Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Episode 88 : Makan Siang Bersama Mark


__ADS_3

"Halwa!" teriaknya. Reyhan berusaha untuk mengejarnya, namun sudah tidak terlihat lagi.


"Kemana dia?" ucap Reyhan sambil memegangi hidungnya.


"Auw, sakit!" darah segar keluar dari hidungnya.


"Rey?" panggil Antonio. Dia berlari ke arah sahabatnya.


"Lu, Kenapa?" Reyhan menunjukkan hidungnya yang berdarah.


"Hidung Lu kenapa?" tanya Antonio.


"Auw, sakit!" pekiknya.


"Ayo, kita ke mobil. Kita bersihkan pakai tisu!" ajak Antonio.


Halwa berlari ke parkiran, dia langsung masuk ke mobil. Adam sangat heran, karena tiba-tiba saja Nona nya berlarian dan langsung masuk ke mobil.


"Ayo, Jalan!" suruhnya.


"Nona kenapa?" tanya Adam sangat heran.


"Ada Reyhan," jawabnya.


"Apa?" Adam menautkan kedua alisnya.


"Ayo, cepat jalan!" dengan cepat Adam menjalankan mesin mobil.


Halwa terpaksa harus meminta maaf lewat ponsel, karena dia harus pulang karena ada urusan mendadak. Halwa menyenderkan kepalanya di kursi mobil. Pikirannya menerawang jauh memikirkan Reyhan.


"Apakah dia benar-benar sudah mengingat semuanya? Tapi, semuanya sudah terlambat. Kau sudah menikah dengan perempuan itu!" ucapnya dalam hati.


"Aaaaaaahhh!" Halwa mengacak rambutnya sendiri.


"Nona tidak apa-apa?" tanya Adam terkejut dengan teriakan Nona nya.


"Eh, tidak apa-apa!" jawab Halwa tersenyum kecut, merasa malu karena pasti Adam berfikir yang tidak-tidak.


Sampai di hotel, Halwa melihat kedua putranya sudah tertidur pulas dijaga oleh Maya, Dimas dan Noah. Halwa merasa tidak enak hati dengan mereka.


"Terima kasih banyak, kalian sudah mau menjaga putra-putra ku!" ucap Halwa kepada Dimas dan Maya.


"Ah, tidak perlu sungkan! Kami sangat senang kok!" ucap Maya, "Iya kan Mas?"


"Iya, Halwa. Aku sangat senang bisa menjaga mereka. Mereka anak-anak yang sangat lucu dan pintar!" puji Dimas.


"Terima kasih ya, Mas!"


"Kami pamit pulang dulu!" pamit Dimas dan Maya.


"Noah, Apakah kau ikut dengan kami atau masih ingin tinggal di sini?" tanya Dimas.


"Aku ikut papa ya, Ma!" ucap Noah.


"Iya, Sayang. Tidak apa-apa kok! Kapan-kapan kamu bisa main lagi ke sini!" ucap Halwa. Kemudian memeluk putranya dengan sayang.

__ADS_1


Halwa mengantarkan mereka sampai depan pintu kamarnya. Hingga mereka tak nampak lagi, barulah dirinya masuk ke dalam. Dia masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok gigi.


Keluar dari kamar mandi, ia lap mukanya dengan handuk bersih, dan duduk di depan cermin. Dia meraba bibirnya. Halwa mengingat Reyhan menciumnya sangat dalam, hingga bibir bawahnya sedikit membengkak. Sesekali dia merutuki kebodohannya, dan memukul-mukul pelan kepalanya.


"Aku benar-benar bodoh! Kenapa aku tidak menolak ciumannya?" kesal Halwa menepis pikiran kotornya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sampai di Apartemen, Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur. Dia menatap langit-langit kamar, dan membayangkan wajah sang istri. Membayangkan bagaimana sang istri tidak menolak saat dia menciumnya. Kemudian, Reyhan tersenyum bahagia.


"Halwa di Indonesia. Aku harus mencarinya. Aku tidak boleh kehilangan jejaknya lagi!" ucap Reyhan, berdialog dengan dirinya sendiri. Dia beranjak dari tempat tidurnya, dan menyambar ponsel di samping, untuk mendial nomor Antonio.


Dret ... Dret ... Dret


Antonio melihat nama Reyhan di layar kontak ponselnya, dia membuang nafasnya kasar. Baru saja sampai, bosnya sudah menghubungi lagi, Antonio mendengus kesal.


