
PLAKKK ....
Tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi Anita. Sudut bibir Anita mengeluarkan sedikit darah segar. Dia meringis kesakitan menahan perih di sudut bibirnya.
"Semua ini adalah ulah mu!" marah Jesslyn.
"Maafkan aku, Ma!" jawab Anita merasa bersalah.
"Sekarang semuanya sudah terlambat. Dimas sudah menggugat cerai dirimu. Dan yang aku takutkan, kau tidak mendapatkan apa-apa dari Dimas," jelas jesslyn.
"Mama tenang saja. Aku mempunyai rencana yang sangat bagus untuk Dimas," ucap Anita dengan tersenyum licik.
"Rencana apa? Jangan menyusun rencana yang nantinya akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri," tutur Jesslyn.
"Mama tenang saja! Aku tidak akan membiarkan jika Dimas tidak memberikan sebagian hartanya kepadaku. Sebelum itu terjadi, aku akan membuat hidupnya tidak akan bahagia," ucap Anita kepada Mamanya.
Setelah dari rumah Jesslyn, Anita langsung mendatangi rumah Mama mertuanya. Dia ingin mengadukan masalahnya kepada sang Mama mertua.
Anita menceritakan perihal gugatan cerai yang dilayangkan suaminya kepada sang Mertua. Hilda yang mendengar penjelasan Anita, langsung naik pitam. Dia tidak menyangka kalau putranya begitu tega hendak menceraikan Anita demi wanita yang sudah berselingkuh.
Setelah kepergian Anita, Hilda langsung mendatangi putranya di kantor. Sampai di kantor, ternyata putranya sedang meeting. Terpaksa Hilda menunggu putranya di kantor. Satu jam lamanya, Hilda menunggu di kantor. Akhirnya, Dimas selesai juga.
Dimas nampak terkejut melihat kedatangan mamanya. Namun dia berusaha untuk bersikap biasa. Dengan sangat sopan Dimas menanyakan tujuan kedatangan mamahnya.
"Kenapa kau ingin menceraikan Anita? Apa salahnya, hingga kau tega ingin menceraikannya?" tanya Hilda.
"Bagaimana mamah bisa tahu? Apakah Anita yang mengatakannya?" tanya Dimas.
"Kau tidak perlu tahu, mamah tahu dari mana. Sekarang jelaskan kenapa kau ingin menceraikan Anita?" ketus Hilda.
"Dimas terpaksa harus menceraikannya. Karena dia sudah mencoba untuk bermain api di belakang Dimas,"jelasnya.
"Maksud kamu apa, Dimas?" tanya Hilda.
"Apa saja yang Anita ceritakan kepada Mama?"
"Anita bilang, kau ingin menggugat cerai Anita. Apa alasannya?" tanya Hilda. "Apakah karena wanita murahan itu? Kau jatuh cinta lagi kepadanya!" ketus Hilda.
"Mah, perlu Mama tahu! Apa yang dikatakan Anita semuanya tidak benar. Dia berbohong, Mah!" jelas Dimas. "Dan Salwa tidak ada kaitannya dengan ini semua," terangnya lagi.
"Lalu, Apa alasannya?" cecar Hilda.
"Mama yakin ingin tahu?" tanya Dimas, Hilda pun mengangguk. Dimas pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Hilda nampak syok, dia tidak percaya menantu yang dulunya dia pilih sendiri untuk putranya ternyata telah berkhianat.
"Itu tidak mungkin, Dimas. Mana mungkin Anita melakukan hal serendah itu!" ucapnya tidak percaya.
"Terserah kalau mamah tidak percaya! Karena Dimas melihatnya dengan mata kepala sendiri!" jelas Dimas.
"Lalu, Kenapa Anita mengatakan bahwa penyebab perceraian kalian adalah Salwa. Dia bilang kau kembali jatuh cinta kepada istri pertama mu," ucap Mama.
"Jangan mudah percaya kepada kata-kata Anita, Ma. Bagaimana kalau menantu yang selama ini Mama benci adalah wanita yang baik. Dan dia mendapatkan fitnah yang keji dari seseorang?" tanya Dimas.
