HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
MERINDUKAN ORANG LAIN.


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Berjuang itu tak mudah, namun jika kita sertakan Allah dalam setiap langkah, maka semua akan terasa mudah. Semua akan terasa lebih ringan jika saja kita melibatkan Allah dalam setiap perjuangan kita. Karna sejatinya Allah lah sebaik-baik penolong kita. Tak ada daya dan upaya manusia tanpa pertolongan-Nya.


Untuk semua perjuanganmu yang belum terwujud janganlah cepat menyerah. Terus meminta padaNya dalam setiap doa, karna Allah tidak akan pernah memberi akhir sia-sia untuk usaha dan doa hamba-Nya.


Kita hanya perlu terus berjuang, bersabar dan menanti hadiah indah itu datang. Ketika saat itu tiba kita akan merasa jauh lebih bersyukur dari sebelumnya. Bahkan ketika pengabulan-NYA tak kita temui ketika di dunia fana. Setiap kesabaranmu akan berbuah berkali-kali lipat pahalanya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Johannes, tampak gelisah tatkala ia melihat mobil Richard memasuki pintu gerbang. Dan pelipisnya juga mulai mengeluarkan keringat dingin, ketika ia melihat mobil sang Majikan telah terparkir dengan sempurnanya. Tepat di depan teras Mansionnya. Dan tak berapa lama kemudian, Richard pun turun dari mobilnya.


"Se-selamat datang Tuan muda!" Sambut Johannes, seraya ia membungkukkan tubuhnya sedikit. Dan tampak sekali ia begitu gugup.


Melihat hal itu Richard pun mengerutkan dahinya. Karena saya setahunya kepala pelayannya itu tidak pernah sekali pun gugup. Terkecuali bila ia telah melakukan kesalahan. Makanya tak heran kalau saat ini Richard langsung curiga saat melihat Johanes gugup.


"Ada apa hm? Kenapa kamu gugup? Apakah kamu sudah melakukan kesalahan, hah?" Tanya Richard, dengan wajah penuh kecurigaannya. Namun ia tetap melangkah memasuki Mansionnya dengan mata tertuju kearah lantai dua.


"Oh, iya dimana istriku? Apakah dia masih suka mengurung diri di kamarnya?" Tanyanya lagi dengan mata masih mengarah ke atas.


"Ma-maafkan sa-saya Tuan! I-itu Nyo-nyonya.. Nyonya.." balas Johannes, tampak semakin gugup, sehingga kata-katanya menjadi terbata-bata.


"Ada apa dengan Nyonya?! Katakanlah dengan jelas Johan!!" Tanya Richard lagi yang nada bicaranya semakin keras.


"Maafkan saya Tuan! Nyonya baru saja pergi!" Balas Johannes, dengan suara terdengar bergetar.

__ADS_1


"Apa?! Pergi kemana Dia, hah?! Apakah kamu tidak becus menjaganya, sampai-sampai dia kabur, hah?!" Emosi Richard semakin meluap-luap tatkala ia mendengar istrinya telah pergi.


"Ti-tidak Tuan, Nyonya tidak kabur, dia hanya..." Balas Johannes, bermaksud ingin menjelaskan kepergiannya Hidayah. Namun, Richard yang tak sabar menunggu penjelasannya, malah langsung memotong perkataannya.


"Apa maksud kamu dia tidak kabur, hah? Lalu kemana dia? Cepat katakan dengan jelas Johan?!" Tanya Richard, yang kini ia sudah mencekam kera kemejanya Johannes. Tampak sekali ia sudah amat marah sekali pada kepala pelayannya itu.


"Tenanglah dulu Tuan, dan sebaiknya Anda duduk dulu. Biar saya jelaskan semuanya pada Anda," balas Johannes, menenangkan Richard.


"Baiklah! Sekarang jelaskan semuanya!" Kata Richard sambil ia melepaskan cengkraman tangannya. Lalu ia pun langsung duduk di salah satu sofa yang berada di ruang tamu.


"Begini Tuan, semenjak Nyonya berada disini. Baru hari ini beliau bersedia sarapan diruang makan. Bahkan baru kali ini beliau menanyakan Anda..." Jelas Johannes. Namun tatkala ia mengatakan kalau Hidayah menanyakan tentang Richard, dengan spontan Richard pun langsung menyelanya.


