Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Episode 71 : Siapakah wanita itu?


__ADS_3

Mansion keluarga Arsenio memiliki sepuluh pekerja di rumahnya. Mereka semua memiliki tugasnya masing-masing. Dua penjaga pintu gerbang, empat pria bertugas membersihkan kebun, dan empat pelayan wanita yang khusus mengerjakan pekerjaan rumah.


Halwa membantu Bi Sum menata makanan yang sudah matang di meja makan. Dia juga menata piring, sendok dan gelas di meja.


Cynthia baru keluar dari kamarnya, karena kamar Cynthia terletak dilantai satu. Dia langsung menuju meja makan untuk makan malam. Begitu juga dengan Reyhan. Reyhan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ruang makan.


Betapa terkejutnya Halwa, suaminya terlihat begitu mesra dan bahagia dengan seorang wanita cantik disampingnya. Sendok yang ada ditangannya tiba-tiba terjatuh, mengeluarkan bunyi yang nyaring dan tentunya membuat semua orang kaget.


TING ......


"Astaga! Apa yang kau lakukan?" marah Cynthia kepada Halwa.


"Maaf, Nyonya," ucap Halwa tertunduk. Dia menahan rasa sesak di dadanya, melihat sang suami begitu bahagia dan mesra di depan matanya sendiri. Reyhan menoleh ke arah Halwa, dia mengernyitkan alisnya.


"Rey, Nurul, Silahkan nikmati makan malamnya!" ucap Cynthia begitu ramah kepada wanita tersebut. Sedangkan kepada dirinya dia begitu acuh dan kasar, "Oya, masakan ini adalah salah satu makanan favorit Reyhan,"


"Benarkah, Tan?"


"Iya, Sayang. Ayo cicipi!"


Nurul menyendokkan nasi, lauk dan sayur untuk Reyhan. Kemudian baru dirinya menyendokkan nasi ke piringnya sendiri.


"Silahkan, Mas!" ucapnya sangat halus.


"Terima kasih," jawab Reyhan tersenyum manis.


"Ehm .... Ehm!"


"Apakah kau akan terus berdiri di sini? Kerjakan pekerjaanmu yang lain!" bentak Cynthia kepada Halwa. Membuat Halwa terkejut, dan menangis. Dia pun berlalu dari tempat itu.


"Mamih, jangan galak-galak!" ucap Reyhan, Cynthia hanya tersenyum simpul.


"Aku akan membuatnya meninggalkan Reyhan," batin Cynthia.


"Apakah dia pelayan baru, Mih? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya?" tanya Reyhan tiba-tiba. Membuat Cynthia menelan seludahnya sendiri.


"Iya, Nak. Dia pelayan baru disini. Mamih kasihan sama dia. Dia wanita kampung, jadi, sikapnya sangat norak. Sudah jangan dipikirkan!" ucap Cynthia.


Halwa berlari ke arah dapur. Dia menepuk-nepuk dadanya yang terasa sangat sesak. Tidak terasa air matanya tumpah begitu saja. Dia begitu sakit, sedih dan hatinya sangat hancur. Bi Sum yang melihatnya juga merasa heran.


"Halwa ada apa?" heran Bi Sum.


"Tidak apa-apa, Bi. Mataku kelilipan," elaknya.


Cynthia menyusul ke dapur, dia menatap tajam ke arah Halwa.


"Bi Sum, saya mau bicara dengan Halwa! Bisakah tinggalkan kami berdua!" suruh Cynthia.


"Iya, Nyonya," jawab Bi Sum, kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Jaga sikapmu! Jangan membuat Reyhan bingung!"


"Tapi, dia suamiku, Tan! Rey harus tahu kalau aku istrinya," jawab Halwa.

__ADS_1


"Apakah kau tidak ingat apa yang pernah aku katakan kepadamu? Reyhan tidak boleh terlalu banyak memikirkan sesuatu. Apalagi masalah kamu yang tidak jelas itu!" ketusnya. Lalu, Cynthia berlalu meninggalkan Halwa yang masih berdiri terpaku di sana.


"Ayo, Halwa kau harus kuat! Mengalahkan lima puluh orang saja kau kuat, masa hanya wanita bawel itu saja kau kalah!" batinnya berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.


"Kau tidak apa-apa, Halwa?" tanya Bi Sum.


"Tidak apa-apa, Bi," jawabnya sambil menghapus air matanya.


"Ibu memang seperti itu. Dia galak dan tegas. Tapi, sebenarnya dia orang yang baik," jelas Bi Sum. Halwa hanya tersenyum mendengarkan penjelasan Bi Sum.


Tugas Halwa sudah selesai. Kini saatnya dia akan beristirahat. Saat hendak pergi ke kamarnya, tiba-tiba suara seorang wanita menghentikannya.


"Kamu mau kemana?" tanya wanita itu.


"Saya mau beristirahat, Mba," jawab Halwa.


"Eh, Kamu anak baru kan?" tanyanya sambil melihat Halwa dari atas kepala sampai ke bawah dengan tatapan sinis.


"Iya,"


"Kamu tahu peraturan di sini!" Halwa menggelengkan kepalanya.


"Jika ada anak baru, dia harus melakukan perintah dari seniornya!" ucap Wanita itu.


"Nama saya Lastri. Panggil Mba Lastri! Dan sekarang saya senior kamu di sini. Pelayan cantik dan seksi yang harus kamu hormati!"


