HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
MELACAK.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hikmah 🦋❁❁⊱••••••••*


Di atas segala yang kita minta, ada takdir Allah yang menjadi penentuNya. Bahwa dalam hidup tak semua yang kita inginkan akan senantiasa terwujud seperti yang kita minta. Maka pada apa yang kita minta tetaplah bersabar dan berbaik sangka kepadaNya.


Karena bisa jadi dibalik tertundanya apa yang kita minta, Allah telah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik dari apa yang sudah kita minta dan usahakan, Dan Allah mempunyai cara lain untuk memberikannya kepada kita. Entah itu ditambah dengan ujian waktu, sakit, kegagalan atau yang lainnya. Maka bersabarlah dan tetap yakin pada-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Penampilan Richard sudah seperti orang gila. Setelah mengetahui, kalau ia sudah mengalami kerugian yang amat besar. Karena sudah hampir dua hari perusahaannya tidak dapat beroperasi. Ditambah lagi Sandi yang ditugaskan untuk mencari seseorang yang mampu mengatasi sistem di perusahaannya, belum juga temukan. Hal itu membuat Richard semakin murka pada semua karyawannya.


"AAAKH..!! Brengsek! Apakah diantara kalian tidak ada yang bisa mengatasinya semua ini hah?! Teriak Richard, sudah begitu kalah. Melihat bosnya begitu marah membuat semua karyawannya malah tertunduk semua. Melihat hal itu Richard pun tersenyum sinis.


"Heh! Dasar orang-orang Bodoh! Keluar kalian semua! Mulai hari ini kalian semua aku pecat!!" Teriak Richard sekencang-kencangnya, membuat semua karyawannya langsung berhamburan dari sana dan keluar begitu saja. Dan hanya beberapa orang saja yang terlihat masih berdiri pada tempatnya. Dan salah satunya adalah Sandi.


"Maaf Bos bolehkah saya menyarankan sesuatu?" Tanya Sandi yang akhirnya buka suara.


"APAAA!! Cepat kau katakan!" Bentak Richard, membuat tubuh Sandi langsung tersentak.


"I-itu Bos, seingat saya, Alexander pernah menjadi seorang hacker hebat. Jadi saya sarankan, kenapa kita tidak mencoba menyuruh dia untuk mengatasi hal ini. Siapa tahu saja dia mampu Bos!" Ujar Sandi, mengingatkan Richard pada Alexander.


Richard langsung mengerutkan keningnya, setelah mendengar perkataan Sandi, "Alexander?! Cih..! Dia sudah menipuku! Dan kau menyuruh aku, meminta bantuan pada orang yang telah menipuku, Sandi?" Tanyanya, sambil menatap dingin wajah sandi.


"Maaf Bos! Saya cuma memberi saran saja! Tidak ada maksud yang lain!" Balas Sandi, sambil menunduk wajahnya.


Richard tampak berpikir keras setelah mendengar Saran dari sandi, "Hah..! Ya sudah, kau bawa dia kesini! Tapi ingat, kalau Dia gagal, maka kau yang akan menemani Dia, menjadi makanan untuk buaya-buaya putihku! Apa kau paham?!" Ancam Richard, membuat sandi langsung bergidik.

__ADS_1


"Paham Bos! Kalau begitu saya permisi!" Balas Sandi, sambil membungkukkan tubuhnya. Setelah itu sandi pun melangkah pergi, untuk menjemput Alexander.


...*****...


Dua jam kemudian.


Tampak Sandi telah kembali, bersama tiga orang Pria. Dan dua diantaranya sedang memegang lengan seorang pria yang terlihat tangannya sedang diikat. Sedangkan tangan dan mulutnya ditutup dengan kain hitam. Sehingga ia terlihat tak berdaya.


"Permisi Bos! Saya sudah membawa Tuan Alexander, Bos!" Ujar Sandi, tatkala ia sudah berada di ruangan Richard.


Mendengar suara Sandi, Richard yang sepertinya sedang memejamkan matanya sambil bersandar di kursi kebesarannya, langsung membuka matanya. Dan seketika tatapan matanya berubah menjadi dingin.


"Buka penutup wajahnya!" Titah Richard terdengar tegas.


"Baik Bos!" Para anak buahnya Sandi pun langsung membuka penutup wajahnya Alexander. Dan tampak Alexander langsung terkejut, saat melihat wajah Richard yang begitu dingin.


