Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Bab 52 : Penyesalan Jesslyn


__ADS_3

Adam mengecek semua email yang masuk di laptopnya. Dia membantu Halwa untuk memilih Perusahaan-perusahaan yang bisa di ajak kerjasama. Dan nama "Arsenio Grup" sangatlah asing ditelinganya. Dia cukup penasaran, karena melihat kredibilitas Perusahaan ini cukup bagus. Membuat Adam sedikit tertarik untuk bekerja sama dengan Perusahaan tersebut.


"Saya tertarik dengan Perusahaan ini, Nona. Kredibilitasnya sangat bagus. Kita coba dengan Perusahaan yang berasal dari Indonesia ini, Nona!" ucap Adam.


"Okey, atur nanti pertemuan ku denganya!" ucap Halwa. Adam mengangguk pasti. Bukan hanya sekedar tampan dan hebat, Adam juga pria yang sangat pandai. Halwa sering meminta pendapat Adam untuk menentukan sesuatu.


***INDONESIA***


Sudah dua Minggu lamanya, Dimas dirawat. Keadaannya semakin membaik, hari ini dia sudah diperbolehkan untuk pulang. Tapi, Dokter memberikan saran kepada Hilda agar putranya sering berkonsultasi dengan psikiater. Itu akan memudahkan untuk penyembuhan Dimas.



Setelah mendapatkan saran dari Dokter, Hilda pun membawa putranya pulang ke rumah. Hilda memapah putranya ke tempat tidur. Dimas terlihat kelelahan, dan dia membutuhkan istirahat.


"Tidurlah, Sayang! Nanti Mama kembali," ucap Hilda.


"Mana Noah?" tanya Dimas tiba-tiba.


"Eh, itu?" Hilda bingung harus menjawab apa. "Dia sedang mengikuti camping yang diadakan oleh sekolah. Sekarang kamu tidur, kamu harus banyak beristirahat" suruh Hilda kepada putranya. Dimas menuruti kata-kata mamahnya, karena memang tubuhnya terlihat sangat lelah dan letih.



Hilda bisa bernafas lega karena putranya mengalami kemajuan. Dia harus bergegas mendapatkan seorang psikiater untuk menyembuhkan putranya. Dia mencari informasi mengenai psikiater yang profesional untuk menyembuhkan putranya.



Hilda mendapatkan informasi seorang psikiater yang cukup profesional dari temannya. Dia pun langsung membuat janji ketemu dengan pskiater tersebut. Lebih baik lebih cepat, itu menurutnya.



Keesokan harinya, Hilda sudah membuat janji ketemu dengan psikiater tersebut. Dia menyuruh ke sekiatar tersebut untuk datang ke rumah. Karena tidak memungkinkan juga jika dirinya membawa Dimas keluar rumah.



Tepat jam makan siang, psikiater tersebut datang ke Rumah. Seorang pelayan membukakan pintu. Pelayan itu mempersilahkan tamu majikannya duduk di ruang tamu.


Hilda keluar menemui tamu tersebut dengan menggandeng Dimas. Mereka saling berkenalan, dan ternyata psikiater tersebut adalah seorang perempuan cantik dan masih sangat muda.


"Selamat siang, Nama saya Maya Septia. Saya seorang psikiater,"ucapnya memperkenalkan diri.


"Siang, Saya Hilda Sanjaya. Dan ini anak saya bernama Dimas Sanjaya. Saya ingin anak saya Dimas sembuh. Makanya saya menyuruh Anda datang kemari," ucapnya. "Bagaimana kalau konsultasinya di adakan di taman belakang?"

__ADS_1


"Boleh, Nyonya!"


"Jangan panggil saya, Nyonya. Kamu bisa panggil saya dengan sebutan tante,"


"Ah, saya merasa tidak enak, Nyonya,"


"Tapi, Saya, lebih suka kamu memanggil saya tante!" tegas Hilda.


"Baiklah, Tante!" jawab Maya.


Maya pun mengajak Dimas untuk ke taman belakang. Untuk pertemuan pertama Maya mengajukan pertanyaan ringan kepada Dimas. Tujuannya supaya mereka saling mengenal lebih dekat. Dengan begitu Dimas merasakan nyaman saat bersama dengannya.



