HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
MAUKAH KAU MENJADI WANITAKU.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Setiap manusia di dunia sesungguhnya sedang melakukan perjalanan. Meskipun ia sedang berdiam diri atau menetap di suatu tempat yang terasa lama bagi ukuran manusia. Di dalamnya pasti tetap ada dinamika, ada perubahan alur cerita yang membuat episode yang sedang berlangsung berubah menjadi sebuah tantangan baru bagi hidupnya.


Mari kumpulkan bekal sebaik mungkin di setiap amanah yang diemban sebagai bukti kesaksian kita. "Beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jadilah kamu di dunia ini seolah-seolah seperti orang asing, atau seorang musafir yang kehabisan bekal." (HR. Ahmad: 5881).


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Richard tampak tidak saat melihat Linda berhasil meredamkan amarahnya Hidayah. Sebab ia sangat menyukai mata Hidayah, bila menatap tajam kepadanya. Karena menurutnya mata Hidayah sangat cantik. Apalagi ketika dia sedang marah, membuat matanya nampak bersinar menurutnya. Maka dari itu ia menjadi sangat kesal pada Linda. Sehingga timbullah keinginan untuk memisahkan mereka.


"Cih! Hai wanita kau terlalu banyak omong ya?!" Bukin sakit telinga saja!" Kata Richard pada Linda, sambil ia memberikan tatapan dingin padanya. "Sandi! Singkirkan wanita itu! Bawa dia keruangan penyiksaan!" Lanjutnya lagi dengan suara kerasnya. Karena saat ini Sandi berdiri sedikit agak jauh darinya.


"Baik Bos!" Balas Sandi, yang kemudian ia langsung memberikan kode pada salah satu dari anak buahnya. Dan tak berapa lama dua orang pria bertubuh besar mulai berjalan menghampiri Linda.


Hidayah yang melihat itu, kembali memasang mata tajamnya. Tanda ia kembali marah, "Apa yang mau kalian lakukan hah?! Jangan pernah menyentuh temanku!! Atau Saya akan.." Teriak Hidayah, sambil berusaha ingin melepaskan diri dari ikatannya. Namun ikatan itu terlalu kencang sehingga ia tak mampu melepaskannya.


Melihat kemarahan yang terpancar dari mata Hidayah Richard langsung menyunggingkan senyuman seringainya. "Heh.. Apa Nona? Kau akan apa hm?" Potong Richard sambil ia bangkit dari duduknya.


"Saya akan menghajar kalian semua!!" Ancam Hidayah sambil menatap geram pada Richard dan juga pada anak buahnya.

__ADS_1


Namun ancaman Hidayah tak dihiraukan oleh para anak buahnya Richard. Bahkan mereka langsung menyentuh Linda dan langsung membawanya.


"Lepaskan Ana!! Ty Dayah tolong Ana!!" Teriak Linda sambil meronta-ronta. Hidayah yang melihat itu semakin marah.


"Lepaskan temanku! Hai manusia laknat! Apa yang mau kau lakukan pada temanku hah?!" Teriak Hidayah begitu geram pada Richard, yang terlihat mulai berjalan menghampirinya.


"Apa yang ingin gue lakukan? Itu tergantung dengan sikap Anda Nona! Maka jadilah anak yang baik, agar teman kamu bisa terselamatkan!" Balas Richard, yang kini ia sudah berdiri tepat di depan Hidayah. Membuat Hidayah terpaksa harus mendongakan wajahnya, saat menatap wajahnya Richard.


"Cih! Dasar manusia licik! Sebenarnya apa mau hah?!" Tanya Hidayah masih terlihat geram melihat Richard.


"Apa mauku? Heh..! Apa kau yakin ingin tau, apa mauku Nona? Baiklah akan Ku beritahukan pada Anda, apa yang menjadi mauku," kata Richard, seraya ia menarik kursi yang tadinya bekas Linda duduk. Lalu ia hadapkan kursi itu di hadapan Hidayah, dan kemudian ia pun langsung duduk disana.


"Muak? Aah.. saya benar-benar kecewa sekali mendengarnya Nona. Padahal aku ingin menjadikan Anda wanitaku. Karena aku sangat yakin kalau dibalik cadar ini telah tersimpan kecantikan Anda," kata Richard, dengan tangan yang terlihat mulai mendekati cadarnya Hidayah. Karena memang sejak tadi ia begitu penasaran pada wajahnya Hidayah.


"Apa yang mau kau lakukan hah?! Jangan coba-coba kau membuka cadarku! Atau.. kyaaak..!" Ancam Hidayah, namu ia terlambat, karena Richard sudah lebih dahulu menarik cadarnya.


Richard sedikit terkejut, melihat wajah Hidayah, yang ternyata memanglah cantik. Untuk sesaat ia tertegun saat melihat kecantikan Hidayah, yang baginya bener-bener sempurna.Bahkan tanpa polesan sedikitpun.


"Aah.. dugaanku ternyata benar, Anda benar-benar sangat cantik Nona. Dan Aku benar-benarbsangat mengagumi kecantikanmu. Maukan kau menjadi wanitaku Nona," kata Richard, seraya tangannya seperti ingin menyentuh wajahnya Hidayah.


Namun belum lagi tangan Richard sampai ke wajahnya. Ludahnya Hidayah justru malah lebih dahulu mendarat ke wajahnya Richard.

__ADS_1


"CUIIH!! Mimpi Anda!" Kata Hidayah setelah ia memberikan air ludahnya ke wajah Richard.


Richard tak langsung marah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Hidayah. Ia malah menyunggingkan senyuman smriknya saja, sambil mengambil sapu tangan dari saku jas depannya. Kemudian ia langsung mengelap air ludah Hidayah, dengan sapu tangannya itu. Lalu sapu tangan itu ia tempelkan kehidungnya dan seraya berkata.


"Heh.. ternyata air ludah orang cantik itu harum ya? Aku jadi ingin segera mencicipinya," katanya seraya ia menatap wajah Hidayah, dengan tatapan gairahnya. "Aku benar-benar ingin menjadikan Anda wanitaku," lanjutnya lagi.


"Cih! Memuakan mendengar perkataan Anda! He, Tuan Mafia! Asal Anda tahu saja ya! Aku lebih baik mati daripada harus menjadi wanita manusia laknat seperti Anda!" Balas Hidayah dengan mata yang terlihat begitu jijik melihat wajah Richard, yang akan ingin berbuat mesum padanya.


"Lebih baik mati? Hmm... baiklah akan aku kabulkan Nona. Tapi setelah kau menyaksikan kematian teman kamu! Dan Aku akan memberi Anda waktu hingga besok! Jadi pikirkanlah sekali lagi keinginan Anda itu." kata Richard, seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Hidayah.


"He, Tuan apa yang mau kau lakukan pada temanku hah?!" teriak Hidayah, sebelum Richard keluar dari Ruangan itu.


"Menurut Anda apa yang akan aku lakukan, hm? Jadi pikirkanlah dengan baik Nona!" balas Richard tanpa menoleh ke arah Hidayah sedikitpun. Dan malahan ia langsung pergi begitu saja. Membuat Hidayah semakin kesal.


"Hah! Dasar manusia laknat!" umpatnya begitu geram. Namun seketika ia teringat pada perkataan Linda.


"Astaghfirullah.. A’udzubillahi minas-syaitanir rodzim, bismillahirrahmanirrahim" ucap Hidayah lirih. "Ya Allah lindungilah Ukhty Linda, dan berikanlah hamba petunjuk-Mu ya Allah, apa yang harus hamba lakukan,"


•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron

__ADS_1


__ADS_2