"Cih! Sebenarnya gue ingin sekali melihat tubuh lo yang tercabik-cabik oleh buaya-buaya kesayanganku. Tapi sayangnya, gue belum mempunyai waktu!" Ujar Richard, dengan wajah geramnya.


"Ampunkan gue Bos! Gue ngaku salah!" Balas Alexander, dengan suara yang sedikit bergetar.


"Baiklah, gue akan mengampuni Lo! Asalkan Lo, bisa memperbaiki sistem di perusahaan gue. Dan apabila Lo bisa melacak IP address, yang sudah menghancurkan sistem gue. Maka gue akan memberi Lo hadiah yang sangat besar. Bukan hanya itu, Lo juga dapat bekerja disini. Gimana, apa Lo sanggup hah?"


Mendengar perkataan Richard, Alexander langsung tersenyum tipis, "Baiklah, akan gue coba. Tapi gue tidak bisa percaya dengan kata-kata Lo, begitu saja! Itu artinya gue mau ada hitam di atas putih! Gimana, apakah anda bersedia?" Katanya, sambil menaik turunkan alisnya yang terlihat begitu tebal.


"Cih! Pintar juga Lo! Okay, gue bersedia! Sandi persiapkan surat perjanjiannya sekarang juga!" Balas Richard, yang kemudian ia langsung memerintahkan sandi untuk membuat surat perjanjian untuk mereka. Dan tak berapa lama surat pun telah selesai. Lalu keduanya langsung, menandatangani surat tersebut.


"Baiklah sekarang katakan pada gue bagaimana cara Lo menangani masalah ini? Tanya Richard terdengar datar.

__ADS_1


"Heh.. lo masih belum berubah sama sekali ya? Masih saja arogan, dan suka tidak sabaran!" Kata Alexander dengan suara yang sedikit lirih. Namun masih terdengar oleh Richard.


"Apa? Lo bilang apa, hah?!" Tanya Richard sambil menatap tajam pada Alexander.


"Eh, bukan apa-apa! Baiklah, masalah lo bukan apa-apa bagi gue. Dan gue tahu alasan lo mendatangkan gue kemari adalah karena lo ingin menyelesaikan masalah lo dengan waktu sesingkat mungkinkan? Apa gue salah menebak Tuan Richard?"


Richard, sedikit tertegun setelah mendengar perkataan Alexander, yang menurutnya semuanya benar, "Tebakan lo sama sekali tidak salah! Untuk itu gue mau Lo secepatnya menangani masalah ini!" Katanya seraya ia bangkit dari duduknya.


"Baiklah, mengingat reputasi perusahaan ini sedang dipertaruhkan. Sekarang juga akan gue tanganin. Sebab kalau semakin berlarut-larutnya konsekuensinya akan semakin parah! Jadi sekarang ayo antar gue kesana!" ujar Alexander, penuh percaya diri.


"Baiklah! Ayo ikut gue!" balas Richard. Dan akhirnya, mereka pun langsung menuju ke ruang bagian keamanan sistem di perusahaan Richard.


Setibanya di sana, Alexander pun langsung mengerjakan, apa yang sudah diperintahkan oleh Richard. Tangan Alexandre terlihat begitu lihai saat memainkan tuts-tuts keyboard komputer yang ada di ruangan itu. Hingga dalam waktu dua jam saja, ia sudah dapat mengatasinya. Bahkan ia juga dapat melacak IP addressnya yang hacker.


"Bingoo!!" kata Alexander, dengan senyum kepuasannya.


"Ada apa?" tanya Richard sangat penasaran.


"Berhasil! Gue sudah berhasil melacak alamat IP musuh Lo! Dan posisinya saat ini berada di jalan xx!" jawab Alexander. Membuat Richard sedikit terkejut mendengarnya.


"Apa! itukan daerah gudang gue yang terbakar! Apakah, itu artinya, yang meretas sistem gue, masih orang yang sama membakar gudang gue?"


...•••••••••••⊰❁❁❁❁⊱••••••••••••...


Dukung Ramanda terus ya guys, Syukron 🙏


Oh iya guys, selagi menunggu Ramanda Update, yuk kunjungi novel temannya Ramanda yuk😉. Insya Allah, ceritanya keren habis deh. cus akh, mampir, jangan lupa kasih dukungannya juga ya Guys, Syukron 🙏

__ADS_1



__ADS_2