
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Rasa cinta itu dari mata turun ke hati, terkadang karena rasa penasaran juga bisa tumbuhnya cinta, terkadang penasaran hanya sebuah alibi untuk menggapai cinta..
cinta itu terkadang sulit dimengerti, terkadang sulit untuk digapai...
🌻🌻🌻🌻🌻🌻❤❤❤❤❤❤🌻🌻🌻🌻
Setelah Riani keluar dari ruangannya, Gibran langsung menelepon kepihak HRD.
*T*ring tring tring.
"Selamat siang Pak. Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya HRD di seberang telepon.
"Bawa semua data OB keruangan saya."
"Baik Pak."
Tanpa babibu lagi segera di matikan teleponnya sebelah pihak oleh Gibran, dan HRD itu sudah paham begitulah sikap Bos perusahaan mereka.
"Tumben Bos cari data OB, kira-kira ada apa ya?. Apa ada hubungannya?,dengan gosip beredar kemarin ya?, ah buat apa aku ambil pusing dengan masalah Bos" pikir HRD itu sambil mengira-ngira dalam hatinya.
Tampa pikir pajang lagi,HRD tersebut dengan segera membawa data yang di minta oleh Gibran. Keruang Bos nya, karena dia takut Bos nya marah karena sudah menjadi rahasia umum kalau Bos nya itu memiliki sifat emosian.
Tokk tokk tokk.
" Masuk."
HRD tersebut segera masuk setelah mendengar perintah dari dalam untuk masuk.
"Ini Pak data yang Bapak minta" ucap HRD itu dengan sopan.
"Mmm tarok di sana" balas Gibran,sambil menunjukkan meja kerjanya.
"Kalau tidak ada yang diperlukan lagi saya permisi Pak" ucap HRD setelah meletakkan data yang diminta oleh Bos.
"Mmm" jawab Gibran tanpa menengok ke atas lawan bicaranya.
HRD itu berlalu,Gibran segera memeriksa semua data OB yang ada di tangannya. Karena dia sangat penasaran dengan cewek abal-abal,yang selama ini telah mengusik pikirannya.
"Oh namanya Riani?, berasal dari kota C, tamatan SMA, baru beberapa minggu kerja di perusahaan ini, mmm menarik juga, penasaran aku dengan masalah pribadinya, kira-kira dia sudah punya cowok belom ya?, dan kira-kira seperti apa ya tipe cowoknya? makin penasaran deh gue" ucap Gibran dengan seringai licik tersungging di bibirnya.
Karena saking penasarannya, Gibran segera menyuruh Aldo selaku tangan kanannya keruangannya,dan dia segera menelepon Aldo.
*Tr*ing tring tring.
"Hallo Pak. Ada yang bisa saya bantu?" suara Aldo diseberang telepon.
__ADS_1
"Segera keruang saya" perintah Gibran.
"Baik Pak" jawab Aldo sopan.
Tidak harus menunggu waktu lama Aldo, segera tiba didepan ruangan Gibran.
Tokk tokk tokk.
"Masuk."
"Ada apa Bapak menyuruh saya kesini?" tanya Aldo, the point setelah berada didepan meja kerja Bos nya.
"Cari tahu semua tentang data pribadi OB yang bernama Riani, tanpa terlewatkan sedikitpun, dengan siapa dia pacaran,dan dengan siapa dia dekat sekarang ini, harus detil semua ,besok pagi harus ada di meja saya" ucap Gibran panjang lebar.
"Siap Pak,kalau begitu saya permisi dulu Pak" ucap Aldo, setelah mendapatkan jawaban dari Bos nya, Aldo segera berlalu dari ruangan itu.
"Kenapa dengan si Bos ya? kok dia suruh cari masalah OB masalah pribadi lagi,harus detil lagi, bikin orang heran saja, ya sudahlah aku cari saja" gerutu Aldo sambil berjalan ke ruangannya sendiri.
Sementara di ruangnya Gibran tersenyum-senyum sendiri, sambil menyeringai.
"Awas kamu cewek abal-abal,permainan kita akan segara di mulai".
