Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Episode 86 : Anak Alien


__ADS_3

Hari ini Halwa mengajak kedua putranya berbelanja di Mall, kali ini dia tidak pergi dengan Adam. Di Mall besar itu kedua buah hatinya berlarian, saling mengejar dan menangkap. Lalu, mereka berlari lagi. Di usia putranya yang menginjak lima tahun, mereka sangat aktif dan tidak gampang lelah. Mereka sangat senang bermain dan berlari.


Tidak sengaja Gabrio menabrak kaki seorang pria hingga terjatuh. Membuat tubuhnya terjungkal ke belakang. Pria tersebut membantunya berdiri dengan mengulurkan tangan.


"Kau tidak apa-apa, Boy?" tanya Reyhan. Pria yang barusan ditabrak oleh Gabrio.


"Tidak apa-apa," ujarnya.


"Mana ibumu? Kenapa anak sekecil kamu bisa berlari-lari di mall sebesar ini?"


"Siapa ibu? Aku nggak punya ibu. Aku punyanya Mommy dan Gabino!" ujar Gabrio sangat menggemaskan.


"Ya ampun, Boy. Ibu dan Mommy itu sama!" jelas Reyhan.


"No, No! Ibu dan Mommy tidak sama. Itu kata yang berbeda," jawabnya.


"Ish, Ini anak siapa sih? Nyebelin banget, pengen deh gue pites!" kesal Reyhan.


"Sepertinya anak ini, anak alien!" bisik Antonio yang sedari tadi mendengar dan melihat perdebatan keduanya.


"Gabrio?" panggil seorang anak lagi. Reyhan dan Antonio menoleh ke sumber suara, mereka begitu terkejut karena ada seorang anak lagi yang mukanya benar-benar sama dengan anak yang berdiri tadi. Reyhan dan Antonio nampak mengamati keduanya dengan seksama, kemudian mereka menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak mengejarku?" ucapnya.


"Aku terjatuh, dan semua gara-gara uncle ini!" anak tersebut menyalahkan Reyhan, membuat Reyhan membelalakkan matanya. Antonio hanya terkekeh melihat sahabatnya disalahkan oleh seorang anak.


"Kenapa menyalahkan uncle?" sungut Reyhan, tidak terima dengan tuduhan anak tersebut.


"Kau yang menabrak dan kau terjatuh sendiri, kenapa menyalahkan orang lain?" kesal Reyhan. Tiba-tiba saja anak yang baru saja datang menendang kaki Reyhan.


BUGH ....


"Auw," pekik Reyhan, sambil memegangi kakinya. Antonio membulatkan matanya kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Seolah-olah dia melihat tontonan yang sangat lucu.


"Jangan coba-coba memarahi adikku, jika tidak ingin berurusan denganku!" galaknya.


"Astaga?" heran Reyhan, "Ini anak siapa sih? Bikin emosi saja!" kesal Reyhan.


"Hei, Bro, jika diperhatikan kenapa muka mereka mirip dengan Lu!" ucap Antonio tiba-tiba.


"Lihat rambutnya yang gondrong, sama seperti Lu. Dan saat mereka tersenyum juga mirip banget sama Lu, Bro!" ucap Antonio.


"Jangan mengarang ya!" manyun Raihan, "Ayo, kita pergi, nanti kita terlambat meeting!"


"Baiklah, Ayo!" jawab Antonio, "Bagaimana dengan kedua anak ini?" tanya Antonio.


"Serahkan saja pada bagian informasi, katakan pada bagian informasi ada anak alien hilang," ucap Reyhan sambil berlalu pergi dan masuk ke sebuah Restauran tempat dirinya akan meeting dengan klien.

__ADS_1


Halwa berlari ke pusat informasi, karena dia baru menyadari bahwa kedua putranya sudah tidak berdiri dibelakangnya. Dia nampak tergesa-gesa, dan sangat marah kepada kedua bocah itu.


"Apakah Nyonya adalah orangtuanya?" tanya security.


"Iya, Pak. Maafkan saya! Saya sudah merepotkan Bapak!" ucap Halwa merasa tidak enak.


"Dijaga anaknya, Bu! Untung yang menemukan orang baik, kalau orang jahat bagaimana?" ucap security.


"Awas saja kalau ada orang jahat, Bapak tidak tahu kalau Mommy nya Gabrio hebat. Mommy jago beladiri, kalau ada yang jahat sama kami pasti dihajarnya!" ucap Gabrio sambil memperagakan beberapa jurus.


"Betul itu!" ucap satunya. Halwa hanya tersenyum simpul, dan dia menutup mulut kedua bocah itu.


"Ayo, Pulang! Kalau nggak mau pulang, Mommy tinggalin nih!" ancam Halwa.


"Yes, Mommy!" jawab mereka serentak.


"Wah, mereka anak yang cerdas dan lucu!" batin Pak Security.


"Mari, Pak!" pamit Halwa.


"Mommy, beli ice Cream!" tunjuk Gabino melihat ice Cream besar di sana.


"Mommy, Mommy, Gabrio juga mau ice Cream!" rengeknya.


"Kita makan di rumah saja ya?" ajak Halwa.


