
*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*
Menjalani hidup adalah memilih. Namun untuk memilih dengan baik, kita harus tahu siapa diri kita. Apa sebenarnya yang sedang kita perjuangkan. Kemana kita akan pergi, mengapa kita harus sampai di sana.
Dunia bukanlah tujuan. Dunia itu sebuah perjalanan. Setiap nafas yang terhembus hari ini, setiap detak jantung yang berdegup detik ini, setiap kaki yang kita langkahkan tempo lalu, janganlah menjadi hembusan, degupan dan langkah yang sia-sia. Jangan menjadi lemah karena langkah salah yang telah kita tapakkan. Carilah Allah karena kita tahu bahwa Dia lah jawaban yang kita butuhkan.
Bergegas dan berhati-hatilah, waktu kita tak jelas, kesempatan kita terbatas, Untuk menggapai bahagia di kehidupan sebenarnya, Karena kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat nanti.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••
Para sahabat-sahabat Brian langsung tercengang setelah mendengar pengakuan Richard. Apalagi lagi, ketika mereka melihat sosok wanita yang yang diakuinya sebagai istri. Membuat mereka benar-benar seperti tak percaya pada apa yang dilihat oleh mata mereka.
"Apakah kita sedang bermimpi kawan?" Tanya Liechen. Dengan tatapan mata masih mengarah ke Richard yang terlihat masih merangkul wanita bercadar yang berdiri di sampingnya Brian.
"Gue juga nggak tahu kawan! Tapi, gue merasa sih, ini pasti mimpi," balas Kevin, yang terlihat tatapannya juga sama seperti Liechen.
"Sama guys, gue juga berpikir begitu. Sebab mana mungkin, Richard yang biasa dikelilingi oleh wanita yang cantik dan seksi. Bisa menikah dengan wanita ninja sih?" Timpal Robin, yang tampaknya ia juga nggak percaya dengan apa yang ia lihat.
Mendengar perkataan temannya Richard pun langsung melepaskan rangkulannya dari Hidayah. Lalu ia pun langsung menghampiri teman-teman yang terlihat masih melongo menatap Hidayah.
"Kalian berpikir sedang bermimpi? Maka jangan salahkan gue, kalau gue menggetok, kepala kalian satu persatu, hm?" Katanya sambil ia menjitakin kepala para temannya satu persatu dengan begitu kuatnya.
JETAK..JETAK... JETAK!! Dengan spontan ketiganya langsung tersadar dan langsung terpekik.
"Wadau!!"
"Aawu!!"
__ADS_1
"Aduuh!!" Pekik ketiganya secara bersamaan dan langsung mengusap-usap kepala mereka masing-masing.
"Sialan Lo! Kuat banget jutakan Lo! Sakit tau!" Protes Liechen, terlihat masih mengusap-usap kepalanya sendiri.
"Tau nih! Dedam Lo ya sama kami!" Sambung Robin, yang terlihat ia juga melakukan hal yang sama, yaitu mengusap-usap kepalanya juga.
"Woy! Kira-kira dong! Sakit banget sih jitakan Lo!" Celetuk Kevin juga, yang terlihat ia juga melakukan hal yang sama seperti kedua temannya yang lain.
Melihat ketiga teman Richard yang sedang mengusap-usap kepala mereka masing-masing. Membuat Hidayah yang melihatnya, langsung tertawa lucu. Hingga suaranya terdengar oleh mereka semua, termaksuk Richard.
"Hihihi... Ternyata taman-tamannya Mas, lucu-lucu semua ya?" Kata Hidayah, yang akhirnya ia buka suara juga. Membuat para teman Richard langsung mengalihkan kembali pandangannya Pada Hidayah.
"Eh! Akhirnya kakak ipar mengeluarkan suaranya juga. Dan ternyata suara kakak ipar lembut ya? Pasti orangnya cantik, benar tidak Kakak ipar? Ah, tunggu dulu, jangan dijawab. Soalnya Kitakan belum berkenalan, kalau begitu perkenalkan Say..." Ujar Liechen. Seraya ia mengulurkan tangannya kearah Hidayah. Lalu ia melangkahkan kakinya dan mulai mendekati Hidayah. Namun baru dua langkah ia berjalan, tiba-tiba kera baju jasnya yang bagian belakang ditarik oleh seseorang.
"Eh, eh-eh! Apa-apaan sih, main tarik kera baju orang! Emangnya gue kucing apa!" Protes Liechen, sambil berusaha melirik siapa yang telah menarik kera bajunya.
"Lah kan emang benarkan? Lo itukan kucing garong! Pantang banget ngeliat yang bening-bening, maka Lo main nyosor aja!" Balas Richard, yang ternyata dialah yang telah menarik kera bajunya Liechen.
