Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins
Bab 59 : Hari Pernikahan


__ADS_3

Dua Bulan Berlalu


Halwa merasakan rindu yang teramat sangat kepada kekasihnya. Karena sudah dua bulan lamanya mereka tidak saling bertemu. Mereka hanya menggunakan Vidio call sebagai komunikasi. Reyhan belum bisa datang ke Belanda, karena pekerjaannya yang sangat menumpuk.


Halwa duduk di kursi kebesarannya. Matanya menghadap laptop, tapi pikirannya traveling kemana-mana. Dia masih memikirkan Reyhan yang tidak kunjung datang menjenguknya.


"Huft," Halwa menghela nafasnya panjang.


"Kenapa Rey tidak datang-datang ke sini? Apa dia tidak tahu kalau aku sangat merindukannya!" kesal Halwa, dia berdialog dengan dirinya sendiri.


Dret .... Dret ... Dret


Tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama Reyhan dilayar kontak. Betapa senang dan bahagia dirinya.


"Hallo!" sapanya.


"Sayang, Sebentar lagi ada seseorang yang menjemput kamu. Jadi, keluarlah bersama orang suruhan ku!" ucap Reyhan tiba-tiba.


"Ssssiapa? Rey, Apa maksud kamu?" tanyanya. Namun sambungan telepon di matikan secara sepihak.


Tut ... Tut .... Tut


"Ish, malah dimatikan. Aku kan belum selesai bicara," kesal Halwa.


"Apa maksud Reyhan ya? Aku disuruh ikut dengan orang suruhannya. Apakah dia ada di Belanda? Lalu, kenapa tidak langsung menemui ku?" ucapnya, "Ah, sudahlah, kenapa aku harus memikirkannya? Mana mungkin dia kesini? Ini juga masih pagi," ucapnya lagi.


Tok ... Tok ... Tok


Adam memasuki ruangan bosnya, dan memberitahukan bahwa ada orang suruhan Reyhan yang datang menjemput.


"Nona, Ada orang suruhan Pak Reyhan datang menjemput Anda! Apakah Nona ada janji dengan Pak Reyhan?" tanya Adam.


"Tadi dia sempat mengatakan, tapi, tiba-tiba saja dia mematikan sambungan telponnya," terang Halwa.


"Apa saya suruh pergi saja, Nona?" tanya Adam.


"Ehm, tidak usah Asisten. Aku akan ikut dengannya," jawab Halwa.

__ADS_1


Halwa pun mengikuti orang suruhan Reyhan. Dia masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang, orang suruhan Reyhan melajukan mobilnya menunju sebuah rumah. Halwa nampak sangat bingung, tapi, karena rasa keingintahuannya yang besar, membuat dia harus mengikuti setiap perintah dari calon suaminya.


Di rumah itu, Halwa di rias secantik mungkin. Kemudian dia memakai baju pengantin yang menurutnya sangat cantik dan indah, dengan hiasan mutiara. Dan pinggirnya bersulam sutra membuat gaun itu terlihat sangat mewah dan elegan.


"Apakah Rey ingin membelikannya untuk ku? Kenapa aku harus memakai gaun pengantin? Dia memang sangat romantis, aku sangat menyukainya," ucap Halwa tersenyum sendiri.


Halwa sudah cantik dengan balutan gaun pengantin, kemudian orang suruhan Reyhan mengatarkan Halwa ke suatu tempat.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat tersebut. Dimana tempat itu berada di dekat danau yang sangat indah, dengan pemandangan alam yang sangat memukau. Banyak orang-orang menunggu kedatangannya, termasuk Noah, Adam, Rhicard, Emma, Antonio, Def dan istrinya, dan masih banyak yang lain. Dia semakin bingung.


Halwa berjalan di atas karpet merah di sambut oleh bridesmaids, dan mengantarkannya ke kursi pelaminan. Halwa sangat bingung dengan apa maksud dari semua ini. Kemudian dia menoleh ke arah samping, ternyata Reyhan sudah berdiri di sana.


Halwa begitu bahagia, rasanya hari itu juga dia ingin memeluk orang yang sangat dirindukannya. Namun, melihat banyaknya orang di sini, dia mengurungkan niatnya untuk memeluk sang kekasih.


"Sayang?" panggilnya.


"Apa maksudnya semua ini, Rey?" bisik Reyhan.


"Hari ini adalah hari pernikahan kita," jawab Reyhan. Membuat Halwa membulatkan matanya.


