Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Episode 84 : Gabrio dan Gabino


__ADS_3

EnamTahun Berlalu


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Musim juga cepat berubah.


Memasuki bulan April, Swiss mengalami perubahan musim yaitu musim semi. Musim semi dan musim gugur adalah dua musim yang selalu dinantikan oleh warga asli sana. Karena dua musim tersebut, mereka bisa menikmati keindahan alam di Swiss. Seperti, melihat kuncup bunga bermekaran, daun-daun dan ladang rumput yang menghijau.


Seorang wanita cantik sedang sibuk memeriksa berkas-berkas pekerjaanya. Sambil duduk bersila dilantai dengan beralaskan karpet permadani yang sangat lembut. Ia duduk di tepi kolam renang, netranya tidak berkedip melihat layar laptop, memeriksa semua email yang masuk di alamat email nya. Dia nampak mengernyitkan alis, sesekali dia membenarkan letak kacamata. Dia sangat serius memandangi email seseorang, ia merasa asing dengan alamat email tersebut.


"Milik siapa email ini?" gumamnya. Dia tidak berhenti menatap layar laptop.


DRET .... DRET .... DRET


Ponselnya bergetar, ia melihat layar kontak. Nama Noah yang tertera di layar ponsel. Hatinya begitu riang, jika mendapatkan panggilan video dari bocah laki-laki yang akan menginjak usia remaja itu.


"Hallo?"


"Mama?"


"Noah. Apa kabar, Sayang?" tanya Halwa begitu bahagia.


"Baik. Mama sendiri?"


"Mama juga baik," jawabnya.


"Aku sangat merindukanmu, Ma!"


"Mama juga, Sayang," jawab Halwa. Wanita itu adalah Halwa Callista. Sekian lama tidak ada kabarnya, ternyata dia memilih untuk menenangkan dirinya di Swiss.


"Mama, datanglah ke acara ulang tahunku! Dua Minggu lagi, Papa akan mengadakan acara Ulang tahunku. Mama dan si kembar datang ya?" pinta Noah. Halwa nampak berfikir. Memang benar juga sih, setiap Noah ulang tahun, Halwa tidak datang. Padahal Noah sangat berharap Mamanya datang.


Mereka mengobrol cukup lama. Karena sudah satu bulan lamanya mereka tidak berkomunikasi. Itu dikarenakan kesibukan Halwa sendiri, dan kesibukan Noah di Sekolahnya.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dua bocah berlari ke arah sang Mommy. Mereka merangkul, berputar dan saling berebut mainan, akhirnya mereka saling jambak dan tendang. Halwa berusaha untuk melerai mereka, namun tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya kedua bocah itu sama-sama menangis.


"Mommy?"


"Hiks ... Hiks ... Hiks." tangis Gabrio.


"Mommy, kakak memukulku. Dan dia juga menjambak rambut Gabrio hingga lepas," adu Gabrio sangat menggemaskan. Halwa terkekeh geli saat mereka berdua bertengkar memperebutkan mainan atau makanan. Padahal Halwa selalu bersikap adil kepada kedua putranya. Gabrio dan Gabino, adalah bocah kembar laki-laki yang Halwa lahirkan dari rahimnya. Mereka berusia lima tahun, namun kecerdasan dan kemampuannya melebihi usia lima tahun. Mereka sangat pandai berbicara, dan sangat aktif. Saking aktifnya, Halwa sampai pusing tujuh keliling oleh aksi menggemaskan mereka.


"Apa yang kalian perebutkan?" tanya Halwa mengintimidasi kedua bocah itu. Bukannya menjawab, mereka justru saling menyalahkan.


"Ini semua gara-gara kamu!" ucap Gabrio.

__ADS_1


"Bukan. Ini salah kamu!" jawab Gabino.


"Kenapa saling menyalahkan?" tanya Halwa, "Ayo, siapa yang memulai duluan?" Mereka saling tunjuk, melempar kesalahan.


"Lihat, Mommy sedang berbicara dengan Kakak Noah! Apakah kalian tidak melihat kalau Mommy sedang melakukan panggilan video sama Kakak Noah?" marah Halwa.


"Kakak?" teriak mereka secara bersamaan. Mereka langsung merebut ponsel yang sedang dipegang oleh Mommy nya.


"Hei, Apa kabar kalian berdua?" tanya Noah terkekeh.


"Mommy galak, Mommy seperti harimau!" ucap lucu Gabino.