Pagi menjelang sore semua karyawan bersiap-siap untuk pulang, begitu juga dengan Riani dan kedua teman-temannya. Rencananya sore ini mereka akan ke mall untuk berbelanja, keperluan sehari-hari mereka. Lagi pula selama Riani berada di kota ini,belum pernah ia belanja kebutuhan apapun.
Tiga puluh menit berlalu,mereka sekarang sudah sampai di mall terbesar di kota itu.
"Elu Ra,yang ada di otak elo cuma makan saja" ucap Della karena diantara mereka, Ara lah yang paling terkenal dengan suka makan.
"Ye gue kan lapar ,ayo lah kita makan" balas Ara.
"Ayo Del kasian Ara" Riani menengahi perdebatan kedua temannya.
Setelah perdebatan kecil di antara mereka, mereka masuk kesebuah restoran yang ada di dalam mall tersebut. Restoran itu adalah restoran yang sangat terkenal, dengan kelezatan makanannya.
Sesampainya di dalam restoran.
"Eh Ra,Del,kayaknya makanan di sini mahal- mahal banget deh" ucap Riani, dia merasa khawatir dengan harga makanan yang akan mereka pesan.
"Tenang saja Ri,kayak orang susah aja elo gue yang teraktir makanan untuk elo he he" balas Ara santai.
Walaupun mereka bekerja hanya sebagai OB, tapi gaji mereka lumayan besarlah yang di kasih oleh perusahaan.
"Ia ni Ri ,untuk membayar makanan disini kita masih sanggup kok" imbuh Della lagi.
"Ya sudah deh kalau begitu,kita pesan dulu"
"Mbak" Della memanggil salah satu pelayan yang ada di situ.
__ADS_1
"Ia Mbak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang Pelayan.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Della kepada kedua temannya.
"Disamain aja Del,tapi aku minumnya jus jeruk ya" balas Riani karena memang dia tidak suka minuman selain 🍊 jeruk.
"Aku juga, tapi aku minumnya jus alpukat ya Del" imbuh Ara.
"Yas sudah Mbak, kami mau pesan 3 spaghetti 2 jus alpukat,1 jus jeruk ya Mbak" ucap Della kepada pelayan.
"Baik Mbak. Tunggu ya sebentar pesanannya akan segera datang" balas pelayan ramah dan sambil berlalu dihadapan mereka.
Sambil menunggu pesanannya ,mereka berbincang-bincang dan tentunya tak lepas dari bergosip ria. Begitulah kalau para wanita sudah berkumpul, akhir-akhirnya yang akan di bahas kalau gak pria pasti materi,namanya juga wanita hehe.
"Eh Ri kayak mana elo masih kerumah Bos kita?" tanya Della penasaran dengan kelanjutan berita seputar temannya dengan Bos mereka.
"Masih Del. Gue kemarin malah kena semprot lagi sama si Bos sinting" balas Riani dengan cuek.
"Emang kenapa?" tanya Ara penasaran.
"Ehm kemarin gue kerjain si Bos sinting lagi" balas Riani santai.
"Maksudnya elo. Kerjain bagaimana sih Ri?" tanya Della tambah penasaran.
"Emmmm ya gue tambah garam ke dalam sarapan yang gue buat"balas Riani lagi dengan suara pelan.
"Haahh apa?" balas mereka serempak.
"Berani banget elo Ri. Sumpah gue gak habis pikir dengan jalan pikirannya elo, dan dapat keberanian dari mana sih elo? bisa-bisanya elo berbuat nekat begitu" ucap Della heran dengan tingkah kawannya yang satu ini.
"Ya. Mau gimana lagi? gue kesel sama si Bos sinting, yang seenak jidatnya saja nyuruh-nyuruh orang" balas Riani santai.
Sementara itu makanan yang mereka pesan datang.
"Eh nanti kita cerita lagi ya, kita makan dulu yok? cacing dalam perut gue sudah dangdutan ni" ucapnya Ara yang sudah lapar.
"Ye elo emang tukang makan" balas Della.
Mereka menyantap pesanan mereka dengan lahap.
Setelah mereka makan, mereka membeli semua keperluan mereka.
Mereka juga berputar-putar,hanya sekedar melihat-lihat pemandangan did dalam mall tersebut, apalagi mall tersebut adalah mall terbesar di kota A.
Terima kasih atas dukungan nya
love you readers 😉😉😉😉
__ADS_1