
BUGH ....
Tiba-tiba saja Adam menghajar wajah Richard. Richard terlalu besar mulut, membuat Adam naik pitam.
"Kakak, hentikan!" teriak Emma.
"Kakak," teriak Emma lagi. Bibi Beatrix dan Halwa yang mendengar teriakkan Emma langsung berlari ke arah mereka.
"Ada apa ini?" tanya Bibi Beatrix. Mereka berdua terdiam. "Adam? Richard?" bentak Bibi Beatrix.
"Emma, bicaralah?" tanya ibunya.
"Kami sedang berbicara, lalu tiba-tiba kakak datang. Dan sepertinya kakak tidak suka dengan kedatangan Kak Richard," jelas Emma nampak ketakutan.
"Aku memang tidak menyukai Richard. Dan aku memiliki alasan sendiri, kenapa aku tidak menyukainya!" ucap Adam.
"Maaf, saya memotong pembicaraan kalian. Alangkah baiknya kita bicarakan ini dengan kepala dingin," saran Halwa. "Richard, Asisten Adam. Mari kita duduk di sana!" ajak Halwa menunjuk kursi di ruang tamu.
"Baiklah." mereka menuruti kata-kata Halwa sebagai majikannya. Mereka semua duduk di ruang tamu.
"Ada apa ini? Kenapa Asisten bisa memukuli Richard seperti itu? Apakah Richard memiliki kesalahan kepada Asisten? Atau dia sudah menyakiti hati Asisten?" cecar Halwa dengan banyak pertanyaan.
"Saya tidak suka kalau pria ini mendekati adik saya, Nona," jawab Adam penuh penekanan.
"Apa? tapi apa alasannya?" tanya Halwa. "Bisakah Asisten menjelaskan alasannya?"
"Karena saya merasa dia tidak pantas untuk adik saya," jawab asisten Adam.
"Tapi, Bagaimana asisten tahu dia tidak pantas untuk adik Asisten?" tanya Halwa. "Apakah karena dia mantan seorang tahanan? Apakah karena dia mantan mafia juga? Makanya asisten menolak Richard. Padahal asisten tahu kalau mereka saling mencintai dan menyayangi?"
"Tapi, Nona?"
__ADS_1
"Asisten, semua orang memiliki masa lalu. Ada masa lalu yang baik, ada juga masa lalu yang buruk. Tergantung kita menyikapinya bagaimana?" ucap Halwa.
"Richard memang pernah melakukan kesalahan. Dia salah dalam pergaulan, dia juga pernah di penjara. Namun dia sudah berubah, dia lebih memilih jalan yang benar, dari pada jalan yang salah. Itu sudah membuktikan bahwa dia telah berubah, dan berikanlah dia kesempatan kedua untuk menjadi orang yang baik, orang yang bertanggung jawab dan bisa mencintai adikmu!" tutur Halwa.
"Saya hanya tidak mau dia menyakiti adik saya, Nona," jawab Adam.
"Kau dengar Richard," ucap Halwa. "Adam terlalu khawatir kalau kau akan menyakiti Emma."
"Saya berjanji, saya tidak akan menyakiti Emma. Karena sejak pertama saya melihatnya, saya sudah jatuh cinta kepadanya. Saya ingin membahagiakan nya, sepenuh jiwa dan raga. jika memang saya menyakiti Emma, Adam boleh memukul saya atau membunuh saya," ucap Richard didengar oleh semua orang yang duduk di sana.
"Kau dengar asisten Adam?" tanya Halwa.
"Baiklah saya akan memberikanmu kesempatan kedua. Jadi, pergunakanlah sebaik-baiknya. Jika kamu mengecewakan saya, saya sendiri yang akan turun tangan menghajar mu!" ucap Adam penuh ketegasan.
"Jadi kau menyetujui hubungan kami?" tanya Richard tidak percaya dengan apa yang Adam katakan barusan.
"Iya, aku setuju," jawab Adam. Emma dan Richard sangat bahagia mendengarkan kata-kata Adam.
