Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Bab 39 : Aksi Penyelamatan 1


__ADS_3

BUGH ....


Tiba-tiba dari arah belakang, ada seseorang yang memukulnya dengan sebilah kayu. Kepala Halwa merasa pusing, dan dia jatuh tidak sadarkan diri.


Halwa mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing akibat benda keras memukul dirinya dari arah belakang. Dia mengamati sekitarnya, badannya terikat di sebuah kursi kayu, dengan tangan dan kaki terikat. Dia berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya.


"Sial!" umpatnya kepada dirinya sendiri.


Halwa mengamati sekitarnya, dia mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membuka ikatan tangannya. Dia menemukan sebuah paku berkarat yang masih tertancap di kayu bekas runtuhan. Dia berusaha menggeser sedikit tubuhnya untuk meraih paku tersebut.


"Yes, berhasil. Come on Halwa, kamu pasti bisa!" ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.


Dia menggesekkan tali yang mengikat tangannya, dia berusaha dengan sangat keras untuk membukanya.


Shreek .... Shreek ... Shreek


Tali yang mengikat tangannya akhirnya terlepas juga. Saat hendak melepaskan ikatan kakinya, tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki menuju ke arahnya. Dia memposisikan tangannya seperti orang yang masih terikat dibelakang. Sebelumnya dia sudah mengaktifkan perekam suara yang menempel di bajunya.


Cekreek ...


Seorang pria masuk, dan disusul oleh Anita dan seorang wanita paruh baya, ternyata itu adalah Jesslyn, Mama Anita.


"Huft," Halwa menghela nafasnya panjang.


"Sudah sadar rupanya," ucap Anita menatap sinis kepadanya.


"Anita,"


"Apa kabar Salwa palsu?" tanya Anita dengan nada mengejek. "Siapa kau sebenarnya?" tanya Anita mencengkeram dagu Salwa dengan keras.


"Jadi, kau dalang semua ini?" tanya Halwa penuh selidik.


"Ha .... Ha .... Ha." tawa mereka menggelegar di ruangan yang tertutup itu. "Kau benar sekali," jawabnya.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Anita. "Kau masih saja bungkam!" marah Anita. Kemudian dia memberikan kode kepada salah satu anak buahnya. Beberapa detik kemudian, anak buah Anita membawa Noah kehadapannya.


"Mama," teriak Noah. "Mama, Noah takut!"


"Jangan takut, Sayang! Kau seorang jagoan, Kau harus berani!" ucap Halwa kepada Noah.


"Apa mau kalian?" bentak Halwa.

__ADS_1


"Katakan kepada kami, Siapa kau sebenarnya? Kami tahu bahwa kau bukanlah Salwa yang asli," ujar Anita.


"Aku akan mengatakannya, lepaskan Noah dulu!" bentaknya.


"Ha ... Ha .... Ha."


"Kau pikir kami mudah kau tipu! Aku tidaklah sebodoh yang kau kira!" ujarnya. "Katakan!"


"Auw, sakit, Ma!" tangis Noah sambil terisak. Anak buah Anita menjambak rambut Noah.


"Wanita keji, Aku pastikan kau membusuk di dalam penjara!" teriak Halwa.


PLAKKK ....


Anita menampar pipi Halwa, keluarlah darah segar disudut bibirnya.


"Cuih!" Halwa meludahi tangan Anita. Anita semakin geram, berkali-kali dia menampar pipi Halwa. Membuat pipi mulus Halwa memerah.


"Beraninya Kau!" Anita mencekik leher Halwa membuat Halwa susah bernafas.


"Anita hentikan, kau bisa membunuhnya dengan tanganmu!" ucap Jesslyn. Halwa menatap tajam ke arah keduanya.


"Kau benar sekali. Jadi ada hubungan apa kau dengannya?" tanya Anita.


"Dia adalah saudara kembarku! Dan aku akan membuat perhitungan dengan kalian!" ketus Halwa.


"Oh, jadi Kau adalah saudara kembarnya. Pantas muka kalian sangat mirip!" ucap Anita. "Tapi, untuk menyingkirkan kami tidak semudah itu. Kau tahu kenapa? Karena kami juga yang menyingkirkan Salwa dari muka bumi ini. Dan dia mati," ucapnya. "Apakah kau juga ingin mengetahui bagaimana Salwa mati?"


"Kau!" Halwa menatap tajam ke arah Anita.


"Kau ingin mengetahuinya?"


"Ha .... Ha ... Ha."


