Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Episode 95 : Pulang ke Apartemen


__ADS_3

"Gabino? Gabrino? Katanya kalian ingin bertemu dengan Daddy?" ujar Halwa.


"Daddy?" panggil Gabrino.


"Daddy?" panggil Gabino. Mereka berdua berhamburan ke pelukan Reyhan.


"Hiks ... Hiks ... Hiks." tangis keduanya.


"Anak-anakku," isak Reyhan. Tak hentinya Reyhan menciumi pipi gembul mereka. Bergantian dari satu pipi, ke pipi yang satunya lagi. Melihat pemandangan itu, Halwa jadi terharu. Seperti halnya dengan Antonio dan istrinya, mereka juga larut dalam kesedihan dan kebahagiaan ayah dan anak itu.


"Maafkan kami, Daddy!" ucap Gabino yang sudah menendang kaki Daddy-nya.


"Daddy memang pantas mendapatkan itu, Boy!" ucapnya, "Bahkan hukuman itu belum cukup untuk Daddy," ujarnya.


"Memangnya apa yang mereka lakukan, Sayang?" tanya Halwa kepada suaminya. Gabino dan Gabrino saling berpandangan. Mereka melempar senyum.


"Nggak apa-apa kok, Sayang. Ini rahasia tiga pria, Sayang!" ucap suaminya.


"Ck." Halwa mendesis kesal.


"Kenapa Daddy tidak pulang-pulang? Kata Mommy Daddy bekerja, jauuuuuuuuuh sekali!" isak Gabrino sangat lucu. Sesekali mengusap ingusnya.


"Iya, kata Mommy, Daddy bekerja cari uang buat kami. Apakah itu benar, Dad?" tanya Gabino. Anak ini tidak menangis karena memang anak ini lebih tangguh dari saudara kembarnya.


Reyhan menoleh ke arah istrinya, dia mengulas senyum, Halwa juga menyambut senyuman itu dengan hangat.


"Iya, Sayang, Daddy memang bekerja jauh. Tapi, mulai sekarang Daddy tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi!" ucap Reyhan memeluk mereka, dan mencium puncak kepala mereka satu persatu. Rambut kedua bocah itu sangat wangi khas shampoo anak-anak. Itu sudah terbukti istrinya sangat baik merawat mereka.


"Yeay, Asyik, Asyik!" jawab mereka serentak sambil bersorak-sorai, berjingkrak-jingkrak senang. Reyhan dan istrinya begitu gemas melihat kelakuan jenaka bocah kembar itu.


"Akhirnya kalian bisa bersatu lagi!" ucap Antonio, "Kami turut bahagiya!" imbuhnya.


"Terima kasih banyak, Antonio!" jawab Reyhan.


"Halwa, sekali lagi aku meminta maaf, atas apa yang selama ini aku lakukan dulu! Sekarang, Kau sudah bisa berkumpul dengan suamimu!" tutur Nurul.


"Terima kasih banyak," jawab Halwa, "Aku sudah memaafkan mu. Lupakan masa lalu! Marilah kita hidup dengan bahagia!" Nurul menganggukkan kepalanya dan mereka berpelukan. Halwa menawarkan sebuah persahabatan. Nurul jadi teringat, dulu, dia juga pernah menawarkan persahabatan kepada ibu dua anak itu. Dan Halwa menerimanya dengan senang.



Sepulangnya Antonio dan juga istrinya, hanya mereka berempat di kamar itu. Dengan semangat yang tinggi, si kembar mengajak sang Daddy untuk bermain. Dalam keadaan masih sakit, Reyhan menuruti semua keinginan keduanya untuk bermain. Reyhan tidak mau mengecewakan kedua putranya, dia ingin mengganti waktu yang sudah ia buang selama ini. Reyhan terlihat kelelahan, dan beristirahat sebentar dengan menarik nafasnya panjang.


"Sayang, sudah ya! Tuh Daddy sepertinya kelelahan!" tutur Halwa kepada dua bocah itu. Mereka melirik ke arah Daddy-nya, dan benar juga, Reyhan terlihat kecapean.


"Iya, sudah. Daddy tidur saja! Kami main sendiri, Iya kan Gabrino?" ucap Gabino kepada saudara kembarnya.


"Iya," jawabnya.

__ADS_1


Halwa hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia bisa memaklumi bahwa seorang anak seusia mereka pasti masih sangat suka bermain.


Lelah mereka bermain, ternyata mereka sudah tertidur pulas di tempat tidur Daddy-nya. Halwa hendak memindahkan tubuh dua bocah itu ke sofa, namun Reyhan melarangnya.


"Sayang, biarkan mereka tidur di kasur!" seru suaminya.


"Nanti kamu tidur dimana, Sayang?"


"Itu gampang. Jangan pikirkan aku! Yang terpenting mereka tidur dengan nyaman!" ujarnya. Halwa hanya tersenyum mendengar ucapan sang suami.