"Bukan harimau, tapi seperti singa!" timpal Gabrio.


"Ck, Kalian ini!" manyun Halwa.


"Kalian mau kan datang ke Indonesia? Kakak Noah sebentar lagi ulang tahun. Kalian harus datang ya?" pinta Noah. Mereka saling berpandangan.


"Oke, kami akan datang. Kami akan membawakan hadiah yang besar buat Kakak," ucap Gabrio.


"Kalau aku akan membawakan rumah yang besar buat kakak," jawabnya, lucu sekali. Membuat Noah tidak berhenti tertawa melihat tingkah lucu mereka dari ponselnya. Meskipun mereka bukanlah kakak beradik kandung, Halwa selalu menanamkan sikap saling menyayangi di antara mereka bertiga.


"Ck, kalian pikir Indonesia itu sepuluh menit dari sini?" cebik Halwa.


"Okey, Okey!" jawab mereka serentak.


"Bye ... Bye .... Bye."


Mereka pun mengakhiri panggilannya. Dan kembali memperebutkan mainan yang tadi. Membuat Halwa pusing tujuh keliling.


Beberapa tahun yang lalu, Halwa memutuskan untuk tinggal di Swiss. Dia ingin menata hati dan kehidupannya kembali. Karena dia memang membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka dihatinya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Adam baru saja keluar dari Bandara Swiss. Dia memberhentikan taksi menuju rumah Nona nya. Dalam waktu empat puluh lima menit, Adam sampai di depan rumah bercat biru tersebut.


Kedua bocah itu sedang bermain di luar rumah. Melihat kedatangan Adam mereka berlari memeluk Adam. Adam yang memang memiliki karakter yang dingin, dia hanya menyunggingkan senyumnya sedikit.


"Uncle Adam?" teriak Gabrio.


"Uncle brewok?" teriak Gabino. Memang Adam memiliki brewok yang tebal ditambah wajah yang jarang


tersenyum, membuat siapapun mengira Adam pria galak dan kejam. Padahal kenyataannya, meskipun dingin dia pria yang hangat dan menyenangkan. Si kembar saja sangat menyayanginya. Panggilan Gabino kepada Adam, tidak membuatnya marah, karena memang dia seorang yang cuek.

__ADS_1


Mereka berdua duduk berebut dipangkuan Adam. Hingga mereka saling tarik dan tendang.


"Gabino? Gabrio?" teriak Halwa yang baru keluar dari rumahnya.


"Adam, Kau disini?" Halwa terkejut karena Adam menjadi rebutan kedua putranya.


"Gabino? Gabrio? Hentikan!" teriak Halwa. Membuat kedua bocah itu tersentak kaget dan menghentikan kegiatannya.


"Astaga! Kalian ini membuatku mati muda!" kesal Halwa sambil mengatur nafasnya.


"Nona, Anda tidak apa-apa?"


"Tidak. Aku tidak apa-apa," jawabnya.


"Lucy?" panggilnya. Lucy adalah baby sister yang mengurus putra-putranya sejak bayi.


"Ya, Nyonya!" jawab Lucy.


"Tolong, Ajak mereka bermain! Aku akan mengobrol serius dengan Adam!" suruh Halwa.


"Baik, Nyonya," jawab Lucy menggandeng kedua bocah itu.


"Ada apa, Adam? Apakah ada masalah serius dengan Perusahaan?"


"Tidak, Nona," jawab Adam, "Cuma ada masalah kecil,"


"Masalah kecil apa yang tidak bisa kau selesaikan?" tanya Halwa.


"Kerja sama kita dengan GL Group sukses besar. Dan mereka mengundang Anda untuk menghadiri acara ulang tahun Perusahaannya," ucap Adam.


"Kenapa tidak kau saja yang menghadirinya, Adam?"


"Jangan, Nona. Ini adalah kerjasama pertama kita dengan Perusahaan tersebut. Alangkah baiknya jika Nona sendiri yang datang. Itu berarti kita menghargai undangannya!" tutur Adam.


"Kapan acara tersebut dilaksanakan?"


"Satu Minggu lagi," jawab Adam.


"Itu berarti selain aku bisa menghadiri acara ulang tahun Perusahaan. Aku juga bisa menghadiri acara ulang tahun Noah," batin Halwa.


"Baiklah. Pesankan aku tiket pesawat ke Indonesia," suruh Halwa.


"Baik, Nona. Saya akan langsung mengurusnya!"

__ADS_1


to be continued......


__ADS_2