
Hilda mencari keberadaan putranya di Rumah Sakit, namun tetap saja dia tidak menemukannya. Hingga Hilda memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena dia berfikir kalau Dimas pasti pulang ke rumahnya.
Saat hendak keluar dari Rumah Sakit. Kerumunan orang-orang sedang berteriak melihat kejadian yang sangat menakutkan. Ada seorang pria yang berdiri tepat di lantai paling atas di Rumah Sakit ini. Pria itu hendak mengakhiri hidupnya, orang-orang yang melihat itu berteriak meminta bantuan kepada siapapun yang bersedia menolongnya.
Hilda menengok ke arah atas. Ternyata pria yang hendak mengakhiri hidupnya adalah Dimas. Dimas berdiri di lantai paling atas Rumah Sakit ini. Dia pun juga ikut-ikutan berteriak melihat kejadian itu. Hilda langsung berlari ke arah lantai paling atas Rumah Sakit ini.
Dia meminta beberapa security Rumah Sakit untuk membantunya menyelamatkan putranya. Hilda membujuk putranya untuk turun dari sana.
"Dim, Hentikan!" ucap Hilda merasa sedih dengan kelakuan putranya.
"Tolong hentikan, Dim! Ingat Noah," ucap Hilda terisak.
"Hiks ... Hiks .... Hiks." tangis Hilda.
"Dimas, jangan berbuat nekat! Ingat mama dan ingat Noah. Kami masih sangat membutuhkanmu. Tolong hentikan Dimas!" pinta Hilda.
"Salwa?" teriak Dimas terus saja memanggil istrinya. "Aku mohon jangan tinggal aku. Aku tahu kalau aku salah. Aku mohon jangan tinggal aku!" isaknya.
"Dimas, Salwa sudah meninggal. Mama mohon, Sayang. Hentikan, jangan melakukan hal yang bodoh!" ucap Hilda terisak. Dia sangat sedih melihat putranya seperti itu.
"Ha ... Ha .... Ha." tawa Dimas.
"Sayang, aku mau ikut! Cepatlah, datang kemari. Aku ikut kamu, Sayang," ucap Dimas.
"Hentikan, Dimas!" teriak Hilda. "Mama mohon hentikan!"
"Ha .... Ha ... Ha." tawa Dimas lagi.
"Dia masih hidup mama. Dia tersenyum kepada Dimas," ujarnya sambil tertawa sendiri.
Saat kaki Dimas terpeleset, Dua security berusaha untuk menarik tangan Dimas. Dimas jatuh tersungkur,.dia berdiri kembali dan melangkahkan kakinya kembali menuju tempat yang lebih berbahaya. Namun semua petugas Rumah Sakit berusaha untuk mencekal tangannya supaya tidak bertindak lebih jauh lagi.
Dimas memberontak meminta untuk dilepaskan. Dokter menyuntikkan obat penenang ke tubuh Dimas. Dimas kembali tenang dan tidak sadarkan diri.
Dokter meminta Hilda untuk datang menemui di ruangannya. Hilda melangkahkan kakinya menuju ruangan sang Dokter.
"Silahkan, Nyonya. Ada hal serius yang ingin saya katakan kepada Anda mengenai putra Anda," ucap Dokter.
"Ada apa, Dok?" tanya Hilda.
"Putra Anda mengalami suatu keadaan yang tidak biasa. Dia mengalami beban mental yang sangat berat." jelas Dokter kepada Hilda.
"Maksud dokter apa ya? Saya tidak mengerti," ucap Hilda.
"Putra Anda mengalami depresi," terang Dokter. "Dan dia harus mendapatkan pengobatan khusus dari psikiater," imbuh dokter lagi.
"Tapi, anak saya tidak gila, Dok!" ucap Hilda tidak terima kalau dokter mengatai putranya gila.
