Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Bab 46 : Kepergian Halwa


__ADS_3

Hari semakin larut, Reyhan pun mengajak Halwa untuk pulang. Di sepanjang perjalanan Reyhan hanya terdiam. Dia tidak mengatakan apapun, dan bertanya apapun kepada Halwa. Hingga sampai di depan Apartemen, Reyhan masih terdiam.


"Kenapa tiba-tiba saja dia terdiam? Apakah aku membuat kesalahan?" batin Halwa.


"Ehm, sudah sampai. Semoga kamu tidur dengan nyenyak," ucap Reyhan.


"Terima kasih banyak, Rey. Apakah kau ingin mampir?" ajak Halwa. Reyhan menatap intens ke arah Halwa. Dia mencium bibir sensual itu dengan lembut.


"Masuklah, sudah malam!"


"Terima kasih banyak, Rey," ujarnya.


"Kenapa sih kamu nggak bilang apa-apa? Apakah kamu nggak punya perasaan apapun kepadaku?" batin Halwa.


"Baiklah, aku akan masuk!" ujarnya.


Setelah Halwa masuk dan tidak terlihat lagi, barulah mobil Reyhan meninggalkan Apartemen. Reyhan melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Kali ini dia pergi ke Apartemen asisten sekaligus sahabatnya. Hatinya sedang tidak baik-baik saja. Dia butuh teman untuk mengobrol.


Tok ... Tok ... Tok


Reyhan mengetuk pintu Apartemen Antonio dengan keras. Membuat Antonio jengkel bukan kepalang. Pasalnya ini sudah terlalu larut untuk bertamu.


CEKREEK ....


"Bos?" heran Antonio melihat Raihan dengan muka yang kusut. Reyhan menyerobot masuk ke dalam. Dia mendudukkan pantatnya di sofa.


"Antonio, gue sedang bingung. Gue frustasi!" ucapnya tiba-tiba.


"Ada apa bos?" tanya Antonio. Reyhan pun menceritakan semuanya kepada Antonio sahabatnya. Dia menceritakan segala keluh kesahnya kepada Antonio. Antonio mendengarkannya dengan seksama.


"Bos, jika memang lo suka, sebaiknya lo jujur saja. Kenapa harus menunda? Nanti jika kehilangan barulah lo menyesal. Lo mau menyesal seumur hidup?" ucap Antonio.


"Jelas nggaklah. Tapi bagaimana kalau dia masih tetap ingin pulang ke Belanda?"


"Lo kan seorang CEO, uang lo banyak. Kapan pun lo mau, Lo bisa tinggal di Belanda. Apa susahnya sih?"


"Huft, Entahlah! Gue bingung!" ucap Reyhan mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi.


"Tenanglah bro. Kalau jodoh pasti akan bertemu," tutur Antonio.

__ADS_1


"Gue mau tidur di sini malam ini. Gue sedang galau dan gue dilema," ucapnya.


"Ck, Lo tidur di kamar tamu!" suruh Antonio.


Disisi lain Anita harus memakai kursi roda. Karena kaki dan tangannya sudah tidak berfungsi lagi. Akibat pukulan benda tumpul yang dilakukan oleh Halwa saat itu, tangan dan kakinya kini cacat. Terpaksa dia harus menggunakan kursi roda, itupun Mamanya Jesslyn yang mendorong kursi rodanya.


Mereka dimasukkan di sel yang sama. Di mana di sel tersebut sudah ada empat orang tahanan. Jesslyn mendorong kursi roda Anita ke sudut ruangan. Namun kedatangan mereka tidak disambut baik oleh para napi lain.


"Minggir! Ini tempat gue. Lo Minggir dari sini!" ucap salah satu Napi berbadan gemuk.


"Ini tempat bersama, jadi, kami bisa duduk dimana saja," ucap Jesslyn.


"Tapi, disini gue yang berkuasa. Jadi, Lo harus menuruti perintah gue!" bentak wanita itu. Namun Jesslyn tidak memperdulikannya, membuat Jesslyn dikeroyok oleh para napi yang ada di situ. Jesslyn kalah jumlah, hingga dia kalah dan babak belur. Anita yang melihat ibunya terluka, dia berteriak meminta tolong kepada petugas polisi. Wanita gendut itu diamankan oleh kepolisian.