"Sayang, apakah kau lupa sebelum aku pulang ke Indonesia aku pernah mengatakan sesuatu?" tanya Reyhan. Halwa berusaha mengingat-ingat kata-kata terakhir yang diucapkan Reyhan kepadanya.


"Kembalinya aku kesini, aku akan langsung menikahimu!" ucapnya. Pipi Halwa merona merah. Dia tidak menyangka kata-kata Reyhan akan terjadi hari ini juga. Padahal dia belum bersiap-siap. Selama ini juga Reyhan tidak membicarakannya terlebih dahulu.


"Kamu jangan khawatir, aku sudah mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan mu. Penghulu yang akan menikahkan kita, sengaja aku bawa dari Indonesia. Semua berkas-berkasnya juga sudah siap dan lengkap," jelas Reyhan. Halwa begitu terharu dengan usaha Reyhan demi meyakinkan dirinya. Sebenarnya, jika Reyhan menikahinya secara siri pun dia menerimanya.


"Kamu siap, Sayang?" tanya Reyhan sekali lagi.


"Iya, Rey. Aku siap menjadi istrimu," jawab Halwa dengan mantap.


Seorang penghulu menjabat tangan Reyhan. Dia membacakan ijab qobul dengan lantang dan keras. Hingga semua para tamu undangan mendengarnya.


"SAH???"


"SAH," semuanya menjawab dengan serentak. Betapa bahagianya Halwa, sekarang dia sudah sah menjadi seorang istri dari Reyhan Arsenio. Halwa mencium punggung tangan suaminya. Begitu juga Reyhan, dia mengecup kening istrinya dengan takzim.


Semua orang yang menyaksikan menjadi saksi pernikahan mereka. Mereka bertepuk tangan, ikut merasakan kebahagiaan kedua mempelai tersebut.

__ADS_1


Acara dilanjutkan dengan acara persepsi dan acara beramah tamah dengan para tamu undangan. Terakhir acara makan-makan, dilanjutkan dengan tarian dan bernyanyi. Mereka menghabiskan waktunya untuk berpesta dengan saudara dan sahabat.


Hingga larut malam mereka berpesta, Halwa melihat putranya nampak begitu lelah. Dia pun mengantarkan putranya ke sebuah Villa dekat dengan lokasi pesta diadakan. Dia juga sangat lelah, seharian berdiri menyambut tamu-tamu.


"Sayang, cepat bersihkan dirimu dan langsung tidur!" suruh Halwa kepada Noah.


"Okey, Ma," jawab Noah. Ternyata bukan hanya tempat pernikahan yang Reyhan sewa, Villa-villanya juga ia sewa untuk para tamu yang menginap di sini. Tidak mungkin selarut ini menyuruh para tamunya langsung pulang.


Setelah Noah selesai, giliran dirinya mandi dan bersih-bersih. Badannya terasa gerah dan lengket. Berendam sebentar di bathtub rasa lelahnya sedikit menghilang.


Selesai mandi, Halwa melilitkan handuk di tubuh moleknya. Dia mencari baju wanita di lemari, tapi, tidak ada baju wanita. Yang ada hanya handuk dan jubah mandi.


"Lebih baik aku pilih ini saja. Sepertinya Reyhan sudah merencanakan ini semua. Nyatanya tidak ada satupun baju wanita yang bisa kupakai. Terpaksa aku harus memakai jubah mandi ini," ucapnya berdialog dengan dirinya sendiri.


Halwa menoleh ke arah Noah, ternyata bocah itu sudah terlelap di tempat tidurnya. Halwa membenarkan posisi tidur putranya.


Tok ... Tok ... Tok


Seseorang mengetuk pintu kamarnya, dan ternyata Reyhan. Pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Rey, kenapa dilemari tidak ada baju?" protes Halwa. Reyhan tersenyum nakal.


"Tempat tidur pengantin kita ada di sebelah, Sayang. Jadi, semua bajumu ada di sana," jawab Reyhan.


"Kenapa tidak di sini? Aku tidak bisa meninggalkan Noah sendirian," jelasnya.


"Aku tahu, makanya aku menyuruh seseorang untuk menjaga Noah," ucap Reyhan.


"Ayolah, kita ke kamar pengantin!" ajak Reyhan.


"Tapi ..... !"


"Sudah jangan tapi-tapian! Noah juga akan mengerti bahwa Mamanya sudah mendapatkan suami lagi," goda Reyhan.


"Ayo!" Reyhan menarik tangan Halwa supaya mengikutinya.


to be continued....

__ADS_1


__ADS_2