Dari kejauhan Hilda melihat keakraban keduanya. Dia bisa melihat putranya terasa nyaman berdekatan dengan Maya. Setelah konsultasi selesai, Hilda mengajak Maya untuk makan siang bersama di rumahnya. Awalnya Maya menolak, namun Hilda terus memaksa agar dia mau menerima tawarannya. Akhirnya Maya pun menurut ajakan Hilda.



Mereka bertiga makan bersama di meja makan. Dimas nampak tenang, tidak berbicara sepatah kata pun. Namun, karena sikap Maya yang hangat, membuat Dimas mau mengobrol bersama.



Selesai makan siang, Maya berpamitan kepada Hilda dan Dimas. Karena di kliniknya masih banyak pasien yang menunggu. Maya melajukan mobilnya meninggalkan rumah Dimas. Setelah mobil Maya tidak terlihat, Hilda mengajak putranya untuk masuk ke dalam dan beristirahat.




Tubuh mereka berdua semakin kurus. Tidur dan makan yang tidak teratur menjadi salah satu penyebab utamanya. Biasanya di rumah, mereka dimanjakan dengan kasur yang empuk sekarang mereka hanya tidur beralaskan tikar. Terkadang juga sampai pagi mereka tidak bisa tidur, itu disebabkan karena banyaknya nyamuk yang menggigit mereka.



Makanan dipenjara tidak seenak makanan di rumahnya. Terkadang satu hari mereka tidak mengisi perut mereka. Terkadang pula jatah makan mereka diambil oleh napi lain.


"Mah, perut Anita lapar!" rengek Anita tiba-tiba. Membuat hati Jesslyn trenyuh.


"Sabar, Sayang. Mama akan meminta makanan kepada penjaga," ucap Mamanya.


"Pak penjaga, Tolong berikan makanan kepada putriku. Dia kelaparan," pinta Jesslyn kepada salah satu sipir.


"Bukankah tadi kalian sudah menerima jatah makan malam? Kenapa kalian masih lapar juga?" tanya sipir penjara.

__ADS_1


"Jatah makan malam kami diambil oleh Napi lain, Pak!" ucap Jesslyn."Tolong, berikan kami makanan. Perut kami sangat lapar," ucap Jesslyn memelas. Sipir tersebut tidak melihat kebohongan di mata perempuan paruh baya itu.


"Baiklah," ucap sipir memberikan dua bungkus roti dan air mineral untuk mereka.


"Aku hanya memiliki roti dan air saja. Ini jika kalian mau!" ucap sipir.


"Baiklah, Pak. Ini sudah cukup sebagai pengganjal perut. Terima kasih banyak," ucap Jesslyn.


"He'em," jawab sipir itu. Jesslyn menyuapi Anita dengan tangannya, Anita memakan roti tersebut dengan sangat lahap. Mungkin Anita sangat kelaparan, sehingga satu roti langsung dia habiskan seketika.


"Apakah kau masih mau makan lagi?" tanya jesslyn.


"Nggak, Mah. Anita tahu kalau mamah juga kelaparan," ucap Anita. Mendengar kata-kata Anita, tiba-tiba saja jesselyn menangis sedih. Dia sangat menyesal, karena sejak awal dirinyalah yang menjerumuskan putrinya pada sebuah kejahatan.



Jika bukan karena desakannya dulu untuk mengganggu hubungan Dimas dengan Salwa. Pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Dulu, saat Anita sudah tidak memiliki apapun. Mereka berdua sangat bingung untuk melanjutkan hidup. Jesslyn pun berinisiatif untuk mendekatkan kembali putrinya dengan mantan kekasihnya.



Anita yang terus-menerus di bujuk oleh sang Mama, akhirnya dia menuruti kemauan sang Mama untuk mendekati mantan kekasihnya.



Bukan hanya Dimas yang mereka dekati. Mereka juga mendekati Hilda, ibu dari Dimas. Hilda yang tidak menyukai Salwa saat itu, dengan mudahnya mereka memperdaya Hilda agar dia semakin membenci menantunya.



to be continued.....



Yuk, yang suka kasih like, favorit, komentar dan bunga....


Berhubung besok hari Senen, Jangan lupa votenya. Semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah dengan rezeki yang melimpah. Amin.


Vote jangan lupa...


Vote jangan lupa...


Vote jangan lupa...

__ADS_1


Vote jangan lupa...


__ADS_2