
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻
Harta adalah permata dunia...
sedangkan cinta adalah hiasan dunia...
tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali amal dan ilmu.
🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌹🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹
Setelah berganti pakaian kerja dengan pakaian biasa Riani kembali lagi keruang tamu, di mana kedua calon mertuanya berada.
"Sudah siap sayang..?" tanya sang calon mama mertua melihat Riani menggunakan dress selutut warna biru muda, dengan tas selempang di bahunya juga warna senada,Riani hanya mengangguk tanda dia memang sudah siap.
"Ayo kita pergi, pa kami pamit pergi dulu ya" pamit nyonya Wijaya kepada sang suami sambil mencium tangan dan kedua pipinya, di ikuti oleh Riani dia juga mencium tangan sang calon papa mertua, beserta pamit.
"Hati-hati ya ma, sayang" ujar sang tuan Wijaya kepada istri dan calon mantunya.
Mereka pun pergi dengan diantar oleh sopir keluarga karena nyonya Wijaya sangat malas menyetir sendiri,apalagi kalau siang-siang begini jalan di kota tersebut begitu padat, karena banyak kendaraan yang melintas.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kota itu, dan tercatat dalam naungan Wijaya group perusahaan papanya Gibran.
Setelah sang sopir memarkirkan mobilnya di area parkiran yang di sediakan oleh sang manager mall,khusus untuk pemilik mall tersebut, nyonya Wijaya keluar sambil menggandeng tangan sang calon menantu dengan sangat akrab, bahkan orang yang lewat menyangka mereka sepasang anak dan ibu saja.
Kedatangan sang nyonya besar di sambut oleh manajer mall beserta beberapa karyawan, dengan memberi hormat serta membungkukkan badan mereka.
"aselamat siang nyonya,ada yang bisa kami bantu..?" sapa sang manajer dengan sopan
__ADS_1
"tolong pilihkan beberapa gaun untuk nona ini" ujar nyonya Wijaya menunjukkan kearah Riani
"baik nyonya, silahkan ikut kami nona" ujar sang manajer tersebut kepada Riani sambil menunju kearah tempat beradanya beberapa gaun perancang terkenal yang ada di mall tersebut.
Sedangkan nyonya Wijaya menunggu di ruang tunggu, yang telah di sediakan khusus untuk tamu VIP.
Salah satu pelayan mall tersebut di perintah oleh manajernya untuk menemani Riani, melihat-lihat pakaian yang akan di ambilnya,
sedangkan Riani cuma pasrah dia tau kalau sang calon mertua sudah bertindak tidak dapat di bantah lagi.
Sedang asyik-asyiknya Riani melihat-lihat gaun koleksi terbaru tiba-tiba dari arah depan, datang seseorang yang langsung melabraknya.
"Dasar ******, oh rupanya kamu sudah berhasil ngerayu CEO..?sehingga dapat membeli baju mahal-mahal dari perancang terkenal" ujar orang itu dengan nada keras sehingga membuat orang yang ada di sekitar mereka melihat kearah Riani, ada yang mencibir, ada yang menatapnya dengan sinis adapula tersenyum meremehkan.
"Ibu Dewi, apa maksud anda..?tolong jaga kata-kata anda,saya tidak seperti yang anda tuduhkan" ujar Riani membela dirinya, karena dia merasa malu dengan tuduhan yang di lontarkan padanya.
Dewi sudah lama memendam dendam terhadap Riani, pikirnya ini adalah kesempatan untuk mempermalukan Riani di depan umum,apalagi sekarang mereka bukan di kantor jadi dengan bebas dia berbuat apa saja terhadap Riani.
"Apa bukan seperti itu, kamu memang ****** yang sudah berani merayu CEO kami, kamu tidak sadar diri ya, kamu cuma gadis miskin, bekerja hanya sebagai OB mimpi jadi Cinderella, mimpi kok ketinggian, tidak tahu malu sih" sumpah serapah Dewi terhadap Riani, yang membuat muka Riani merah padam seketika, karena emosi juga bercampur dengan malu, apalagi mereka sekarang lagi di kelilingi oleh beberapa pengunjung mall tersebut, banyak tatapan meremehkan, dan tatapan mengejek para pengunjung yang di tunjuk kepada Riani.
