HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.

HIDAYAH UNTUK SANG MAFIA.
I'M YOURS


__ADS_3

*•••••••⊰❁❁🦋Kalam Hadits 🦋❁❁⊱••••••••*


Bila kita membiasakan diri berbuat kebaikan, maka tubuh akan otomatis selalu melakukan kebaikan. Berbuat baik itu awalnya dipaksa. Berbuat baik itu awalnya dilatih. Berbuat baik itu awalnya, dipacu dengan imbalan.


Lama-lama, akan terbiasa melakukan kebaikan. Tanpa dipaksa, atau tanpa diberi imbalan. Lama-lama, tubuh akan otomatis melakukan kebaikan. Tanpa disuruh, tanpa diperintah. Kalau tidak melakukan, jiwa akan terasa hampa dan gersang.


Membiasakan diri melakukan ibadah. Melatih diri melakukan amal. Suatu saat amal dan ibadah itu menjadi suatu kebutuhan. Suatu saat amal ibadah, jadi suatu kesenangan dan kenikmatan.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•••••••••••••••••••••⊰❁❁🦋❁❁⊱••••••••••••••••••••


Sesuai keinginan istrinya, Richard pun menemani Hidayah, berjalan-jalan di sekitar mansionnya Richard. Pada awalnya, keduanya terlihat hanya diam, dan hanya menikmati suasana pemandangan Mansion milik Richard, yang tampak mewah dan megah. Namun karena rasa penasaran, akan perubahan sikap Hidayah, akhirnya Richard pun buka suara.


"Aku sangat penasaran sama kamu. Kenapa sikap kamu bisa berubah begini? Bukankah selama ini kamu sangat membenciku? Bahkan kamu sampai menyakiti tubuh kamu sendiri. Bila Aku menyentuh kamu, dan kenapa sekarang justru kamu yang menyentuh aku?" Tanya Richard, tatkala mereka sudah duduk di sebuah kursi yang berada di taman mansion.


Hidayah langsung menatap wajah suaminya, setelah mendengar pertanyaannya. Bahkan ia juga membuka cadarnya, karena tampaknya disana tidak ada siapapun selain mereka. Kemudian ia pun tersenyum kecut, ada kesedihan yang terlintas dari wajahnya.


"Bohong rasanya, kalau Ana bilang ana tidak membenci Mas. Jadi jujur saja, Ana memang masih membenci Mas," balas Hidayah, sambil menatap wajah Suaminya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"Kalau memang kamu masih membenciku, kenapa kamu, malah menyentuhku? Bahkan tadi kamu sempat mencium pipiku?" Tanya Richard lagi tanpa bingung.


"Sebagai seseorang yang pernah membunuh keluarga ana. Ana memang membenci kamu Mas. Tapi sebagai seorang suami, Ana tidak berhak untuk membenci kamu Mas. Karena surga seorang istri ada pada Suaminya. Makanya Ana saat ini sedang berusaha untuk menghilangkan kebencian itu, dan berusaha untuk mengikhlaskan semuanya," balas Hidayah.


Namun tampaknya Richard masih belum memahami perkataannya Hidayah, "Surga seorang istri? Apa maksud kamu?" Tanyanya tampak penasaran.


"Mas, Ketika seorang wanita telah memutuskan untuk menikah, ia memiliki kewajiban kepada keluarga barunya terutama suami. Bahkan kewajiban tersebut melebihi kepada orang tuanya sendiri. Perintah seorang istri untuk taat kepada suami disampaikan oleh Rasulullah dalam beberapa riwayat hadits. Bahkan, jika bukan karena Allah yang patut disembah, Rasulullah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka.


Hal tersebut dijelaskan dalam salah satu hadits Rasulullah bersabda, “Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)


Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pertama dan utama seorang istri adalah kepada suaminya. Sebab, seorang suami adalah imam dan pemimpin bagi keluarga yang dibangunnya. Oleh karenanya, seorang suami harus mengerti agama sehingga ia dapat menjadi suami yang baik dan bisa membimbing istrinya agar terhindar dari api neraka. Sebab dosa istri adalah dosa suami ketika istri tidak diarahkan ke jalan yang benar oleh suaminya.