"Apakah bisa begitu, Dim?"
"Itulah yang sedang Dimas selidiki," ujar Dimas. "Perlu Mama ketahui, bahwa Salwa yang selama ini kita kenal bukankah Salwa yang asli. Dia Salwa palsu yang datang ke rumah kita dan berpura-pura menjadi Salwa asli," jelas Dimas.
"Bagaimana mungkin Dim?" tanya Hilda tambah syok. Dimas pun menceritakan secara detail apa yang diketahuinya. Diam-diam Dimas juga menyelidiki semuanya lewat detektif swasta yang dibayar mahal. Dia juga sedang mencari keberadaan istri pertamanya, yang katanya mengalami sebuah insiden tragis yang mengakibatkan koma di Rumah Sakit. Dimas masih berusaha keras untuk mencari istri pertamanya.
"Apakah Anita sejahat itu?" tanya Hilda. Sebenarnya dia merasa takut jika benar itu terjadi. Pasalnya dirinya lah yang membuat Anita masuk ke dalam rumah tangga putranya.
"Dimas masih menyelidikinya, Mah," jawab Dimas. "Mama doakan saja, semoga misteri ini terungkap. Dan Dimas bisa menemukan di mana Salwa yang asli," imbuhnya.
"Iya, Dim. Mama akan mendoakan supaya kamu bisa menemukan titik terang dari kasus ini," ucap Hilda. "Jika memang Salwa tidak bersalah, berarti selama ini aku yang bersalah menilainya," batin Hilda.
Halwa terbangun saat dirinya baru saja bermimpi bertemu saudara kembarnya. Salwa mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia bisa bertemu dengan Halwa. Saudara satu-satunya yang masih ada. Dia juga sangat bahagia karena Noah sangat senang bisa berdekatan dengannya. Dan menganggap Halwa seperti Mamanya. Itu berarti, Noah merasa kalau Halwa adalah Mamanya.
__ADS_1
Di dalam mimpi, Salwa juga memberikan amanat kepada Halwa untuk menjaga Noah dengan baik. Halwa menolak, karena Halwa akan membawa Noah bersama ibunya ke Belanda. Halwa akan mengajak saudara kembarnya untuk tinggal di Belanda, di rumahnya. Salwa hanya tersenyum mendengar kata-kata Halwa. Seketika dia terbangun dari tidurnya.
"Apa arti semua ini?" batinnya. Namun Halwa tidak menanggapinya terlalu serius.
Dia beranjak dari tempat tidurnya. Badannya terasa gerah dan lengket, dia pun memutuskan untuk mandi dan bersih-bersih.
Halwa merendam tubuhnya di dalam bathtub. Dia merasa badan yang lelah dan letih seketika hilang sekejap mata. Selama satu jam dia merilekskan tubuhnya.
to be continued....
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Hei, Readers mau promosi karya yang lainnya nih....

Blurb:
Amelia adalah nama seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, namun sangat mandiri, ulet dan pekerja keras. Dia wanita cantik yang sangat baik hati. Memiliki tunangan bernama Arga Mahendra. Demi untuk membuat tunangannya sukses, dia rela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk bekerja keras guna membiayai kuliah sang tunangan. Mereka berencana akan menikah. Namun empat hari sebelum pernikahan, dia telah direnggut kesuciannya oleh orang tidak dikenal.
Hey, ketemu lagi dengan author recehan. Thank you very much sudah mau dukung karya Author yang tulisannya masih acak-acakan dan amburadul. Author masih dalam proses belajar. Abaikan PUEBI , yang terpenting isinya .... Yeeeaayyy....
Yuk intip-intip ceritanya, nggak kalah seru. Kasih like, Favorit, komentar, vote dan bunganya juga boleh banget biar Author tambah bersemangat lagi nulisnya. Semoga kebaikan para pembaca dibalas oleh Allah dengan rezeki yang melimpah. Amin.
Happy Reading...💕💕💕
Love Love Love
Love Love Love
Love Love Love
Love Love Love
Love Love Love
__ADS_1
Love Love Love
Love Love Love
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
Happy Reading...💕💕💕
__ADS_1