Sedangkan Dewi tersenyum dengan senang setelah melihat tatapan pengunjung yang penuh benci mengarah ke Riani,
dan diantara mereka juga ikut mengunjing Riani dengan berbagai macam kata hinaan
"dasar cantik-cantik kok doyannya ngerayu orang kaya" umpat salah satu dari mereka
"jual tampang saja sih, tidak tahu malu banget" pokoknya bermacam-macam hinaan yang terdengar di telinga Riani.
__ADS_1
Sedangkan pelayan mall yang di minta oleh manajer tadi cuma menatap iba kearah Riani, dan dia pun berdiri dengan gemetaran karena tau dengan siapa Riani ke mall tersebut,
dan sekali-kali senyum mengejek kearah Dewi.
"Habislah kau, tidak tahu dengan siapa kali ini kau berurusan" begitu yang ada di benak pelayan tersebut.
Dewi semakin murka saat matanya menangkap cincin permata yang sangat indah terpasang di jari manis Riani, dia berencana menambah bumbu kebencian orang yang ada di sana terhadap Riani dengan menggunakan cincin tersebut.
"Coba ibu-ibu sekalian prihatin jari manisnya, mana mungkin ngajinya sebagai OB dia bisa membeli cincin sebagus ini, kalau dia tidak merayu para orang kaya" ujar Dewi mamanas-manas keadaan, sambil menunjuk cincin di jari manis Riani, beberapa ibu-ibu pun segera menatap kearah yang ditunjukkan oleh Dewi, dan seketika bisik-bisik menghina mencaci maki terdengar lebih menyayat hati daripada yang tadi,sedangkan Riani cuma terdiam tidak berkata apa-apa, dia bukan merasa takut, tetapi walau dia jelaskan tidak mungkin orang yang ada di situ percaya dengan kata-katanya, karena orang sekarang lebih membenarkan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar tanpa terlebih dahulu mencari kebenarannya.
Sedangkan nyonya Wijaya sudah menunggu Riani kembali dari tadi tetapi sang calon menantu belum juga kembali, akhirnya karena sudah lelah dengan menunggu nyonya Wijaya bangun dan mencari Riani sendiri.
Ketika ia tiba di tempat khusus tersusunnya banyak gaun-gaun wanita dia melihat banyak orang yang berkumpul di sana, dan dia mendengar suara wanita muda berteriak dengan sangat lantang sedang mancaci maki seseorang, dan juga para ibu-ibu di sana juga ikut mencaci orang tersebut.
Karena penasaran apa yang terjadi nyonya Wijaya mendekati keremunan tersebut, betapa terkejut dia, ternyata yang sedang di caci maki oleh wanita muda barusan adalah calon manantunya sendiri,seketika itu darahnya langsung naik, emosinya sampai tingkat ke ubun-ubun begitu marahnya, sampai ia ingin mencabik habis wanita muda tersebut yang telah berani mempermalukan calon menantu keluarga Wijaya.
"Permisi, ada apa ini..? tanya nyonya Wijaya setelah sampai di tengah-tengah kerumunan tersebut
"ini nyonya ****** ini sudah berani ngerayu bosnya, menguras habis harta bos tersebut" ngadu Dewi kepada nyonya Wijaya dengan sangat berani sambil menunjuk kearah Riani, dia tidak tahu kalau wanita paruh baya yang sedang berada di depan mereka ibu dari bos mereka,
plakkk suara tamparan menggelegar di tengah kerumunan tersebut.
Menurut kalian apa yang terjadi, siapa yang kena tampar...saya tunggu jawaban nya di kolom komentar 👎👎❤❤❤ terima kasih guys
kira-kira begini tampilan Riani dengan menggunakan gaun biru muda....
__ADS_1