"Maaf bukan itu maksud saya! Tapi, kenyataanya putra Anda mengalami beban mental yang sangat berat. Dan dia harus mendapatkan pengobatan khusus. Jika tidak putra Anda bisa mengalami depresi yang sangat parah," jelas Dokter. Hilda sangat syok mendengar penjelasan dokter mengenai masalah putranya. Dia tidak menyangka kalau beban mental yang dialami putranya bisa menjadi sangat parah. Dia juga merasa bersalah karena dirinyalah, Dimas bisa menikah dengan Anita.
Hilda kembali ke ruangan putranya. Begitu miris hidup putranya, tangan dan kakinya diikat oleh petugas rumah sakit. Pasalnya petugas rumah sakit takut kalau pasiennya melakukan hal yang lebih nekat dari tadi. Hilda menangis sedih, hatinya terasa sangat pilu. Melihat putra satu-satunya mengalami kondisi depresi.
***Keesokan paginya***
Noah mengerjapkan matanya ketika sinar matahari menyilaukan. Dia menoleh ke arah samping ternyata mamanya sedang tertidur dengan memeluk dirinya. Diam-diam Noah terbangun dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Noah anak yang sangat pintar, dia mandi dan membersihkan tubuhnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Selesai mandi Noah membangunkan mamahnya. Dia hendak bertanya, menanyakan pakaian ganti untuk dirinya.
Halwa terbangun saat Noah membangunkannya. Dia lupa kalau di Apartemennya tidak terdapat baju untuk anak-anak. Dia pun menyuruh asisten Adam untuk membelikan beberapa stel baju untuk Noah. Secepat kilat Adam mencari dan membeli baju anak-anak untuk Noah. Dengan secepat kilat juga Adam datang ke apartemen Noah.
Tok .... Tok ... Tok
Tidak menunggu lama Adam sudah datang dengan membawa paper bag berisi baju-baju untuk Noah dan satu paper bag lagi berisi sarapan untuk nona mudanya dan Noah.
__ADS_1
Mereka sarapan pagi di dekat kolam renang. Noah sangat bahagia tinggal di Apartemen yang super mewah ini, apalagi kolam renang yang sudah di lengkapi fasilitas untuk anak-anak. Seperti mainan untuk anak-anak. Sambil makan, Noah menjeburkan dirinya di kolam renang. Membuat Halwa hanya geleng-geleng kepala. Noah hanya tersenyum saja.
"Apa rencana nona selanjutnya?" tanya Adam kepada halwa.
"Aku akan membawa Noah ke Belanda. Aku akan merawatnya seperti putra ku sendiri. Bagaimana menurutmu, Asisten?" tanya halwa.
"Itu terserah nona saja. Apakah nona tidak akan memberitahukannya?" tanya Adam.
"Bagaimana aku bisa memberitahukannya? Dia masih terlalu kecil asisten!" ucap Halwa.
"Baiklah, Semoga nona bisa merawatnya dan menjaganya," ucap Adam.
"Sayang, Ayo makanlah makananmu terlebih dahulu! Nanti kamu bisa main lagi," tutur halwa.
"Mama, Kenapa kita tinggal di Apartemen?" tanya Noah. "Kasihan Papa tinggal sendirian di rumah," ucapnya.
"Karena papa sedang sibuk sayang. Sementara ini Noah tinggal dengan Mama," ucap halwa.
"Hore, asyik, Noah senang sekali tinggal bersama mama," senang Noah.
"Benarkah, Mah? Noah sayang sama Mama," ucapnya polos.
"Mama juga sangat menyayangimu, Nak," jawab halwa.
Melihat keakraban nona mudanya, Adam semakin yakin bahwa nona nya bisa merawat dan menjaga seorang bocah laki-laki. Pasalnya setahu Adam nona mudanya wanita yang sangat dingin dan cuek. Dan tidak sekalipun nona muda nya berurusan dengan anak kecil. Namun sekarang nona muda nya begitu peduli dan menyayangi anak-anak. Adam tersenyum melihat keakraban keduanya.
to be continued.....
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Terima kasih atas dukungannya, kasih like, favorit, bunga dan vote.
Terima kasih buat Readers yang masih setia dengan Author, Semoga kalian suka dengan ceritanya....
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕💕
Happy reading......💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1