"Baik, Lastri. Eh, maksudnya Mba Lastri," ujar Halwa.


"Tapi, Mba, ini sudah malam. Besok saja nyucinya!" pinta Halwa.


"No ... No. Besok masih banyak pekerjaan lain, jadi harus sekarang tidak ada penolakan!" tegas Lastri.


"Huft." Halwa menghela nafasnya panjang.


"Astaga, kenapa aku jadi pelayannya?" batin Halwa.


"Baiklah," jawabanya dengan setengah hati.


Lastri meninggalkan tempat itu, dia masuk ke kamarnya. Padahal sebenarnya ini adalah tugasnya mencuci piring yang kotor. Namun semua tugas ia limpahkan kepada Halwa.


"Dasar mentang-mentang pelayan lama! Seenaknya saja dia menyuruh-nyuruhku! Jika saja kau tahu, kalau aku pemilik 'Williams Technologi' Kau akan menyesal sudah menyuruh-nyuruhku!" umpat Halwa dengan meremas busa untuk mencuci.


"Apakah kau baik-baik saja?" suara bariton dari arah belakang membuat jantung Halwa hampir copot.


"Astaga!"


"Ini sudah malam. Kenapa kau masih bekerja?" tanya Reyhan.


"Eh, itu nenek sihir menyuruhku mengerjakan ini semua," lirihnya.


"Nenek sihir?" Reyhan mengernyitkan dahinya.


"Maksudku, Mba Lastri. Iya, dia menyuruhku. Katanya supaya dapur bersih," jawab Halwa terbata.

__ADS_1


"Oh," jawab Reyhan ber'oh ria, "Sebaiknya kau pergi beristirahat. Ini sudah malam!" ucap Reyhan sambil mengambil gelas dan mengisinya dengan air minum.


"Baiklah," jawab Halwa.


"Tunggu! Sepertinya aku pernah melihatmu!" ucap Reyhan, "Tapi dimana ya?" Reyhan nampak berpikir.


"Saya baru datang ke kota ini. Mana mungkin Anda pernah melihat saya!" ucap Halwa, kemudian dia berpamitan kepada Reyhan untuk beristirahat.


Di dalam kamar, Halwa merutuki kebodohannya sendiri. Dia juga mengumpat suaminya. Dia sangat kesal dan benar-benar jengkel. Bagaimana bisa seorang suami melupakan wajah istrinya.


"Dasar pria tidak berperasaan! Kau melupakanku, padahal aku adalah istrimu sendiri. Kau bahkan memeluk dan menggandeng wanita yang bukan istrimu. Bodohnya dirimu. Bodoh, Bodoh! Dasar Reyhan bodoh!" kesalnya. Hingga pukul tiga pagi, Halwa baru bisa memejamkan matanya. Membuatnya harus bangun kesiangan.


Tok .... Tok ..... Tok


Suara ketukan pintu yang sangat keras, sangat memekikkan telinga.


"Halwa?" panggil Lastri.


"Halwa?" teriaknya sangat kencang.


"Halwaaaaaaa!"


"Astaga. Siapa sih yang teriak-teriak di pagi hari?" ujarnya. Halwa membukakan pintu. Ternyata Lastri sudah menatapnya sangat tajam, dengan berkacak pinggang.


"Kau tahu ini jam berapa?"


"Ini baru pukul tujuh pagi, Mba," jawabnya dengan malas.


"Apa kau bilang? Kau ini pelayan, bukan majikan! Masa jam segini baru bangun?" kesal Lastri, "Sekarang juga cepat mandi, dan bantu aku mencuci korden," marah Lastri.


"Iya, Mba," jawabnya malas, "Dasar wanita galak, pantas nggak laku!"


"Apa kau bilang?" Halwa tersenyum dan buru-buru lari ke kamar mandi.


Selesai mandi dan bersih-bersih. Lastri memerintahkan Halwa untuk mencuci korden yang kotor. Halwa sangat terkejut, pasalnya korden yang akan dia cuci sangatlah lebar dan panjang. Tentu saja dia merasa keberatan.


"Mbak Lastri, ini kordennya panjang dan lebar. Apa sebaiknya tidak di laundry saja?"


"Eh, malah memerintah! Ini semua permintaan Nyonya. Dia menyuruh kamu untuk mencuci semua korden di rumah ini, tanpa menggunakan mesin cuci. Kamu mengerti?"


"Iya, Mba."


Lagi-lagi Cynthia sengaja membuatnya kerepotan dan membuatnya kelelahan. Halwa menghela nafasnya panjang. Mana bisa dia mencuci, mencuci baju saja tidak bisa. Sekarang justru dia harus mencuci semua korden di rumah itu.


Dengan setengah hati, dia pun melakukan tugasnya. Bi Sum yang tidak tega, akhirnya membantu Halwa mencuci korden-korden itu. Dari jendela kamarnya, Reyhan melihat aktivitas Halwa yang menurutnya sangat lucu. Tidak terasa Reyhan mengulas senyum di balik jendela kamarnya.


to be continued........


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Authornya sedang nggak semangat, karena yang membaca nggak kasih like, komentar, bunga.......😭😭


Biar semangat lagi, Yuk kasih bunga, like dan komentarnya yang banyak....😘😘

__ADS_1


__ADS_2