Richard sempat di tahan di kepolisian Italia. Sampai dia keluar dari sana, Richard ke Belanda dan meminta pekerjaan kepada Halwa. Halwa sempat menolak, karena dia belum sepenuhnya percaya dengan Richard.
Namun, suatu kejadian yang membuat Halwa percaya bahwa Richard telah berubah adalah saat Halwa dalam keadaan bahaya. Dia telah dicurangi oleh teman bisnis yang tidak suka akan keberhasilannya. Mereka menyuruh orang untuk membunuhnya, saat itu Richard datang untuk membantunya. Dia mempertaruhkan nyawa demi dirinya.
Disitulah Halwa percaya dan memberikannya pekerjaan kepada Richard. Halwa memerintahkan Richard terjun langsung ke lapangan untuk memantau orang-orang atau pihak-pihak yang ingin berbuat curang kepadanya. Pekerjaan Richard untuk pertama kalinya bisa diacungi jempol, karena dia berhasil membawa seseorang yang sudah berbuat curang terhadap Perusahaannya.
Sejak saat itu, urusan lapangan dia serahkan kepada Richard. Semua pekerjaan yang diberikan Halwa untuk Richard, diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan dia tidak pernah mengeluh, atau protes saat Halwa memberikan banyak pekerjaan. Halwa menjadikan Richard sebagai asisten bayangan setelah Adam. Mereka berdua adalah orang-orang kepercayaannya di Perusahaan.
Selesai urusan Adam dan Richard. Bibi Beatrix mengajak Halwa dan Noah makan bersama di rumahnya. Kali ini, Emma yang memasak makanannya. Masakan Emma sangatlah lezat, tidak kalah dengan masakan chef bintang lima.
"Nona, Ayo tambah lagi!" ucap Emma.
"Tidak usah, Aku sudah kenyang," jawab Halwa.
__ADS_1
"Noah, Ayo tambah lagi! Ini sup daging domba, kau pasti suka!" ucap Emma.
"Wah, terima kasih, Bibi," ucap Noah. Baru pertama kali bertemu Noah, Emma sudah akrab dengannya.
"Oya, Nona. Kapan Anda akan mulai aktif ke kantor?" tanya asisten Adam. Halwa melirik ke arah Noah yang sedang asyik menikmati makanannya.
"Setelah aku mencari Sekolah bagus untuk putraku," jawabnya.
"Mau aku bantu mencarikan Sekolah yang bagus untuk putra, Anda?" tanya Adam.
"Boleh, Jika tidak merepotkan mu, Asisten!"
"Tentu saja tidak, Nona!" jawab Adam.
Acara makan akhirnya selesai juga. Halwa pun berpamitan untuk pulang. Adam menawarkan untuk mengantarkan nona mudanya pulang ke rumah. Namun halwa menolak karena dia membawa mobil sendiri dengan Richard sebagai sopirnya.
Mereka pun berpamitan kepada keluarga Adam. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Halwa. Sebelum kembali ke rumah, Halwa menyuruh Richard untuk berhenti di supermarket terdekat.
Halwa mengajak Noah untuk berbelanja kebutuhan Noah. Dia membeli sikat gigi untuk anak kecil sekaligus pastanya, minyak rambut, kaos kaki, lotion anak, dan barang-barang yang lain. Dia juga membeli makanan kecil dan minuman untuk Noah. Dia juga membeli banyak es krim kesukaan Noah.
Selesai berbelanja mereka kembali menaiki mobil dan menyuruh Richard untuk langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah halwa menyuruh Noah untuk langsung mandi dan bersih-bersih. Dia membantu putranya untuk memakai piyama. Setelah itu menyuruh putranya untuk beristirahat.
Tidak menunggu lama Noah langsung terlelap alam mimpi, karena dia begitu kelelahan seharian bermain dan mengejar domba-domba.
to be continued....
**************************************
Yang suka silakan tekan like, comment, favorite, bunga dan Vote. Dukungan para pembaca sangat Author nantikan, karena dukungan para pembaca adalah penyemangat bagi para penulis. Terima kasih yang sudah setia membaca sampai sini. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah dengan rezeki yang melimpah. amin.
happy Reading.....
__ADS_1