"Baiklah," jawab Halwa.


Mereka berdua merebahkan tubuhnya di sofa. Kebetulan Sofanya agak luas, hingga muat untuk dua orang. Halwa menyenderkan kepalanya di atas dada bidang sang suami. Dia sangat merindukan aroma parfum yang dipakai sang suami. Berlama-lama di sana membuatnya sangat betah dan nyaman.


"Terima kasih, Sayang!" ucapnya.


"Untuk apa?" tanya Halwa.


"Kamu memberikan alasan yang tepat kepada anak-anak kita," ucapnya, Halwa mengerutkan keningnya.


"Mungkin, jika kamu jujur kepada mereka, bahwa aku sudah menyakiti hatimu selama ini, pastinya mereka tidak mau menerima aku sebagai Daddy mereka. Tapi, kau justru mengatakan kepada mereka sebaliknya," ujar Reyhan. Halwa tersenyum.


"Terkadang kita harus menjadi orang tua yang egois. Harus sedikit berbohong untuk kebaikan mereka," ucap Halwa.


"Terima kasih banyak, Sayang!" ucap Reyhan.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sedangkan kedua putranya sedang asyik bermain dengan sang Daddy di atas kasur. Mereka sedang asyik bermain ular tangga.


"Sayang, bajunya sudah aku masukkan di koper," ucap Halwa.


"Iya, Taruh saja disitu! Kita tunggu Antonio menyelesaikan admistrasi!" ucap suaminya.


Beberapa menit kemudian Antonio datang. Dia melongokkan kepalanya diantara celah pintu yang terbuka sedikit.


"Apakah kalian sudah siap untuk pulang?" tanya Antonio.


"Iya, Kami sudah siap!" jawab Reyhan, "Apakah Kau sudah menyelesaikan pembayarannya?"


"Sudah beres semua. Kau jangan khawatir!" ucap Antonio.


"Okey, Ayo kita pulang ke Apartemen!" ajak Reyhan kepada Gabino dan Gabrino.


"Yeay, asyik, asyik. Kita akan ke rumah Daddy!" teriak mereka begitu bahagia.


"Ke Apartemen, Sayang!" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Iya, Apartemen," jawab Gabino.


Antonio membantu Halwa untuk memasukkan koper di bagasi mobil. Setelah mereka naik semua ke mobil, Antonio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Gabino dan Gabrino nampak sangat bahagia. Manik mereka tidak berhenti menatap pemandangan di luar jendela. Mereka sangat senang dan heran, karena melihat ramainya Kota J, dengan kemacetan kendaraan yang panjang.


"Gabino lihatlah itu!" Gabrino menunjuk ke arah mobil yang berderet memanjang.


"Wah, panjang sekali seperti ular," jawabnya. Kemudian mereka terkekeh, entah apa yang mereka tertawakan. Halwa hanya geleng-geleng kepala saja.


Sampai di parkiran, Halwa membantu suaminya keluar dari mobil. Karena memang tangan Reyhan masih menggunakan Arm Sling, sehingga agak susah untuk berdiri.


"Bagaimana tangan dan punggungnya? Apakah masih sakit?" tanya Halwa.


"Sedikit, Sayang!" jawab suaminya.


"Dad, Cepetan jalannya!" tarik Gabrino. Gabrino menarik tangan kiri Reyhan, sedangkan Gabino bingung mau menarik tangan siapa. Bocah laki-laki itu hanya berdiri terpaku di sana.


"Gabino?" panggil Mommy nya, "Ayo, jalan! Kenapa malamun?"


"Aku ingin digandeng sama Daddy!" rengeknya.


"Sini sama Mommy dulu! Nanti kalau tangan Daddy tidak sakit, gantian Gabino yang digandeng!" ucap Mommynya.


"Baiklah,"


"Good, kamu memang Abang yang baik dan pintar!" puji Halwa.


"Gabrino juga pintar," timpal Gabrino tidak mau kalah.


"Iya, Kamu juga pintar!" puji Reyhan, "Come on, Boy. Kita naik lift!"


Sampai di depan kamar, Halwa membukakan pintunya. Mereka semua berhambur masuk ke dalam. Antonio meletakkan koper di dekat meja.


"Okey, tugasku sudah selesai. Aku harus kembali ke kantor!" ucap Antonio.


"Terima kasih banyak, Bro!" jawab Reyhan.


"Sudah tugasku, Rey. Jika butuh bantuanku lagi, langsung telepon aku!" ujar Antonio.


"Okey, Terima kasih, Antoni!" ucap Halwa.


"Sama-sama, Nona!" jawab Antonio.


to be continued ......


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Maaf baru update, habis sakit jadi ini baru update. Itupun baru bisa sedikit ².....Minta doanya ya????🙏🙏


Terima kasih banyak masih setia menunggu kelanjutannya....😘😘


__ADS_2