
Perayaan ulang tahun terbesar sepanjang Zaman. Dirayakan di sebuah hotel bintang lima. Sebagian terbesar yang menjadi tamu undangan adalah para Pengusaha-pengusaha di seluruh Indonesia dan mancanegara.
Halwa turun dari mobil. Malam ini dia terlihat sangat cantik dan begitu memukau. Dengan gaun pesta berwarna biru, dan high heels berwarna biru juga.
Halwa disambut hangat oleh Mark Geral, pemilik GL Group. Tangan Mark menggamit tangan wanita berparas cantik itu. Halwa menampilkan senyum termanisnya di depan Mark. Dari dulu, Mark sangat mengagumi sosok wanita yang sedang bersamanya.
"Selamat datang Callista!" sapa Mark. Callista adalah nama panggilan istimewa untuk wanita cantik yang sedang digamitnya.
"Pak Mark. Terima kasih atas undangan yang spesial ini. Saya benar-benar tersanjung," ucap Halwa.
"Ah, Kau adalah wanita yang spesial. Tentu saja aku harus mengudangmu dengan undangan khusus," jawab Mark.
"Mari, Silahkan masuk!" Mark mempersilahkan Halwa masuk ke dalam. Sedangkan Adam menunggu di mobil.
Mereka duduk di meja paling depan, meja yang sudah disiapkan khusus untuk wanita cantik tersebut. Seorang pelayan datang, dan menawarkan beberapa minuman dan makanan. Halwa memilih minuman bersoda, dan makanan kecil sebagai teman untuk minum.
Semua tamu undangan datang, menikmati pesta dan jalannya acara. Halwa mengobrol dengan para pengusaha lain, ikut berbaur dan berbincang hangat.
Sebuah mobil terparkir di parkiran hotel. Reyhan dan Antonio keluar dari mobil tersebut, datang ke acara pesta untuk memenuhi panggilan dari pemilik GL Group. Reyhan terlihat sangat tampan, dengan jas dan dengan gaya rambut yang baru. Biasanya rambutnya dibiarkan gondrong, kali ini dia mencukurnya.
Pestanya luar biasa mewah dan sangat ramai. Sebagian yang datang ke pesta tersebut, Reyhan mengenalnya. Reyhan beramah-tamah dengan orang-orang yang ia kenal.
Melihat kedatangan CEO ARSENIO Group, anak buah Mark langsung melaporkan kepada sang atasan. Dan Mark juga bergegas menyambut tamu istimewanya juga.
"Selamat datang, Pak Reyhan!" sapa Mark.
"Selamat ulang tahun untuk GL Group, kami sangat senang bekerja sama dengan Perusahaan Anda. Semoga kita akan terus bekerja sama dan membesarkan nama Perusahaan kita!" ucap Reyhan menjabat tangan Mark.
"Terima kasih banyak, Pak, Saya benar-benar bahagia Pak Reyhan bisa datang ke acara kecil ini!" ujarnya.
"Ah, Bapak suka merendah!" ucap Reyhan.
"Silahkan, Pak! Ayo nikmati pestanya!"
"Terima kasih banyak!"
Reyhan melangkahkan kakinya masuk ke dalam, Antonio mengekor di belakangnya. Mereka duduk diseberang meja Halwa, Reyhan masih belum menyadari kalau Halwa ada di pesta tersebut.
Berbagai pertunjukan di gelar di pesta tersebut, sampai acara penyambutan dari pemilik Perusahaan dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang lain. Serangkaian acara berjalan dengan hikmat dan lancar.
__ADS_1
Mark menggandeng tangan Halwa, memperkenalkan wanita itu dengan Pengusaha-pengusaha lainnya. Halwa menyapa mereka dengan sangat ramah. Mereka semua begitu senang berkenalan dengan seorang pengusaha wanita yang sukses dan sangat cantik. Mereka berlomba-lomba berusaha menyita perhatian wanita cantik itu.
Mark juga ingin memperkenalkan Halwa kepada Reyhan. Dia menggamit tangan gadis itu menuju kerumunan orang, dimana disana ada Reyhan.
"Permisi! Saya ingin memperkenalkan seorang pengusaha cantik dari Belanda!" ucap Mark.
"Hallo, Semuanya! Perkenalkan, Saya Calista dari Belanda," ucap Halwa.
Reyhan yang berdiri memunggungi Halwa, dia menoleh ke sumber suara. Karena dia sangat mengenali suara tersebut. Betapa terkejutnya Reyhan, Halwa juga tidak kalah terkejutnya dengan pria yang baru saja menoleh ke arahnya. Halwa berusaha untuk menguasai keadaan dirinya. Dengan mengulas senyum yang sangat manis dia memperkenalkan dirinya sebagai Calista. Reyhan tidak berhenti menatapnya, menatap wajah wanita cantik didepannya. Wanita yang sangat dirindukannya. Semakin cantik dan semakin mempesona.