Hal itu sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang perempuan sholat lima waktu, puasa selama sebulan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, “masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad) "


Hidayah menjelaskan semuanya pada Richard dengan secara perlahan. Agar Suaminya dapat memahami apa yang ia katakan. Sebab bagi Richard, yang belum memahami ilmu agama, pasti akan sulit untuk mencernanya. Makanya ia harus menerangkannya dengan penuh kesabaran dan dengan penuturan yang terdengar begitu lembut. Dan benar saja ketika Richard mendengar penjelasan dari istrinya, membuat hatinya sedikit berbeda.


"Tapi aku tidak memiliki ilmu agama sedikit pun. Bagaimana bisa kamu berharap mendapatkan surga dariku?" Ujar Richard terdengar pesimis.


Hidayah pun langsung menyunggingkan senyuman manisnya pada suaminya. Sembari ia meraih tangan kanannya dan kemudian ia letakkan di pangkuannya, "Mas, ilmu agama itu masih bisa dicari. Asalkan ada di hati Mas, keinginan untuk menggalinya. Maka insya Allah, pasti akan ada kemudahan bagi Mas, mendapatkannya. Percayalah, Allah akan memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin mengetahui ilmu agamanya," balasnya, masih menyunggingkan senyuman manisnya. Membuat hati Richard menghangat.

__ADS_1


"Hmm.. kalau begitu, maukah kamu mengajarkanku?" tanyanya terdengar lirih. Sambil menatap wajah Hidayah begitu lekat.


Hidayah kembali tersenyum manis, dan kemudian ia mengecup lembut tangan kanan Suaminya yang tadi ia genggam dipangkunya. "Dengan senang hati Mas. Insya Allah Ana akan mengajarkan Mas, dengan ilmu yang ana punya," balasnya, sambil meletakkan tangan suaminya kepipinya sendiri.


Melihat hal itu, mata Richard langsung mengarah ke bibirnya Hidayah, yang terlihat begitu merah merona tanpa polesan sedikitpun, "Hmm.. apakah aku boleh mencium bibir kamu?" Tanyanya dengan mata masih mengarah ke bibirnya Hidayah.


Mendengar pertanyaan Richard, lagi-lagi Hidayah menyunggingkan senyuman manisnya. Seraya ia memegang pipinya Richard, dan kemudian ia pun mengecup singkat bibirnya Richard. "Boleh dong Mas. Kan kita sudah halal. Jadi Mas bebas menyentuhnya," katanya setelah ia memberikan kecupan singkatnya pada bibirnya Richard.


Mata Richard langsung membulat sempurna, tatkala Hidayah kembali berani memberikan kecupan pada dirinya. Namun ketika ia mendengar perkataan Hidayah, tanpa ingin berbasa-basi lagi, ia pun langsung meraih bibirnya Hidayah. Lalu menyesapinya dengan lembut. Tampak ia begitu menikmatinya, bak memakan sebuah permen, sehingga terdengar suara kecapannya.


"Aah.." Suara nafas Richard, setelah ia melepaskan tautannya. Lalu ia pandang lagi wajah Hidayah dengan lekat. Dan kemudian ia satukan dahinya kedahinya Hidayah, "Hmm.. apakah Aku boleh juga menyetuh tubuhmu yang lainnya juga?" tanyanya terdengar berhati-hati sekali.


Hidayah pun kembali tersenyum dengan ciri khasnya, yang begitu lembut dan manis, "Tentu boleh Mas, karena semuanya sudah halal bagi Mas. Itu artinya, I'm yours" balas Hidayah sedikit berbisik dikalimat terakhir. Membuat Richard langsung bangkit dari duduknya. Dan tanpa memberi aba-aba, ia langsung menggendong tubuh istrinya. Membuat Hidayah langsung terpekik.


"KYAAKK!!"


...••••••••⊰❁❁❁❁⊱•••••••••...


Yuk dukung Ramanda ya guys 🙏 Jangan lupa kasih kopi, Bunga dan juga Vote ya dinovel ini biar Author semangat nih. Jadi jangan lupa ya Guys 🙏 Syukron 🙏.

__ADS_1


__ADS_2