
Dua Minggu Berlalu
Reyhan sadar dari komanya, dia mengerjapkan matanya. Kepalanya merasakan rasa pusing yang teramat sangat. Dia memegang kepalanya, dan mengamati ruangan sekitar.
"Reyhan, kamu sudah bangun?" tanya Cynthia. Reyhan nampak bingung, dia menepis tangan Cynthia.
"Mas Reyhan, syukurlah. Kamu sudah sadar, Mas!" ucap Nurul.
"Reyhan?" panggil Cynthia kembali.
"Jangan sentuh saya!" bentak Reyhan.
"Rey, ini Mamih," ucapnya.
"Jangan sentuh saya!" bentaknya lagi.
"Ada apa ini?" bingung Cynthia. "Ini Mamih, Rey, bukan orang lain!" ucapnya.
"Jangan sentuh saya! Dimana saya? Siapa saya?" teriaknya.
"Dimana saya?"
"Saya siapa?"
"Kamu siapa?"
"Apa yang kamu katakan? Kamu adalah Reyhan, anak Mamih," ucap Cynthia
"Pergi!"
"Ah, kepala saya sakit!" teriak Reyhan sambil memegangi kepalanya.
"Kepala saya sakit!" Reyhan menjambak rambutnya.
"Rey, kamu kenapa?" Cynthia bingung harus bagaimana.
"Kita panggil Dokter, Tante!" ucap Nurul. Cynthia dan Nurul pun langsung memanggil Dokter, supaya dokter memeriksa kondisi putranya.
Lima belas menit memeriksa keadaan Reyhan, akhirnya Dokter keluar juga dari ruangan putranya.
"Bagaimana, Dok?" tanya Cynthia cemas.
"Sepertinya putra Anda mengalami amnesia," jelas Dokter.
"Apa? Amenesia?" Cynthia bingung.
"Pak Reyhan kehilangan ingatannya. Kasus yang terjadi pada Pak Reyhan adalah hilang ingatan yang disebabkan cedera pada otaknya. Mungkin itu karena benturan keras saat kecelakaan," jelas Dokter.
"Apakah anak saya bisa sembuh, Dok?"
"Bisa, Bu. Ibu harus bersabar dan berdo'a, agar Pak Reyhan cepat sembuh dari amnesia," ucap Dokter.
Cynthia benar-benar sedih melihat kondisi putranya.
"Sabar ya, Tan. Mas Reyhan pasti sembuh. Saya akan membantu Tante untuk merawat mas Reyhan," ucapnya.
"Terima kasih ya, Nurul. Kamu memang wanita yang baik. Betapa beruntungnya Tante jika mendapatkan menantu seperti dirimu!" ucap Cynthia. Nurul tersenyum senang, mendapat pujian dari Cynthia.
__ADS_1
Setelah dinyatakan sehat fisiknya oleh Dokter, akhirnya Reyhan diperbolehkan untuk pulang. Reyhan merasa aneh dengan dirinya sendiri. Pasalnya, tidak satupun yang dia ingat termasuk Mamihnya sendiri.
"Ini rumah kita, Sayang. Dan mereka semua adalah pelayan disini!" jelas Cynthia kepada Reyhan saat sampai di rumah. Reyhan hanya mengangguk saja.
"Dan, ini adalah Nurul. Kau mengingatnya?" tanya Cynthia. Reyhan menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Sedikit-sedikit pasti kamu akan ingat. Nurul ini adalah calon istri kamu!" ucap Cynthia. Reyhan nampak mengernyitkan alisnya. Sedangkan Nurul tersenyum bahagia.
"Nurul, Antar Reyhan ke kamarnya!" suruh Cynthia.
"Baik, Tante!" jawabnya.
Nurul membantu Reyhan untuk beristirahat di kamarnya.
"Tidurlah! Kalau butuh sesuatu, mas Reyhan boleh memanggil Nurul," ucap Nurul.
"Terima kasih banyak," ucap Reyhan, "Tunggu!" Reyhan menahan tangan Nurul.
"Apakah benar kau adalah calon istriku?" tanya Reyhan kepada Nurul.
"Duh, bagaimana ini?" Nurul bingung harus menjawab apa, dia menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
"Jika kau memang calon istriku, Aku minta maaf, karena aku tidak mengingatmu!" ujarnya.
"Tidak apa-apa!" lirih Nurul. Kemudian Reyhan menarik tangan Nurul dan memeluknya.
"Tolong, jangan tinggalkan aku! Aku takut. Aku lupa siapa diriku, bagaimana aku, sekarang saja aku melupakan calon istriku sendiri," ucap Reyhan.