"Aku membiusnya, kemudian aku meletakkan tubuhnya di sebuah mobil. Dan aku menyuruh kekasihku untuk menerjunkan Salwa ke jurang dengan mobil itu," jelasnya.


"Dan, Booom .....!" Anita menirukan suara ledakan mobil yang sangat keras. "Dia mati!"


"Ha ... Ha ... Ha." mereka semuanya tertawa terbahak-bahak.


"Dan kau tahu! Kenapa Dimas begitu membenci istri pertamanya?" ucap Anita. "Semua adalah rencana ku dengan Mamaku!" jawab Anita tidak tahu malu.

__ADS_1


"Kami berdua menjebak Salwa, seolah-olah Salwa sedang tidur bersama Jack!" jelas Jesslyn.


"Kalian bersekongkol untuk semua ini! Kalian akan menerima hukuman atas apa yang kalian lakukan!" ucap Halwa. "Ibu macam apa yang menyuruh putrinya untuk melakukan sebuah kejahatan! Kau tidak pantas disebut sebagai ibu! Kau pantas disebut sebagai iblis," hina Halwa kepada Jesslyn.


PLAKKK...


Halwa kembali kena tamparan keras, kali ini yang melakukan adalah Jesslyn. Pipinya yang putih mulus, terlihat sangat merah dan lebam.


"Jaga ucapanmu!" marah Jesslyn.


"Hem, Kenapa? Apakah kalian begitu takut kepadaku? Sehingga kalian semuanya mengeroyok ku!" tantang Halwa. "Hey, Anita, ini adalah urusan kita berdua. Apakah kau takut kepadaku, sehingga kau meminta dan bersembunyi di balik ketiak ibumu?" ejek Halwa. "Kau juga membawa kekasihmu untuk menyakitiku! Apakah kau begitu takut aku mencabut nyawamu, hah?" ejek Halwa dengan tertawa terbahak-bahak.


"Kau!" kesal Anita. "Toni, Bernard, Kalian sudah lama tidak mencicipi tubuh wanita cantik kan? Aku berikan kepada kalian untuk bermain-main. Mungkin saja dia masih perawan atau sudah tidak perawan," ucap Anita dengan nada mengejek.


"Apa, Bos? Jadi, kami boleh menikmati keindahan tubuhnya, Bos?" tanya Toni dengan muka paling jelek diantara mereka.


"Kalian boleh menggilir nya!" ucap Anita berlalu pergi, mengajak Jack dan Mamanya untuk pergi dari ruangan tersebut, dan Jesslyn menarik tangan Noah supaya tidak melihat kejadian tersebut.


"Bre******sek!" umpat Halwa. Halwa melihat ke arah mereka. Semuanya berjumlah dua belas orang. Empat orang berbadan gemuk dan besar. Delapan orang bertubuh kurus, namun nampak berisi. Dia yakin, dia bisa mengalahkan semuanya. Di Belanda, dia bisa menghadapi dua puluh lima orang bertubuh besar dan gemuk dalam waktu bersamaan.


"Kemarilah! Lepaskan ikatan kakiku terlebih dahulu, maka kita akan bermain-main," ucapnya menggoda. Tentu saja, orang yang berwajah paling jelek di situ merasa sangat senang. Dia membuka ikatan kaki Halwa terlebih dahulu, dengan menjadi orang yang pertama berarti dia yang pertama menikmati keindahan tubuh wanita yang didepannya.


Ikatan kaki Halwa sudah terlepas, giliran tangan yang akan dilepas. Namun kaki Halwa sudah menendang barang pusaka pria itu, membuat pria itu mengaduh kesakitan yang teramat sangat, dan menghajarnya hingga tersungkur. Aksi baku hantam pun tidak bisa terelakkan. Halwa dikeroyok oleh dua belas orang di ruangan tersebut.


DORR ..


DORR ..


DORR ..


Aksi tembak terjadi, Halwa berusaha menghindar dari tembakan. Dari arah belakang dia berhasil melumpuhkan lima lawan yang bertubuh kurus. Tinggal tujuh lagi yang harus dia selesaikan.


BUGH ... BUGH .... BUGH


Tiga lawan bertubuh kurus berhasil dia lumpuhkan lagi. Sekarang dia mendapat posisi yang aman karena berhasil merebut senjata lawan.


DORR ... DORR ... DORR


Aksi baku tembak terjadi, Halwa menembak empat laki-laki tepat di atas kepalanya. Dua belas orang berhasil dia lumpuhkan.


to be continued....

__ADS_1


__ADS_2