
"Aku merindukanmu!" ucap Raihan secara tiba-tiba, sambil memeluk tubuh halwa. Halwa hanya diam menerima perlakuan Raihan yang memeluknya di tempat parkir. Hingga pelukan itu terasa lebih erat. Halwa pun teringat kalau dirinya sedang berada di tempat umum.
Halwa menginjak kaki Rayhan dengan sengaja.
"Auw," pekik Reyhan. "Kenapa menginjak kakiku?" tanya Raihan mengaduh kesakitan.
"Makanya jangan asal peluk-peluk. Aku ini wanita yang sudah bersuami. Kau tidak melupakan itu kan. Bagaimana kalau suamiku mengetahuinya?" kesal Halwa.
"Benarkah?" tanya Raihan menyelidik.
"Kenapa? Kau tidak percaya kepadaku, kalau suamiku mengkhawatirkanku?" ucapnya. "Kalau suamiku tahu dia akan sangat marah kepadamu!"
"Ck,"
"Apa yang kau lakukan di Rumah Sakit?" tanya Reyhan.
"Aku," jawab Halwa tergagap. "Aku sedang memeriksa kan diriku disini,"
"Kau sakit apa?" tanya Reyhan khawatir.
"Kepalaku pusing," jawabnya. Reyhan merasa khawatir dan dia memegang kening Halwa.
"Tidak panas pun," gumamnya.
"Kepalaku pusing bukan berarti badanku panas. Kau menyebalkan sekali. Sudahlah aku akan pulang! Saya harap Anda minggir!" suruhnya.
"Tunggu sebentar!" Raihan menarik tangan halwa, hingga tubuh halwa hampir terjatuh dan Reyhan berhasil menangkapnya.
"Lepaskan aku!" berontak Halwa.
"Apakah kau tidak merindukanku?" tanyanya.
"Lepaskan aku, Rey!"
"Ayo jawab!"
"Tidak, Rey." jawab Halwa. "Aku tidak pernah merindukanmu." Reyhan terus memeluk tubuh Halwa yang sangat wangi. Hingga tanpa Halwa sadari, cardigan yang menutupi bahunya tersingkap, terlihatlah tato kupu-kupu yang melekat indah di bahu sebelah kanan. Reyhan bisa melihat itu dengan sangat jelas.
"Kau sudah gila ya!" sungutnya. Reyhan hanya terkekeh geli.
Halwa langsung masuk ke dalam mobil. Dia melajukan mobilnya dan meninggalkan Reyhan yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
Halwa bisa bernafas lega terhindar dari Reyhan. Dekat dengan pria itu membuatnya menjadi gila. Pasalnya, hanya Reyhan yang bisa meluluhkan hati seorang Halwa. Hanya Reyhan yang bisa membuat jantung Halwa berdetak lebih kencang dari biasanya. Dan hanya Reyhan yang bisa membuat dirinya merasa nyaman.
__ADS_1
Sampai di sebuah Apartemen, Halwa mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Badannya terlalu lelah, seharian harus menunggui saudara kembarnya di Rumah Sakit. Dia merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk. Tidak terasa matanya tertutup, dan dia sudah berada di alam mimpi.
Tiga hari berlalu setelah kejadian itu, Dimas langsung mendaftarkan gugatan cerainya ke pengadilan agama. Dia sudah bertekad ingin menceraikan Anita. Karena baginya pengkhianatan yang dilakukan Anita tidak bisa di tolerir lagi.
Satu Minggu berlalu, surat dari pengadilan datang ke rumah Anita. Dan kebetulan Jesslyn yang menerima surat tersebut. Betapa terkejutnya dia, karena putrinya akan diceraikan oleh Dimas. Tentu saja sebagai seorang ibu, dia tidak menerima.
Siang itu juga Jesslyn mendatangi kantor menantunya. Jesslyn datang dengan amarah yang menggebu-gebu. Membuat para karyawan yang bekerja di sana heran melihat tingkah jesslyn yang datang dengan muka yang tidak enak dipandang.
Jesslyn dipersilahkan langsung menuju ke kantor CEO perusahaan tersebut. Kebetulan Dimas akan keluar untuk makan siang, melihat ibu mertuanya datang dia pun mengajaknya untuk makan siang di luar. Jesslyn pun mengikuti ajakan menantunya.