"Mas, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan membantu penyembuhan kamu, Mas. Kamu tenang saja ya?" ucap Nurul lembut. Sikap Nurul yang lemah lembut membuat Reyhan merasa nyaman, dia pun tersenyum bahagia.
Sudah dua Minggu lebih belum juga ada kabar dari suaminya. Halwa benar-benar di buat jengkel dengan sikap suaminya. Bahkan Antonio saja masih belum bisa dihubungi.
"Aish, kemana mereka semua?" jengkel Halwa, "Sayang, kenapa kau belum juga memberikan kabar? Apa yang terjadi?" batin Halwa merasa tidak tenang.
Tok ... Tok .... Tok
"Masuk!" suruh Halwa.
"Nona?"
"Masuklah, Adam!" suruhnya.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?"
"Apakah Arsenio Group mengirimkan email, Adam?"
"Hari ini tidak, Nona. Tapi, kemarin ada sesuatu yang aneh!" ucapnya.
"Aneh? Aneh bagaimana?"
"Kemarin saya baru saja mendapatkan email dari Perusahaan Arsenio Group, tapi email tersebut bukan dari Pak Reyhan. Tapi email tersebut dikirim oleh seorang wanita bernama Cynthia Laura. Bukankah sangat aneh, Nona?"
"Cynthia? Siapa Cynthia?"
"Entahlah," jawab Adam.
"Adam, sudah dua Minggu lebih suamiku belum memberikan kabar. Apakah ada hubungannya dengan semua ini?"
__ADS_1
"Ini aneh sekali, Nona!"
"Kau benar, menurutmu aku harus bagaimana?"
"Saya yakin Nona bisa menyelesaikan semua ini dengan baik," ujar Adam.
"Kalau begitu, aku harus menyusul suamiku ke Indonesia," ucap Halwa.
"Iya, Nona. Anda memang harus ke Indonesia,"
"Bantu aku menyelesaikan pekerjaanku! Karena untuk satu Minggu ini, aku sangat sibuk,"
"Baik, Nona,"
"Pesankan aku dua tiket pesawat ke Indonesia. Karena, aku dan Noah akan pulang ke Indonesia. Dan kamu tinggal saja di sini menggantikan aku di Perusahaan!"
"Baik, Nona," jawab Adam.
Pulang ke rumah, Halwa memberikan kabar gembira ini kepada Noah. Noah yang sedang belajar menjadi sangat penasaran dengan berita yang akan disampaikan oleh Mamanya.
"Ayo dong, Ma. Kasih tahu Noah, Mama mau memberikan kejutan apa?"
"Mama akan mengajakmu bertemu dengan Papa, kamu mau?" tanya Halwa.
"Ketemu papa! Beneran Ma? Mama nggak bohong kan?" senang Noah.
"Tentu saja, makanya satu Minggu ini, Noah belajar dengan baik dan tekun, supaya nilai ujian Noah bagus. Minggu depan kita akan berangkat ke Indonesia," ucap Halwa.
"Yeay, asyik." senang Noah.
Halwa menyiapkan barang-barangnya di koper, dan juga baju-baju milik Noah. Dia juga membawa satu lembar foto pernikahannya. Karena dia ingin meletakkan foto tersebut di Apartemen suaminya.
Satu Minggu berlalu, semua pekerjaan sudah dia selesaikan sebelum waktunya. Dan Adam juga sudah memesankan dua tiket pesawat untuk Nona nya dan Noah.
"Nona, ini tiket Anda!" adam menyerahkan dua tiket pesawat kepada Halwa.
"Terima kasih banyak, Adam. Aku akan pergi malam ini juga, supaya besok pagi aku sudah sampai di Indonesia," ujarnya nampak sangat bahagia.
"Oya, Tolong bantu aku mengurus Perusahaan. Kalau kau kerepotan, suruh Richard membantumu!" suruh Halwa.
"Siap, Nona!" ucap Adam, "Kalau ada masalah, Tolong kabari saya, Nona!"
"Baik, Adam. Terima kasih banyak sudah membantu!" ucap Halwa.
Malam ini Halwa dan Noah pulang ke Indonesia dengan pesawat. Adam dan Richard mengantarkan Nona nya sampai Bandara. Richard merasa kehilangan saat Noah akan pergi. Pasalnya, mereka sudah sangat dekat seperti om dan keponakan. Jika Halwa tidak ada di rumah, dialah yang selama ini menemani Noah.
Selama empat belas jam lebih sepuluh menit, pesawat yang Halwa dan Noah tumpangi mendarat di Bandara Indonesia.
to be continued.......
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Yuk kasih vote untuk karya ini, karena hari ini hari Senen.
Tap Love, rate bintang lima, like dan votenya.....
Jangan lupa kasih komentar ya, dukungan kalian penyemangat untuk para Author.....😘😘😘
__ADS_1