"Iiis.. Mas Richard! Usil banget sih jadi orang. Kasian tau, temannya Mas," tegur Hidayah. Dan dengan spontan Richard pun langsung melepaskan tangannya dari kera bajunya Liechen.
"Huh! Ya sudah, kalau begitu kalian pergilah dari sini! Karena aku mau berduaan saja sama istriku!" Ujar Richard setelah ia mendorong tubuh Liechen.
"Eh, kok jadi ngusir sih? Kamikan belum kenalan sama bini Lo, bro," celetuk Robin. "Bolehkan kami kenalan dengan Anda kakak ipar?" Tanyanya lagi pada Hidayah. Namun belum lagi Hidayah sempat membalas pertanyaan Robin. Richard sudah lebih dulu menyelanya.
"Tidak boleh! Jadi sebaiknya Lo pada cepat pergi dari sini! Jangan sampai gue memanggil para scurity gue!" Ujar Richard terdengar ketus. Membuat Hidayah yang melihatnya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Astaghfirullah, Mas... Kamu kok kejam banget sih? Padahal merekakan cuma ingin berkenalan saja. Masa nggak boleh sih?" Tegur Hidayah pada Suaminya. Membuat para teman-teman, langsung senang karena mendapatkan belaan dari istri temannya itu.
"Tau nih! Richard emang begitu kakak ipar. Dia tuh terkenal kejam, orangnya," celetuk Robin lagi.
__ADS_1
"Benar kakak ipar, padahal kamikan cuma ingin berkenalan saja sama kakak ipar. Kok dia malah ngusir kami sih," sambung Liechen, seraya ia memasang wajah yang di bikin sedih.
Mendengar perkataan para teman-temannya yang terdengar seperti sedang mengompor-ngompori Hidayah. Membuat Richard terlihat semakin geram dengan mereka. "Kaliaan...!" Geramnya. Saking geramnya sampai-sampai bunyi keretekan dari giginya, begitu terdengar dengan jelas. "Sepertinya kalian sudah bosen hid..." Lanjutnya lagi. Namun perkataannya langsung disela oleh Hidayah.
"Mas!" Panggil Hidayah dengan suara yang sedikit keras. Membuat Richard langsung terdiam. Namun tatapan matanya tajam masih mengarah ke Liechen dan Robin.
Hidayah yang melihat itu pun langsung menghampiri suaminya. Lalu ia langsung merangkul lengan kirinya. Membuat mata Richard langsung beralih kepadanya. Dan ia pun melihat mata istrinya yang menyipit, pertanda ia sedang tersenyum padanya.
"Hanya berkenalan kok Mas. Nggak papa ya?" Kata Hidayah terdengar lembut.
"Hem!" Balas Richard, sambil membuang pandangannya dengan kesal.
Hidayah kembali menyipitkan matanya, menandakan ia sedang tersenyum melihat tingkah suaminya. Namun setelah itu pandangannya pun beralih ke para teman-teman Richard. "Salam kenal Akhi-akhi, saya Hidayah Khairunnisa, istrinya Mas Richard," ucapnya, seraya ia mengatupkan kedua tangannya.
"Aah.. nyaman banget mendengar suara Kakak ipar ya guys? Teduh banget hati gue," kata Robin. Membuat mata Richard kembali geram.
"Aaah... Banyak omong kau! Cepat pergi dari sini!!" Teriak Richard begitu kencang, membuat para teman-teman langsung ngacir terbirit-birit meninggalkan ruangan Richard. Dan tinggallah Hidayah dan Richard.
"Astaghfirullah... Mas, istighfar. Kamu kenapa sih?" Tanya Hidayah setelah kepergian para teman-teman Suaminya.
"Maaf Sayang, itu karena Aku tidak suka melihat mereka, memandangi kamu," balas Richard berkata apa adanya. Dan sambil membuka cadarnya Hidayah.
"Oooh... Jadi ceritanya Mas, sedang cemburu ya?" Tanya Hidayah, dengan tatapan sedikit menyelidik.
"Ya Aku memang cemburu!" balasnya sambil ia maraih bibir Hidayah dan melahapnya dengan rakusnya.
"Ehumm..!!"
...•••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...
__ADS_1
Maaf ya guys Ramanda baru update. Itu karena beberapa hari ini, Ramanda sedang tidak sehat. Di tambah lagi PakSu, ngacam Author tidak boleh menulis lagi, kalau tak mau beristirahat dulu. Yaa makanya Author terpaksa harus nurut🤧 Walaupun terkadang masih curi-curi Update novel terbaru Ramanda. Tapi itu karena Author takut levelnya anjlok, seperti novel ini. Makanya sekali lagi Author minta maaf ya, 🙏 Dan tolong doai agar Author kembali fit seperti sedia kala. 🙏 terima kasih sebelum dan sesudah 🙏