"Pak Reyhan, Perkenalkan ini Calista Williams. Seorang pengusaha cantik dari Belanda!" ucap Mark memperkenalkan diri. Halwa mengulurkan tangannya ke arah Reyhan dengan mengulas senyum yang sangat manis.
"Hallo, Pak Reyhan, senang bisa berjumpa Anda!" ucap Halwa. Reyhan menyambut uluran tangan istrinya, tanpa mengedipkan mata, dia terus memandangi sang istri.
"Callista, Aku kenalkan dengan Pak Ronald. Dia adalah pengusaha batu bara yang hebat, Ayo ikuti aku!" ajak Mark. Dia menarik tangan Halwa.
"Eh, iya!" Halwa melepaskan genggaman tangan Reyhan. Dia mengikuti langkah Mark menuju kerumunan orang yang sedang asyik mengobrol.
Reyhan terus menatap ke arah Halwa, tanpa memindahkan pandangannya. Antonio yang melihat kejadian itu, langsung mendekat ke arah sahabatnya.
"Itu Halwa kan?" bisik Antonio.
"Aku yakin, dia Halwa!" jawab Reyhan.
"Ck, Ini ditempat umum, Bro!"
"Hah, kisah cinta Lu memang tragis!" cibir Antonio.
"Sialan, Lu!" Antonio terkekeh geli.
Reyhan melihat Halwa berjalan ke arah toilet. Dengan cepat, dia langsung mengikuti langkah istrinya ke toilet. Toilet nampak sepi tidak ada orang, dia membalikkan tulisan di depan toilet dengan tulisan 'Toilet Rusak'.
Reyhan mengunci toilet tersebut, karena dia sudah memastikan bahwa toiletnya tidak ada orang. Halwa nampak keluar dari toilet, dan betapa terkejutnya dia. Reyhan sudah menunggu tepat di depan toilet dengan menyilangkan kedua tangan di dada.
"Astaga!" kagetnya.
"Aku ingin sebuah jawaban!" ujarnya.
"Apa maksud Anda?" tanya Halwa.
"Jangan berpura-pura lagi. Aku tahu itu kau. Kau Halwa istriku kan?" tanya Reyhan penuh selidik.
"Lepaskan!" teriak Halwa, "Aku ini Callista, bukan Halwa. Siapa Halwa?" bohongnya.
__ADS_1
"Apakah dia sudah tidak hilang ingatan?" batin Halwa menatap manik suaminya.
"Iya, Kau Halwa Calista. Bukankah itu namamu?" tanya Reyhan. Reyhan terus menatap manik itu.
"Lepaskan aku!" teriak Halwa.
"Aku sudah ingat semuanya. Aku ingat Kau. Ingat kenangan kita berdua. Aku mohon, jangan menghilang lagi!" ucapnya, sambil memeluk tubuh sang istri.
"Lepaskan aku!" Halwa masih berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya.
"Aku tahu Kau marah. Kau boleh memukul, memaki, menghajarku, bahkan kau boleh menamparku!" ucapnya lagi dengan penuh penyesalan. Reyhan lebih mengeratkan pelukannya, tidak ada penolakan dari sang istri. Reyhan dengan lembut mencium bibir sang istri, Halwa hanya terdiam menikmati ciuman tersebut. Namun dia teringat perlakuan sang suami dulu, hatinya terasa bergemuruh dan sakit. Dengan sigap dia menggigit bibir Reyhan, dan membenturkan kepalanya ke hidung Reyhan.
"Auw." Reyhan mengaduh kesakitan sambil memegangi hidungnya. Halwa bergegas membuka pintu, dan dia berlari cepat menghindari suaminya.
"Halwa!" teriaknya. Reyhan berusaha untuk mengejarnya, namun sudah tidak terlihat lagi.
"Kemana dia?" ucap Reyhan sambil memegangi hidungnya.
"Auw, sakit!" darah segar keluar dari hidungnya.
"Rey?" panggil Antonio. Dia berlari ke arah sahabatnya.
"Lu, Kenapa?" Reyhan menunjukkan hidungnya yang berdarah.
"Hidung Lu kenapa?" tanya Antonio.
"Auw, sakit!" pekiknya.
"Ayo, kita ke mobil. Kita bersihkan pakai tisu!" ajak Antonio.
Halwa berlari ke parkiran, dia langsung masuk ke mobil. Adam sangat heran, karena tiba-tiba saja Nona nya berlarian dan langsung masuk ke mobil.
"Ayo, Jalan!" suruhnya.
"Nona kenapa?" tanya Adam sangat heran.
"Ada Reyhan," jawabnya.
"Apa?" Adam menautkan kedua alisnya.
"Ayo, cepat jalan!" dengan cepat Adam menjalankan mesin mobil.
To be continued....
__ADS_1