menyentuh dirinya duluan. Namun itu hanya sebentar, karena ia tak ingin melewati kesempatan itu. Lalu ia pun langsung respon serangan dari istrinya itu. Untuk sesaat Richard begitu menikmatinya bibir merah delima nan lembut miliknya Hidayah, yang terasa begitu manis bak sebuah permen. Sehingga menimbulkan suara kecapannya, berkali-kali.


Setelah merasa puas bermain di area bibir. Kini Richard mulai menelusuri leher jenjangnya Hidayah nan putih itu. Sambil tangannya mulai membuka resleting baju gamis yang dipakai Hidayah. Sehingga tampaklah olehnya bahunya dan bagian dadanya yang terlihat begitu putih. Membuat ia semakin ingin berpetualang di area perbukitan milik Hidayah.


Untuk sesaat Richard bermain disana, dan meninggalkan jejak-jejak hak kepemilikannya. Sehingga menimbulkan suara-suara yang terdengar Aneh dari mulutnya Hidayah. Namun terdengar indah ditelinganya Richard. Sehingga membangkitkan gairahnya yang ingin berpetualang ketempat yang lainnya.


"Ukhm...akh... Mas...uhmm...Ana ah.. sudah tidak tahan lagi..ha..ha.." Lenguhan demi lenguhan Hidayah kembali terdengar membuat ia tak mampu menahan hasratnya lagi. Dan ia langsung melucuti semua kain yang menempel pada dirinya.


"Ah.. lepaskanlah sayang hum.., kamu pasti akan merasakan kenikmatannya," kata Richard, yang kemudian ia pun kembali menyesapi bola-bola coklat milik Hidayah, membuat Hidayah akhirnya mengerang.


"Aaaakh.."


"Kyaak! Astaghfirullah.. sakit Mas!" Pekiknya, membuat Richard begitu kaget mendengarnya.


"Eh! Kamu masih perawan?" Tanyanya dengan wajah yang sudah dibanjiri dengan keringatnya.


"Hiks.. iya Mas Ana masih perawan, hiks.." balas Hidayah apa adanya. Dengan air mata yang terlihat kembali mengalir.


"Hah?" Richard seperti tak percaya dengan pengakuannya Hidayah. "Bagaimana bisa kamu masih perawan? Bukankah kamu sudah pernah menikah?" Tanyanya lagi, dengan wajah yang tampak bingung.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Mas, nggak mungkinkan Ana bercerita dengan keadaan kita yang seperti ini?" Balas Hidayah, yang memang saat ini posisi mereka masih dalam penyatuan yang sedikit menggantung.


"Aah... Ya sudah, kalau begitu aku lanjutkan lagi ya? Aku janji akan melakukannya dengan lembut," kata Richard dan hanya dianggukan saja oleh Hidayah.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya. Richard pun kembali menyorong juniornya masuk dengan perlahan. Namun tetap saja, sakit bagi Hidayah. Sehingga ia kembali terpekik kesakitan.


"Aakh! Astaghfirullah... Aah.. sakit Mas!" Teriak Hidayah sambil menutup mulutnya. Namun langsung di buka oleh Richard.


"Maaf Dayah, ini harus ku lakukan, agar nantinya, kamu tak merasakan sakit lagi," kata Richard, yang kemudian ia pun meraih bibirnya Hidayah. Sambil pinggulnya menekan bagian bawahnya dan sekaligus menyentaknya. Membuat Hidayah langsung menggigit bibir Richard.


"Ngiiik..!!" Pekik Hidayah, terdengar tertahan. Sebab giginya sudah tertancap di bibirnya Richard.


Karena gigitan Hidayah, dibarengi dengan masa pelepasannya. Membuat Richard, tak menghiraukan bibirnya lagi, yang ternyata sudah mengalirkan darah segar. Untungnya Hidayah langsung tersadar dan ia pun langsung melepaskan gigitannya.


"Aah.. Maaf, Mas Ana tidak sengaja," ucapnya merasa bersalah.


"Nggak papa Sayang," balas Richard seraya ia mencabut pedangnya, dan kemudian ia menjatuhkan dirinya tepat di sisinya Hidayah.


"Maaf juga, karena telah membuat kamu kesakitan. Dan terima kasih, karena kamu sudah menjadikan aku orang pertama yang meraih ke perawanan kamu," lanjutnya, sambil ia mengecup lembut dahi istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Sama-sama Mas. Ini semua juga, sudah menjadi bagian rencana Illahi," balas Hidayah terdengar begitu lembut.

__ADS_1


...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...


Yuk dukung Ramanda ya guys 🙏 Jangan lupa kasih kopi, Bunga dan juga Vote ya dinovel ini biar Author semangat nih. Jadi jangan lupa ya Guys 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2