Jesslyn mendapatkan perawatan medis di klinik, karena lukanya cukup serius. Sudut bibirnya berdarah dan bagian pelipisnya sedikit robek. Hingga pelipisnya harus dijahit sedikit oleh dokter.


"Mama?" panggil Anita khawatir. "Mama tidak apa-apa kan? Aku sangat khawatir, Mah?"


"Tidak apa-apa, Sayang. Kamu tenang saja!" ucap Jesslyn.


"Pasti itu sakit sekali, Ma!" Anita merinding karena melihat pelipis Mamanya yang dijahit.


Satu Minggu Berlalu


Semua persiapan sudah beres. Koper dan tiket sudah Adam persiapkan. Rencananya mereka akan kembali ke Belanda hari ini.


"Mama kita akan kemana?" tanya Noah bingung, karena Mamanya pergi dengan membawa banyak koper, tentu saja membuat Noah heran.


"Ke Belanda, Sayang," ucap Halwa.


"Kenapa kita ke Belanda, Ma?" tanya Noah. "Lalu, Bagaimana Sekolah Noah?"


"Tentu saja kamu akan sekolah di sana," jawabnya.


"Baiklah." Mereka berdua masuk ke dalam mobil, dengan dikendarai oleh Adam. Mereka akan pergi ke Bandara.


"Kenapa dia tidak datang?" batin Halwa. "Harusnya dia datang, atau mengatakan sesuatu kepadaku! Tapi, dia tidak menampakkan batang hidungnya," kesal Halwa.


"Ayolah, Halwa. Kau jangan lemah dengan seorang pria!" ucapnya kepada diri sendiri.

__ADS_1


Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Bandara. Hingga sampai di Bandara, mereka turun dan menunggu di sana.


Setelah kejadian itu, Reyhan tidak menampakkan wajahnya di depan Halwa. Mereka tidak saling bertemu, pasalnya Reyhan juga sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Reyhan buru-buru memasuki Apartemen Halwa. Namun ternyata dia terlambat, Halwa sudah tidak ada di Apartemennya. Dia sudah pergi ke Bandara. Dia pun bergegas ke Bandara. Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampai di Bandara, Reyhan memarkirkan mobilnya di sembarang tempat. Dia berlari untuk mencari Halwa. Lima belas menit mencari wanita pujaannya, dia masih belum menemukan. Akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi pusat informasi.


"Maaf, penerbangan pesawat tujuan Belanda, Apakah sudah lepas landas?" tanya Reyhan pada bagian informasi.


"Iya, Pak. Baru saja terbang," ucap petugas.


"Apa?" Reyhan langsung terburu-buru mengejar pesawat tersebut. Dia hanya bisa melihat pesawat tujuan Belanda sudah lepas landas, dia melihatnya dari kaca jendela yang besar. Reyhan sangat menyesal, dia sudah terlambat untuk mengatakan sesuatu dengan wanita yang selama ini mengisi hari-harinya.


to be continued...


*********************************


Yuk mampir juga di novel ku yang lain, dengan judul "AMELIA" ...


Blurb :


Amelia adalah nama seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, namun sangat mandiri, ulet dan pekerja keras. Dia wanita cantik yang sangat baik hati. Memiliki tunangan bernama Arga Mahendra. Demi untuk membuat tunangannya sukses, dia rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk bekerja keras guna membiayai kuliah sang tunangan. Mereka berencana akan menikah. Namun empat hari sebelum pernikahan, dia telah direnggut kesuciannya oleh orang tidak dikenal.


Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah pernikahan Amelia akan bahagia bersama sang suami? Apa jadinya jika Amelia dipertemukan dengan pria yang sudah merenggut kesuciannya?


Hey, ketemu lagi dengan author recehan. Thank you very much sudah mau dukung karya Author yang tulisannya masih acak-acakan dan amburadul. Author masih dalam proses belajar. Abaikan PUEBI , yang terpenting isinya .... Yeeeaayyy....


Yuk intip-intip ceritanya, nggak kalah seru. Kasih like, Favorit, komentar, vote dan bunganya juga boleh banget biar Author tambah bersemangat lagi. Semoga kebaikan para pembaca dibalas oleh Allah dengan rezeki yang melimpah. Amin.


Happy Reading...💕💕💕


Happy Reading...💕💕💕


Happy Reading...💕💕💕


Happy Reading...💕💕💕


Happy Reading...💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2