"Apa kamu bilang? Nyonya menanyakan Aku?" Potong Richard terlihat seperti tak percaya. Namun tampak juga dari raut wajahnya, kalau ia sedikit senang karena ternyata istrinya menanyakan tentang dirinya.


"Benar Tuan Muda! Tadi Nyonya sempat menanyakan tentang Anda.." balas Johannes, namun lagi-lagi Richard kembali menyelanya.


"Ooh.. beliau bertanya seperti ini, "Butler, apakah tuan mudamu sering tidak pulang seperti ini?" Seperti itu beliau bertanyanya Tuan," jelas Johannes, sedikit menirukan suara wanita.


Richard pun langsung tersenyum smrik setelah mendengar perkataannya Johanes, "Hmm.. lalu apa yang kamu jawab, hm?" Tanyanya lagi terlihat begitu penasaran.


"Saya bilang..."Tidak juga Nyonya. Biasanya kalau Tuan Muda tidak pulang. Itu tandanya beliau sedang melakukan perjalanan bisnis keluar negeri. Seperti saat ini beliau, sedang melakukan perjalanan bisnis kenegara Eropa," itulah jawaban saya Tuan," jelas Johannes, berkata apa adanya.


"Hmm.. terus apa tanggapannya?" Tanya Richard, terlihat semakin penasaran.


"Beliau, cuma bilang, "Oooh.. gitu?" Begitu saja Tuan," balas Johannes, berkata apa adanya lagi.


"Hah..? Hanya.. Ooh gitu doang? Tidakkah dia bertanya tentang yang lainnya?" Tanya Richard terlihat sedikit kecewa.

__ADS_1


"Tidak Tuan, hanya begitu saja," balas Johannes, menyakinkan tuannya lagi.


"Cih! Tidak bisakah dia bertanya yang lain? Huh! Aku berpikir Dia menanyakan aku karena Rindu! Rupanya hanya segitu doang!" Gumam Richard, tampak kecewa.


"Hmm... Sekarang katakan kemana dia pergi?" Tanya Richard, yang kini wajahnya kembali dingin.


"Nyonya tadi mengatakan, kalau dirinya sudah lama tidak kepondok pesantrennya Tuan. Jadi beliau izin pada saya, untuk mengunjungi pondoknya itu. Tapi Anda tidak perlu khawatir, Tuan karena Nyonya Pergi tidak sendirian. Beliau di antar supir dan beberapa bodyguardnya juga," jelas Johannes seadanya.


"Eh! Mau ngapain dia kesana?" Tanya Richard terlihat penasaran.


"Mungkin beliau Rindu dengan para Ustadzahnya kali Taun. Dan anda juga tidak perlu khawatir Tuan, karena beliau bilang tidak akan lama kok," balas Johannes.


"Huh! Sama orang lain bisa Rindu! Sama suaminya sendiri tidak! Padahal Aku, sudah mempercepat perkejaanku, biar secepatnya ketemu dia! Tapi sampai sini dia malah merindukan orang lain!" Gerutu Richard terlihat amat kesal.


"Hah! Tapi ya sudahlah! Untuk saat ini biarkan saja dia bertemu dengan mereka. Tapi lain kali, minta persetujuan dariku dulu! Kamu paham Butler?!" Ujar Richard terdengar tegas.


"Paham Tuan muda!"


"Ya sudah, aku mau istirahat dulu! Dan kalau Nyonya kamu pulang, bangunkan aku! Kamu mengerti?!"


"Mengerti Tuan!"


"Bagus! Kalau begitu aku istirahat dulu. Jangan ada yang ganggu!" Kata Richard lagi, seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun langsung naik ke lantai dua. Meninggalkan Johannes yang terlihat masih memandang kepergiannya.


"Hmm.. sepertinya tuan muda, sudah mulai jatuh hati pada istrinya. Aah baguslah, semoga setelah beliau tak lagi kesepian," gumam Johannes.


....••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...

__ADS_1


Dukung Ramanda terus ya guys 🙏 Jangan lupa juga Vote ya novel ini 🙏 Syukron 🙏.


__ADS_2