"Hallo, Ada apa, Rey?" kesal Antonio.


"Lu sibuk?" tanya Reyhan.


"Astaga, Rey. Gue baru saja sampai di depan rumah. Ada apa?"


"Tolong cari informasi mengenai Halwa! Lu tahu sendiri kan, Halwa ada di Indonesia. Gue ingin tahu, dimana dia tinggal. Bila perlu, cari dia di semua hotel di seluruh kota. Karena, gue yakin dia menginap di salah satu hotel di sini!" suruh Reyhan.


"Iya, Besok gue cari informasinya. Ini sudah larut malam. Gue butuh istirahat. Dan gue juga harus membagi waktu gue untuk istri dan anak gue!" sungutnya. "Sekarang gue mau istirahat dulu! Badan gue capek, gue juga lagi pengen manja-manjaan dengan istri gue!"


"Iya, Iya. Besok saja Lu cari informasinya!" ucap Reyhan, "Huh, mentang-mentang sudah punya istri!"


"Iya lah! Emangnya Lu, punya istri tapi kayak nggak punya istri saja!" ledek Antonio tergelak.


"Eh, jangan dong, Rey!" teriak Antonio.


Tut ... Tut ... Tut


Reyhan memutuskan panggilannya secara sepihak.


"Sialan nih, Rey! Main matiin saja!" kesal Antonio.


Antonio mengetuk pintu rumahnya, sang istri yang membuka dengan raut muka yang jutek. Antonio merasa sangat bersalah, padahal dia sudah berjanji akan pulang sebelum pukul sepuluh malam, tapi, kenyataannya dia pulang pukul dua belas malam. Membuat wajah istrinya sangat tidak enak dipandang.


"Maafkan aku, Sayang! Tadi pestanya baru selesai!" ucap Antonio kepada istrinya.


"Kamu kan tahu, Mas. Aku sedang mengandung anak kamu. Kamu kok tega sih meninggalkan aku di rumah sendiri dengan Fardan!" beonya sambil berkacak pinggang. Fardan adalah putra pertama mereka, baru berusia satu tahun, dan sebentar lagi akan memiliki adik.


"Iya, Sayang. Maafkan Mas ya!" mohon Antonio. Istrinya tetap saja kesal dan menekuk mukanya.


"Sayang?" panggilnya, "Mas janji tidak akan mengulanginya lagi! Ini semua gara-gara Reyhan," kesalnya.


"Kok Mas Reyhan sih? Kenapa kamu membawa orang lain ke dalam masalah kita?" tanya Nurul tidak suka.


"Memang ini salahnya, Sayang. Aku harus menunggu Reyhan. Karena di pesta, Dia bertemu istrinya!" terang Antonio. Nurul membulatkan matanya.


"Maksud Mas, istri Reyhan itu Halwa?"


"Iya," ucap Antonio.

__ADS_1


Seketika raut muka istrinya berbeda. Dia nampak bersedih dan merasa bersalah.


"Ini semua gara-gara aku. Seandainya, saat itu aku jujur bahwa aku bukanlah tunangannya, pasti kejadiannya tidak akan serumit ini. Jika saja aku jujur mengatakan bahwa aku mengetahui semuanya, mereka tidak akan pernah berpisah," sesal Nurul.


"Sudahlah, Sayang. Jangan bersedih lagi. Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku juga ikut andil, aku juga merasa bersalah. Jika saja, aku tidak menuruti kata-kata Halwa untuk tidak bercerita kepada Reyhan dan Tante Cynthia, pasti nasib cinta mereka tidak akan seperti ini," sesal Antonio juga. Memang dulu Halwa melarang Antonio untuk bercerita kepada Cynthia, terutama Reyhan.


Flashback


Antonio menikahi Nurul beberapa tahun yang lalu. Awalnya, dia terpaksa menikahi wanita itu. Untuk menyelamatkan pernikahan sahabatnya.


Nurul yang memiliki sifat keras kepala dan tidak mudah menyerah untuk mengejar cinta Reyhan. Dengan segala cara, dia selalu melakukan pendekatan. Membuat Reyhan muak dengan sikap Nurul.


Wanita cantik itu sangat terobsesi dengan Reyhan. Setiap hari yang dipikirkan hanyalah Reyhan, sedangkan Reyhan sendiri tidak pernah memperdulikannya.