Dimas membawa mamah mertuanya makan siang di sebuah restoran yang cukup ternama. Dan kebetulan restoran itu terletak tidak jauh dari perusahaan tempat Dimas bekerja.
Selesai makan siang jesslyn langsung meminta Dimas untuk menjelaskan semuanya. Dengan wajah yang datar dan tenang Dimas pun menjelaskan semuanya dari awal, dia melihat Anita di mobil Jack sahabatnya, hingga berakhir di sebuah kamar hotel.
Penjelasan Dimas membuat jesslyn begitu terkejut. Pasalnya dia tidak mengetahui hubungan gelap yang dilakukan putrinya. Dia ingin menyangkalnya, namun Dimas menjelaskan, bahwa dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Membuat Jesslyn tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jesslyn memohon kepada menantunya, supaya menantunya memikirkan keputusannya kembali.
Keputusan Dimas sudah tidak bisa dirubah lagi. Karena, apa yang dilakukan Anita sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Dimas sudah terlalu kecewa dengan kelakuan istri keduanya. Berkali-kali Mama mertuanya meminta Dimas untuk memikirkan keputusannya menceraikan Anita. Namun Dimas bersikeras dengan pendiriannya.
Jesslyn pulang dengan tangan hampa, keluar dari perusahaan Dimas dia langsung mendial nomor Anita. Namun nomor Anita tidak aktif, hatinya sangat jengkel dan marah.
__ADS_1
Dia pun berusaha menelepon Jack. Untunglah Jack yang mengangkat dan benar saja, Anita sedang bersama dengan Jack. Dengan amarah yang menggebu-gebu, Jesslyn menyuruh putrinya untuk pulang. Anita pun menuruti perintah mamahnya.
Jesslyn sudah menunggu kedatangan Anita di rumah. Selama empat puluh menit dia menunggu kedatangan putrinya. Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun telah tiba. Dengan perasaan marah dan jengkel jesslyn memberikan surat tersebut kepada Anita, agar supaya Anita membacanya dengan seksama.
Anita nampak bingung dan mengernyitkan alisnya. Dia tidak paham dengan surat yang sedang dipegangnya. Jesselyn pun menjelaskan isi surat tersebut. Anita nampak tertegun, dia tidak percaya bahwa apa yang dikatakan Dimas benar-benar terjadi. Saat itu dia berpikir bahwa suaminya hanya menggertak nya saja. Dan ternyata suaminya nya benar-benar tidak main-main dengan kata-katanya.
Anita meremas surat tersebut, dia merasa sangat marah dan hatinya sangat dongkol. Jesslyn yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan Anita dengan Jack meminta Anita untuk menjelaskan semuanya. Anita merasa gugup dan takut, pasalnya hubungan terlarangnya bersama Jack telah terbongkar. Dan pasti mamahnya akan marah dan tidak akan menyetujuinya.
Jesselyn terus memaksa Anita untuk jujur kepadanya. Jesselyn terus mendesaknya, membuat Anita mengakui hubungan terlarangnya dengan Jack. Mamanya begitu terkejut mengetahui hubungan putrinya bisa sejauh itu dengan Jack.
PLAKKK ....
Tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi Anita. Sudut bibir Anita mengeluarkan sedikit darah segar. Dia meringis kesakitan menahan perih di sudut bibirnya.
"Semua ini adalah ulah mu!" marah Jesslyn.
"Maafkan aku, Ma!" jawab Anita merasa bersalah.
"Sekarang semuanya sudah terlambat. Dimas sudah menggugat cerai dirimu. Dan yang aku takutkan, kau tidak mendapatkan apa-apa dari Dimas," jelas jesslyn.
"Mama tenang saja. Aku mempunyai rencana yang sangat bagus untuk Dimas," ucap Anita dengan tersenyum licik.
"Rencana apa? Jangan menyusun rencana yang nantinya akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri," tutur Jesslyn.
"Mama tenang saja! Aku tidak akan membiarkan jika Dimas tidak memberikan sebagian hartanya kepadaku. Sebelum itu terjadi, aku akan membuat hidupnya tidak akan bahagia," ucap Anita kepada Mamanya.
__ADS_1
to be continued...