Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Bab 54 : Makan Siang


__ADS_3

"Ck, alasan!" manyun Halwa.


"Sungguh. Aku sengaja datang kemari untukmu," jujur Reyhan.


"Kenapa?" tanya Halwa.


"Karena aku mencintaimu," lirihnya. Kata-kata Reyhan membuat pipi Halwa semakin merah merona.


"Ck, Kau ini tidak tahu malu!" cebiknya. "Sekarang kau tinggal di mana?" tanya Halwa.


"Di rumah teman," jawabnya.


"Kenapa tidak di hotel saja? Kalau kau mau kau bisa tinggal di rumah ku?" ucapnya. Reyhan tersenyum mendengar jawaban Halwa.


"Kenapa tersenyum? Apakah ada yang lucu?" tanya Halwa manyun.


"Sebentar lagi jam makan siang, Bagaimana kalau kita makan siang bersama?" tanya Reyhan.


"Tapi aku harus menjemput Noah terlebih dahulu," jawab Halwa.


"Kalau begitu, Ayo kita jemput Noah. Kita makan siang bersama. Aku juga sangat rindu dengan Noah," ucap Reyhan.


"Ck, Baiklah. Ayo!" Halwa mengambil tasnya. Dan mereka berdua pergi menuju sekolahan Noah.


"Apakah temanmu ikut bersama kita?" tanya Halwa.


"Tidak. Aku akan menyuruhnya pulang terlebih dahulu," ucapnya.


"Baiklah kalau begitu. Nanti pakai saja mobilku," ucap Halwa.


Dengan menggunakan mobil Halwa, mereka menjemput Noah terlebih dahulu, baru mereka langsung ke Restaurant. Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju sekolah Noah. Sesekali dia melirik ke arah Halwa. Halwa terlihat sangat cantik dengan pakaian kerjanya.


"Eh, berhenti. Itu sekolah Noah!" tunjuk Halwa. Reyhan menghentikan mobilnya di depan gerbang Sekolah Noah.


"Sepertinya sebentar lagi anak-anak keluar," ucap Halwa.


Semua anak-anak Sekolah berhamburan keluar, masuk ke mobil jemputan. Sedangkan yang di jemput oleh sopir pribadi, mereka akan langsung menaiki mobil pribadinya. Noah berpamitan kepada teman-temannya, karena mobil jemputannya sudah menunggu di pintu gerbang.


"Bye, see you tomorrow!" ucap Noah sambil melambaikan tangannya.


"Bye, Bye, Noah," ucap Emmely.

__ADS_1


Noah berlari masuk ke dalam mobil. Saat hendak masuk, dia melihat Reyhan berdiri di dekat mobil dengan melipat tangannya di depan dada.


"Om Reyhan!" teriak Noah. Dia berhambur ke pelukan Reyhan. Reyhan menangkap tubuh bocah laki-laki itu.


"Boy. Om kangen sama kamu!" ucap Reyhan.


"Noah juga kangen. Om Rey kok di sini?" tanya Reyhan. Reyhan menoleh ke arah Halwa. Halwa hanya tersenyum melihat keakraban keduanya.


"Om Rey kangen sama kamu dan Mama kamu. Makanya Om Rey nyusul kalian kesini," jawabnya.


"Oh, begitu,"


"Sekarang, Ayo kita makan siang bersama!" ajak Reyhan.


"Asyik," senang Noah.


Mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi. Reyhan memilih Restaurant yang menjual Makanan khas Indonesia. Karena perutnya belum terbiasa memakan makanan khas Belanda.


"Kita makan di sini saja," ucap Reyhan. "Restaurant ini menyajikan makanan khas Indonesia."


"Kok aku baru tahu kalau di sini ada Restaurant Indonesia. Kamu sudah pernah makan di sini, Rey?" tanya Halwa.


"Oh." Halwa hanya manggut-manggut saja. Mereka bertiga turun dari mobil. Mereka memilih tempat yang dekat dengan jendela. Jadi kita bisa langsung memandang orang yang berlalu lalang dari jendela yang besar.


Pelayan dari Indonesia datang, dan memberikan buku menu kepada pengunjungnya. Dan benar juga makanan yang disajikan di Restaurant ini semuanya makanan Indonesia.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Reyhan.


"Kamu saja yang pesan. Apapun yang kamu pesan, aku suka," jawab Halwa. Reyhan tersenyum senang.


