
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*
Kesulitan yang kita alami sejatinya adalah jalan untuk mendapatkan kemudahan yang jauh lebih besar. Dibutuhkan kelapangan hati agar kita bisa melewati berbagai kesulitan dan cobaan yang menimpa
Saat hati lapang menerima apa yang terjadi, maka kita akan jauh lebih mudah melewati setiap kesulitan. Namun bila hati kita sempit karena dipenuhi oleh penyakit hati maka akan terasa berat melewatinya.
Jadi, tidak ada jalan yang lebih baik atas apapun yang terjadi kecuali kita menerima dengan hati yang lapang. Saat hati kita benar-benar lapang, Allah pasti akan melapangkan berbagai kemudahan demi kemudahan. Sadari dan pahami bahwa kelapangan rezeki yang kita terima berbanding lurus dengan kelapangan hati.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Di Mansion Richard.
Semenjak mengetahui istrinya pergi ke pondokmya. Richard yang bermaksud ingin beristirahat malah jadi tidak tenang. Ia tampak sangat gelisah. Sehingga ia begitu sulit untuk tidur. Padahal tubuhnya sudah amat lelah sekali. Namun karena Pikirannya selalu tertuju pada istrinya. Akhirnya ia kembali bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian ia malah mondar mandir dikamarnya saja.
"Huh! Kenapa aku jadi kepikiran dia aja sih? Dan kenapa juga akhir-akhir ini jantungku selalu berdetak kencang. Apa jangan-jangan terkenak sakit jantung ya?" Gumam Richard, sambil ia memegang bagian dadanya.
"Aah.. mungkin ini karena aku kurang istirahat. Ya sudahlah sebaiknya aku tidur saja!" Gumamnya lagi, lalu ia pun kembali ketempat tidurnya dan kemudian ia baringkan kembali tubuhnya.
Untuk sesaat Richard memejamkan matanya. Namun tak berapa lama kemudian matanya kembali terbuka. Karena pikirannya kembali tertuju pada istrinya.
"Hah.. bagaimana kalau Dia tidak kembali lagi kesini? Bukankah ini kesempatan dia untuk kabur?" Gumam Richard lagi. Seraya ia bangkit lagi dari tidurnya dan langsung duduk di tepi ranjangnya.
__ADS_1
"Tidak bisa di biarkan! Lebih baik aku susul saja dia!" Katanya lagi, seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia pun bergegas menuju keruang pakaiannya.
Sesampainya didalam, Richard langsung mengambil salah satu jaket hitamnya. Dan kemudian jaket itu langsung ia pakai. Setelah itu ia langsung bergegas keluar dari ruangan tersebut, langsung bergegas keluar dari kamarnya juga. Richard berjalan terlihat begitu tergesa-gesa. Begitu juga saat menuruni anak tangganya. Dan baru saja sampai dilantai bawah, ternyata Johannes sudah berada disana.
"Permisi Tuan, saya mau menyampaikan, bahwa makan siang telah siap!" Kata Johannes, setelah melihat tuannya sudah sampai dilantai bawah.
"Aku tidak lapar! Jadi sebaiknya kamu bilang sama Sandi, untuk menyiapkan mobil! Karena aku mau pergi!" Balas Richard, seraya ia duduk disalah satu sofanya. Dan kemudian ia pun mengambil sepatu yang tadi ia letakkan tak berapa jauh dari ia tempat duduknya saat ini.
"Ooh.. baiklah Tuan!" Balas Johannes, dan ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Richard yang terlihat masih memakai sepatunya.
Setelah selesai ia pun langsung bangkit dari duduknya. Lalu ia pun berjalan menuju keluar. Namun baru saja disaat ia mau memasuki ruang tamunya, tiba-tiba langkahnya langsung terhenti. Karena ternyata ia berpapasan dengan Hidayah yang tampaknya ia baru saja sampai.