"Iya, iya, aku mau rasa coklat," pinta Gabrio.


Dua cup ice Cream jumbo sudah ia dapatkan, Halwa pun menggandeng kedua putranya untuk kembali ke hotel. Banyak sekali barang belanjaan yang harus dia beli hari ini. Dengan bantuan Pak sopir, barang-barang belanjaannya dibawa sampai ke lantai tiga hotel ini. Halwa pun memberikan uang lebih kepada pak sopir. Pak sopir sangat berterima kasih karena mendapatkan banyak lembaran uang ratus ribuan dari nona cantik itu.


"Sayang, cuci tangan dan kaki kalian!" suruh Halwa.


"Baik, Mommy!" jawab mereka serentak. Setelah mencuci tangan dan kakinya, mereka berebutan makan ice Cream.


"Setelah makan ice Cream, kalian harus makan siang dulu. Baru kalian tidur! Kalian mengerti kan?" tutur Halwa kepada kedua putranya.


"Okey, Mommy!" jawab mereka.


🍀🍀🍀🍀🍀


Reyhan menyelesaikan meetingnya dengan klien di sebuah Restaurant yang letaknya di dalam mall. Kemudian diteruskan dengan acara makan siang bersama. Mereka semua nampak sangat menikmati makan siangnya.


Selesai makan siang, mereka pun berpisah dan berpamitan. Antonio membantu bosnya menata berkas-berkas, dan memasukkannya ke tas kerja.


"Ayo, kita pulang!" ajak Reyhan.


"Okey,"

__ADS_1


"Oya, Apakah anak itu sudah bertemu dengan kedua orang tuanya?" tanya Reyhan tiba-tiba.


"Entahlah, aku tidak tahu. Saat aku mengantarnya ke pusat informasi, kedua orang tua anak itu belum datang. Aku titipkan saja di security," jelas Antonio.


"Baguslah, kalau begitu," ucap Reyhan. Diam-diam ada perasaan aneh yang menjalar dihatinya. Ada rasa khawatir dan rasa bahagia, Reyhan heran kenapa dia bisa merasakan perasaan seperti itu.


"Rey, Apakah Lu nggak menyadari kalau wajah anak kembar itu sangat mirip dengan Lu?" ucap Antonio saat mereka memasuki mobil.


"Jangan ngaco deh! Lu mau bilang kalau gue yang ngehamilin ibunya?" kesal Reyhan.


"Bu- bukan seperti itu, Rey!"


"Ah, udahlah jangan bahas anak itu lagi! Lagian dia juga sudah diambil kedua orangtuanya? Dan jelas disini bahwa itu bukan anak gue!" geram Reyhan.


"Sorry, Rey! Jangan marah!" kekeh Antonio.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sepulang sekolah, Noah meminta izin untuk bermain di hotel, tempat Mama dan si kembar tinggal. Dimas pun menyetujuinya, asalkan nanti Noah tidak telat makan dan mandi saja, Dimas menyetujui apapun yang dilakukan putranya.


Dimas pernah mengalami masa sulit, dan masa-masa itulah yang membuatnya belajar tidak melakukan kesalahan yang sama. Perubahan yang terjadi pada dirinya, terjadi karena dukungan moril sang istri sebagai seorang psikolog. Iya, dia menikahi wanita cantik bernama Maya. Wanita yang telah menjadi psikolognya selama ini.


Noah bermain bersama dengan kedua adiknya. Bercanda dan terkadang mengajari si kembar menggambar. Mereka terlihat begitu bahagia, dan setelah kelelahan mereka tertidur disamping Noah. Halwa sangat bahagia melihat keakraban ketiganya.


"Noah?" panggil Halwa.


"Iya, Ma!"


"Apakah kau bahagia tinggal dengan Papa Dimas?" tanya Halwa.


"Iya, Ma. Noah bahagia tinggal bersama papa dan mama," jawabnya, "Mama Maya sangat baik. Dia sangat menyayangi Noah seperti anak kandungnya,"


Halwa bisa melihat Noah begitu bahagia tinggal bersama Papanya. Tubuhnya terlihat berisi dan terawat. Itu membuktikan bahwa Maya merawatnya dengan sangat baik. Meskipun Halwa belum pernah bertemu dengan Maya, tapi, dia yakin Maya adalah seorang wanita yang baik dan keibuan.


"Sekarang Mama Maya juga sedang hamil. Dan aku akan mempunyai adik lagi," ucap Noah. Halwa tersenyum melihat Noah terus bercerita.


"Selamat ya! Lain kali Mama akan menemui Mama Maya," ucap Halwa.


"Harus dong, Ma. Mama harus bertemu dengan Mama Maya," ucap Noah, "Oya, Ma. Kapan-kapan jika aku ingin berlibur, bolehkah aku mengunjungi Mama dan si kembar di Belanda?"


"Of course. Mama is very happy if you come to Mama's house," ucap Halwa.


"Thank you, Ma!"


to be continued........


Author kasih visualnya sikembar ya, yang tidak suka bisa menghalu sendiri....😘😘😘

__ADS_1


Gabrio & Gabino



__ADS_2