Melihat Nurul seperti itu, membuat Antonio ikut geram. Karena bagaimanapun, Reyhan adalah sahabatnya. Dan terkadang Antonio yang menjadi sasaran kemarahan Reyhan, jika sahabatnya sedang kesal dengan Nurul.


Antonio pun memiliki rencana untuk wanita keras kepala itu. Dia memulai pendekatan dengan gadis itu, dengan cara menyewa seorang preman untuk mengganggunya. Antonio datang untuk membantunya, sehingga wanita itu mulai bersimpati. Rencana membuat wanita itu simpatik telah berhasil, dan Antonio pun menjalankan misi keduanya agar dia bisa menikahi Nurul.


Antonio menjebak Nurul dengan memasukkan obat di minumannya. Wanita cantik itu pun merasakan tubuhnya sangat panas, dan merasa sangat gatal dibagian intinya. Dia membutuhkan pelampiasan untuk menuntaskan hasratnya. Malam itu juga mereka melakukan persetubuhan tanpa dasar cinta.


Semenjak kejadian itu, Nurul tidak mau menemui Antonio. Dia sangat marah, dan tidak terima dengan perlakuan Antonio. Namun setelah satu bulan berlalu, Nurul dinyatakan positif hamil. Tentu saja membuat kedua orang tuanya murka. Mereka mendatangi Antonio untuk meminta pertanggungjawaban. Dengan senang hati Antonio bersedia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Dia pun menikahi wanita cantik tersebut.


Awalnya, Nurul menolak. Karena dia masih sangat mengharapkan Reyhan untuk menjadi suaminya. Kedua orang tuanya melarang keras Nurul mengejar cinta Reyhan lagi, karena bagaimanapun mereka sudah mengetahui bahwa Reyhan adalah pria beristri.


Antonio berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan Nurul, dan dia bersedia menikah dengannya. Hingga akhirnya Nurul menerima Antonio untuk menjadi suaminya. Apalagi sekarang dia sedang mengandung benih laki-laki itu.


Satu tahun pernikahan hingga anak pertama lahir tidak ada cinta dihati mereka. Namun karena setiap hari mereka bertemu dan bersama, membuat benih-benih cinta tumbuh dengan sendirinya dihati kedua pasangan yang berbeda jenis tersebut. Satu tahun kemudian Nurul kembali hamil dan kali ini mereka melakukan persetubuhannya karena cinta, bukan karena obat atau paksaan.


🍀🍀🍀🍀🍀


Hari ini Halwa terpaksa harus meninggalkan kedua buah hatinya dengan Adam. Karena dia ada janji makan siang dengan Mark. Mark menjemput Halwa di hotel. Wanita cantik itu sudah menunggu Mark di lobi hotel.


"Silahkan!" Mark menggandeng tangan Halwa untuk masuk ke mobil.


"Terima kasih," jawab Halwa.


Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di depan Restaurant yang cukup terkenal dan termewah. Mark menarik satu kursi untuk duduk wanita berparas ayu tersebut.


Seorang pelayan memberikan buku menu kepada Mark. Dan Mark memberikan buku menu tersebut kepada Halwa, agar Halwa bisa memilih menu yang disukainya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Mark.


"Samakan saja pesanan aku sama kamu, Mark!"


"Okey!"


"Saya pesan dua porsi Beef steak dengan tambahan kentang. Dan minumnya dua orange jus tanpa gula," ucapnya.


"Baik, ditunggu ya, Pak!"


Beberapa menit kemudian pesanan yang mereka pesan sudah tersaji di meja makan. Mark dan Halwa menikmati makanan yang sudah disajikan di atas meja makan.


Kebetulan Reyhan juga makan siang di Restaurant itu. Dia baru saja selesai meeting dengan klien. Dari tempat duduknya, dia memperhatikan seorang wanita yang sangat dia kenali, sedang menikmati makan siangnya bersama seorang pria yang juga ia kenal.


Sesekali mereka tertawa lepas, tangan sang pria menggenggam wanita tersebut. Entah kenapa, Reyhan merasa tidak suka dengan apa yang dilihatnya. Hatinya bergemuruh. Ada rasa marah, jengkel dan dongkol menjadi satu. Dia meremas sendok dan garpu ditangannya.

__ADS_1


to be continued........


__ADS_2