"Assalamu'alaikum? Mas sudah pulang?" Ucao Hidayah terdengar lembut. Lalu ia pun meraih tangan kanannya Richard. Bahkan ia juga langsung mengecupnya. Membuat Richard langsung tercengang dan hanya diam terpaku, bak patung pancoran.
"Mas, kok malah diam sih? Jawab dong sama Ana, wa'alaikumus salam gitu," protes Hidayah, karena melihat Richard yang hanya diam saja.
"Alhamdulillah... Nah gitu dong, kalau orang mengucapkan salam harus dibalas ya Mas?" Ujar Hidayah lagi, tanpa cagung sama sekali pada Richard. Ia terlihat begitu santai dan biasa-biasa saja. Dan tatapannya juga sudah tidak ada kebencian lagi, saat menatap wajah Richard. Hal itulah yang membuat Richard tampak heran dan bingung.
"Mas, kok diam lagi sih?" Protes Hidayah lagi, membuat Richard kembali tersentak.
"Eh! Iya iya, nanti saya jawab, salamnya," balas Richard dengan spontan.
"Nah gitu dong. Oh iya Mas sudah makan?" Tanya Hidayah terdengar lembut lagi.
__ADS_1
"Ah.. belum, saya belum makan," balas Richard, tampak canggung.
"Ooh.. makan bareng, sama Ana?"
"Boleh, kebetulan saya juga sudah lapar," balas Richard, berusaha menetralkan suasana hatinya, yang terlihat masih canggung.
"Baiklah, tapi tunggu sebentar ya Mas? Ana mau sholat Dzuhur dulu, atau mas mau sholat bareng juga sama Ana?" Tanya Hidayah lagi. Membuat Richard kembali bingung. Pasalnya ia tak pernah melakukan sholat, jadi mungkin saja ia tidak tahu cara melakukan sholat.
"Aah... Kamu duluan saja, aku tunggu di ruang makan aja," katanya, sambil mengalihkan pandangannya ke jam tangannya untuk menghindari tatapan lembut dari Hidayah yang membuat jantung mulai berdendang lagi.
"Hmm... Baiklah, tapi kapan-kapan kita Sholat bareng ya Mas?" Balas Hidayah dengan suara manjanya.
"Eh, iya! Udah sana pergi! Aku tunggu di ruang makan!" Kata Richard sambil berusaha memasang wajah datarnya.
"Okay Mas, kalau gitu tunggu sebentar ya? Muach!" Balas Hidayah, yang kemudian ia memberikan kecupan pada pipinya Richard. Setelah itu ia pun berlari menuju kelantai atas.
Sedangkan Richard langsung terpelongoh dengan mata yang terlihat masih membulat sempurna. Setelah mendapatkan kecupan dari Hidayah. Cukup lama ia terpelongoh, hingga akhirnya ia disadarkan oleh Johannes kepala pelayannya.
"Permisi Tuan Muda, mobil sudah siap! Apakah Anda mau pergi sekarang Tuan?" Tanya Johannes. Membuat Richard langsung tersentak.
"Eh! Aku tidak jadi pergi! Jadi sekarang sebaiknya kamu siapkan makan siang! Aku lapar!" Balas Richard, seraya ia memegang pipinya yang tadi habis dikecup oleh Hidayah. Lalu untuk mengalihkan perhatian dari Johannes ia pun langsung berjalan menuju ke ruang makan, meninggalkan Johannes, yang tampak bingung dengan tingkah laku Bosnya yang terlihat tidak biasa itu.
"Hah? Ada apa dengan Tuan muda sih. Kenapa sekarang menjadi plin-plan gitu ya? Tadi katanya tidak lapar, dan hanya ingin pergi, nah sudah disiapkan mobilnya. Malah sekarang bilangnya lapar, dan tidak ingin pergi. Haiis.. bikin keder ah, Tuan muda jadi aneh ya?" Gerutu Johannes, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...
Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa kasih Bunga dan juga Vote ya dinovel ini 🙏 Syukron 🙏.