
Satu Minggu telah terlewati begitu cepat. Dan sudah satu Minggu juga Richard terlihat uring-uringan saat didalam selnya. Tepatnya sikapnya berubah setelah ia mendengar kalau istrinya sedang mengandung. Bahkan ia juga merasakan hal aneh pada dirinya. Karena disetiap paginya ia selalu merasa mual dan muntah-muntah. Hal itu terkadang membuat para satu selnya merjadi salah paham dengannya. Seperti pagi ini ia pun seperti itu, sehingga salah satu dari mereka akhirnya buka mulut.
"Hai, Tuan orang kaya! Kalau Anda tidak menyukai tempat ini! Seharusnya jangan melakukan kejahatan! Jadi Anda tidak perlu repot-repot mendatangin tempat yang jorok dan menjijikkan ini!" Celetuk salah satu penghuni sel yang satu ruangan dengan Richard. Dan kebetulan di dalam sel tersebut terdapat empat orang tahanan, dan itu termasuk Richard didalamnya.
Mendengar celetukan dari orang tersebut. Otomatis semua mata yang berada di sel mengarah langsung mengarah kepadanya. Dan orang tersebut pun merasa heran melihat tatapan mereka semua.
"Kenapa kalian semua malah menatap gue? Apakah ada yang salah dari perkataan gue, hah?" Tanyanya dengan tatapan penasarannya.
"Iya, emang nggak ada yang salah dari perkataan kamu Beno! Tapi apakah kau tidak tahu, siapa orang yang sedang kau tegur itu hah?" Balas seorang Pria yang memiliki tubuh besar yang kebetulan ia duduk tak berapa jauh dari pria yang dipanggil Beno tersebut.
"Emangnya siapa Dia Bang Iwan? Hmm... Apakah dia orang penting, atau seorang pejabat. Sehingga kita harus menghormatinya, gitu?" Tanya Beno, dengan tampang tengilnya.
"Dia bukan seorang pejabat! Tapi Dia seorang mafia yang kejam! Jadi maka dari itu sebaiknya kamu jaga mulut kamu baik-baik, Beno!" Timpal seorang pria paruh baya, yang memiliki wajah yang terlihat lumayan seram.
"Eh! Benarkah Bang Jack? Ah... Tapi inikan penjara mau dia Mafia kek, pejabat kek, mau apa kek! Itu tidak ada artinya, kalau sudah disini Bang! Karena makan tempat tidur, atau apapun itu, tetap aja sama!" Balas Beno, yang sepertinya ia tak memperdulikan peringatan dari para teman-temannya sesama satu sel.
__ADS_1
"Hah, Kamu? Berani banget berkat..." Kata pria yang dipanggil Jack. Tampak ia ingin menegur Beno lagi. Namun perkatanya langsung dipotong oleh Richard.
"Yang dikatakan dia tidak salah! Karena memang kita semua adalah sama! Apa lagi di mata Tuhan, yang tidak membeda-bedakan dari hamba-Nya. Jadi kalian tidak perlu merasa sungkan dengan saya. Karena saya juga makhluk Tuhan, sama seperti kalian," ujar Richard, seraya ia membersihkan mulutnya, karena habis memuntahkan isi perutnya.
Mendengar perkataan Richard, Jack maupun Iwan langsung bertatap muka. Namun raut wajah masih menggambarkan rasa takut pada Richard. Sebab mereka mengetahui identitas Richard sebenarnya. Berbeda dengan Beno, yang tampaknya ia tak mengenal Richard sama sekali jadi ia malah terlihat santai-santai saja.
"Tuh, benarkan? Jadi untuk apa kita takut, karena kita ini sama Bang. Yaitu, sama-sama penjahat, yang akhirnya sama-sama mendekam di penjara, iyakan? Jadi intinya, kalau tidak suka atau merasa jijik untuk tinggal di tempat ini. Maka jangan melakukan kejahatan dong!" Sindir Beno sambil melirik sinis pada Richard.
"Aah, maaf atas ketidak nyamanan Anda. Tapi yang jelas Anda sudah salah paham. Karena sebenarnya saya merasa mual dan muntah-muntah seperti tadi, itu bukan karena saya merasa jijik atau apalah itu, pada tempat ini. Hanya saja beberapa hari ini saya merasa ada yang aneh pada diri saya. Dan saya juga tidak tahu kenapa, tapi setiap pagi, atau saat mencium makanan saya merasa mual saja. Jadi mau gimana lagi kalau sudah begitu, hm?" Jelas Richard, yang tampaknya ia berkata apa adanya.
Mendengar hal itu Jack pun buka suara. "Maaf sebelumnya Tuan Richard, apakah saya boleh bertanya?" Tanyanya sedikit ragu-ragu.
"Aah, baiklah kalau begitu, saya tidak akan sungkan lagi," kata Jack, terlihat mulai santai.
"Terima kasih, itulah yang saya inginkan. Oh iya, bukankah tadi Anda ingin bertanya, Pak? Jadi apa yang ingin Anda tanyakan?" Tanya Richard, tampak ia sedikit penasaran.
__ADS_1
"Aah iya, tadi saya ingin bertanya, apakah Nak Thony, sudah memiliki istri?" Tanya Jack, masih terlihat berhati-hati.
"Iya benar, saya sudah beristri. Emangnya ada apa Pak?" Tanya Richard semakin penasaran.
"Ooh, syukurlah. Kalau begitu pasti istri Anda saat ini sedang mengandung, yaa?" Tanya Jack lagi. Membuat Richard tersentak mendengar pertanyaan tersebut.
"Eh! Bagaimana Anda bisa tahu, kalau istri saya sedang hamil?" Tanyanya tampak heran.
"Iya saya tahu, karena saya pernah mengalami couvade syndrome, seperti Anda. Ketika istri saya mengandung anak kami," jawab Jack, sambil tersenyum lembut.
"couvade syndrome? Maksudnya Anda apa Pak?" Tanya Richard yang sepertinya ia kurang paham dengan apa yang dimaksud oleh Jack.
"Maksud saya saat ini Anda sedang mengalami kehamilan simpatik. Yaitu Anda akan merasakan seperti wanita yang sedang mengalami ngidam. Ya gitu, kadang Anda akan merasa mual. Terkadang Anda akan menginginkan sesuatu yang ingin anda makan. Pokoknya seperti ibu-ibu yang lagi ngidam deh," jelas Jack, tampak bersemangat saat menjelaskannya.
"Haaah? Jadi sekarang Aku lagi ngidam gitu, Pak?"
__ADS_1
...*****...
Jangan lupa di dukung ya guys, dan yang utama di vote Ok, Syukron 🙏