"Baiklah," jawab Reyhan. "Saya pesan tiga porsi nasi, ayam bakar, perkedel daging, kari dan sate. Dan juga tiga lemon tea," ucapnya kepada pelayan.


"Baik, Pak. Ditunggu ya!" ucap pelayan dengan ramah mencatat pesanan pengunjungnya.


Beberapa menit kemudian, makanan sudah tersaji di meja makan. Mereka menikmati makanannya dalam diam. Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar.


"Bagaimana? Enakkan?" tanya Reyhan membuka percakapan.


"Enak banget, Om," jawab Noah.


"Aku baru tahu kalau di sini ada Restaurant Indonesia. Karena sejak kecil aku tidak diperbolehkan jajan sembarangan oleh mendiang kakek," ucapnya.

__ADS_1


"Tapi, kamu jangan salah! Ini Restaurant yang cukup terkenal. Jadi, makanannya juga bukan makanan sembarangan," terang Reyhan. Karena dia menjunjung tinggi cita rasa kuliner negerinya sendiri.


"Iya, Maaf, bukannya aku ingin merendahkan makanan Indonesia. Sejak kecil, lidahku hanya makan makanan orang sini. Roti dan keju menjadi makanan yang wajib ada. Saat pertama kali aku mencicipi makanan Indonesia, rasanya memang aneh, ada rasa pedas, asin dan manis bercampur menjadi satu. Lalu aku pernah mencicipi makanan yang rasanya asam, Apa itu namanya?" Halwa nampak berfikir. "Sayur asem. Iya, itu dia. Namanya sayur asam. Aku pikir itu sayur yang sudah basi, ternyata memang seperti itu rasanya," Halwa terkekeh geli, mengingat saat-saat di Indonesia. "Tapi, setelah lidahku bisa beradaptasi, ternyata makanan Indonesia lezat juga."


Reyhan ikut tersenyum mendengar cerita Halwa.


Selesai makan siang, Reyhan mengajak Halwa ke tempat tinggalnya selama di Belanda. Halwa menuruti keinginan Reyhan. Mereka bertiga pun langsung datang ke sana, ke rumah Def.


Reyhan memperkenalkan Halwa dan Noah kepada Def dan istri Def. Mereka disambut hangat oleh keluarga kecil Def. Istri Def mempersilahkan tamunya untuk duduk di ruang tamu dengan menikmati teh khas Belanda, ditemani oleh bitterballen. Cemilan khas orang sana.


Bitterballen merupakan cemilan khas Belanda, yang terbuat dari daging, tepung terigu, bubuk pala, cincangan Parsley, garam dan merica. Sebelum di goreng, bitterballen dilapisi dengan tepung roti dan digoreng sampai renyah.


"Please, Miss. Taste the food I made!" ucap Aleta kepada Reyhan, Halwa dan Noah.


"Thank you so much, we're such a hassle!" ucap Halwa.


"Not bothersome at all," jawab Aleta.


Cukup lama mereka mengobrol, hingga Halwa lupa waktu. Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Waktunya dia pulang.


Mereka pun berpamitan kepada Tuan rumah. Reyhan mengantarkan Halwa pulang. Tidak baik juga membiarkan wanita pulang sendiri dengan membawa anak kecil.


Sampai di depan rumah Halwa. Dia menoleh ke arah Noah, ternyata Noah ketiduran di dalam mobil.


"Sudah sampai. Sebaiknya kamu panggil pelayan untuk membopong tubuh Noah. Aku akan langsung pulang naik taksi," ucap Reyhan.


"Kenapa tidak masuk dulu? Kamu kan sudah sampai di sini, mampirlah ke rumahku!" ajak Halwa kepada Reyhan.


"Kamu yakin mengajakku masuk ke dalam?" goda Reyhan.


"Ck, Aku menawari mu sekali saja! Jika tidak mau ya sudah," cebik Halwa berlalu hendak mengangkat tubuh Noah. Namun Reyhan langsung menyerobot tubuh Noah dari gendongan Halwa. Membuat Halwa berdecak kesal melihat kelakuan laki-laki di depannya. Tapi, jauh di lubuk hatinya dia sangat senang karena bisa selalu berdekatan dengan Reyhan.


to be continued......




Hey, Hey, kalau suka yuk langsung tekan like, favorit, komentar banyak ², kasih bunga banyak ² ( wkwkwk ngarep) , vote sangat boleh....


Terima kasih banyak atas dukungannya...🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2