Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kecemburuan Gibran


__ADS_3

🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌹🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌻🌻


Cemburu boleh saja tapi jangan sampai dengan kecemburuan bisa menghancurkan mu, karena kecemburuan itu hasutan dari syetan,bahkan dengan kecemburuan banyak nyawa yang melayang dengan sia-sia...


cemburu boleh-boleh saja tapi jangan kelewatan batas, cemburu wajar saja namanya kita juga manusia pasti ada kata cemburu yang terbesit di hati kita.


memang cemburu itu tanda cinta tapi kalau cemburu itu sudah kelewatan itu buta namanya..


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


Flashback.


Di ruangannya Gibran sedang asyik berkutat dengan berkas-berkas yang masih banyak menumpuk,yang perlu di bubuhkan tanda tangannya. Dengan di temani oleh Aldo selaku bawahannya,sekaligus orang kepercayaan sebagai tangan kanannya. Namun tiba-tiba handphonenya berbunyi,di situ tertera nama sang sopir


Pak sopir is calling.


*Tr*ing tring tring Gibran segera mengangkatnya dengan menekan tombol hijau.


"Ada apa Pak..?" tanya Gibran.


"Maaf Tuan Muda saya menggangu Tuan" jawab sang sopir di sebrang sana.


Oya sebelum Riani pulang, Gibran sudah menyuruh Pak sopir untuk mengantarkan Riani pulang. Sekaligus juga menyuruh sang sopir untuk mengawasi Riani,kemana Riani akan pergi dan dengan siapa Riani akan bertemu. Semua itu tak boleh lepas dari pengawasan sang sopir, begitu titah yang diberikan Gibran kepadanya.


"Iya Pak tidak apa-apa, ada apa ya Pak..?"tanya Gibran ramah,meskipun Gibran terkenal sangat dingin dia selalu ramah dengan orang yang dianggap lebih tua darinya.


"Ini Tuan. Nona Riani bertemu dengan temannya dan Nona tidak jadi pulang dulu" ungkap sang sopir.


"Bertemu teman..? Cowok apa cewek..?" tanya Gibran penasaran.


"Cowok Tuan" gagap sang sopir karena mendengar suara Tuannya mulai terdengar dingin, setelah mendengar penuturannya dengan siapa Riani pergi.

__ADS_1


"Cowok? Kemana mereka?" lanjutnya dengan begitu dingin, hingga membuat sang sopir mulai merinding.


"Ke taman dekat Perusahaan Tuan" ucap sang sopir.


Tutt tutt tutt.


brukkk


Gibran langsung membanting handphonenya dengan sangat keras, karena tersulut emosi dan juga tersulut api cemburu.


"Berani benar itu cewek jalan dengan cowok lain di belakang aku, awas saja dia" gumamnya geram sambil memukul meja dengan sangat keras,membuat Aldo yang ada di ruang itu terkejut bukan main. Aldo tidak berani menanyakan apa-apa setelah melihat wajah merah padam sang Bos, apalagi mendengar sang Bos mengumpat tentang cewek,yang ada di pikiran Aldo.


"Semoga aja cewek yang jadi sasaran Bosnya selamat dari amukan Singa jantan tersebut,dan semoga cowok bersamanya segera pergi. Sebelum Bosnya sampai di situ,kalau tidak Aldo takut perang dunia ketiga akan segera dimulai"


pikir Aldo sambil bergidik ngeri,lalu melanjutkan pekerjaannya.


Tanpa pikir panjang lagi Gibran langsung menuju tempat yang di beritahu oleh sang sopir tadi,dan tanpa mempedulikan pekerjaannya yang masih sangat banyak. Dia juga tidak mempedulikan Aldo,yang sedang mengurusi berkas-berkas yang masih menumpuk. Gibran buru-buru keluar tanpa memberi tahu apa-apa ke Aldo, dia harus segera melihat apa yang di lakukan Riani. Dengan cowok yang di maksud oleh sang sopir, dia juga penasaran tentang siapa cowok tersebut? Apakah cowok yang sama dengan yang mengantarkan Riani kemarin-kemarin itu.


Dan sesampainya di sana Gibran di buat begitu murka, dengan pemandangan didepan matanya. Dua sejoli sedang yang berpengangan tangan dengan mesranya, tanpa dia mengetahui kebenarannya. Bahwa yang sebenarnya cuma Ardi yang memegang tangan Riani, sedangkan Riani cuma diam saja. Riani tidak enak untuk menyingkirkan tangannya Ardi, tanpa dia ketahui Gibran sangat murka dengan kejadian tersebut.


Gibran langsung tersulut emosi dengan pemandangan itu, saking emosinya urat-urat yang ada di bagian tangan berototnya membiru. Dengan tangannya mengepal,Gibran siap -siap untuk menghajar orang yang ada di depannya hehehe.


Flash on.


"Oh rupanya kamu di sini? Bermesraan dengan cowok ini? Dan ini teman yang kamu bilang tadi?" tiba-tiba Gibran datang dengan wajah penuh amarah.


"Bapak?" sahut Riani dan Ardi bersamaan karena terkejut dengan kehadiran sang CEO yang tiba-tiba di antara mereka.


"Ia saya kenapa?" tekannya penuh emosi.


"Kenapa kaget? Sudah ngangu kalian pacaran?" tuduhnya lagi ke arah mereka berdua sambil menunjukkan jarinya.

__ADS_1


"Bukan begitu Pak" ujar Riani salah tingkah dan dia merasa sangat gugup,dia serba salah dengan situasi yang belum sepenuhnya ia mengerti.


"Terus apa? Sudah ketangkap basah masih tidak mau mengaku kamu hah?" bentak Gibran lagi masih penuh emosi.


"Biar saya jelaskan Pak" Ardi ikut menjelaskan.


"Diam kamu. Saya tidak ada urusan dengan kamu dan saya peringatkan sama kamu dia wanita saya, jangan ngangu dia lagi, camkan itu" ujar Gibran tanpa basa-basi lagi, dia berlalu sambil menarik tangan Riani dengan sangat keras.


Sementara Ardi terduduk dengan lemas memikirkan nasibnya.


"Rupanya benar mereka mempunyai hubungan spesial, kenapa nasib cintaku jadi begini ya? Belum aku mulai sudah kandas duluan?" ucap Ardi sambil memandang sendu ke arah langit sore.


"Apakah aku tidak ada kesempatan lagi?" tanyanya pada diri sendiri.


"Apes sekali deh nasib aku,nasib-nasib harus bersaing dengan CEO, ya tentu aku yang kalahlah, secara dia itu sudah kaya,ganteng lagi" pikir nya lagi.


Tanpa dia sadari setetes embun bening keluar dari sudut matanya,biar orang bilang dia cengeng. Tapi apa boleh buat dia sudah terlanjur mencintai Riani,dan dia tidak bisa lagi mundur. Tapi mungkin kali ini dia terpaksa harus mundur dengan terhormat, tanpa harus mengorbankan diri sendiri. Dan mungkin juga dia akan memendam rasa yang sudah berkembang, sampai dia menemukan pengganti Riani, yang dia belum tahu bisakah dia mencintai orang lain..?.


Sementara di dalam mobil Mercedes Benz keluaran terbaru di belakang kemudi, duduklah dua orang yang berbeda jenis kelamin. Ya itu adalah Riani dan Gibran, dua- duanya masih diam dengan seribu bahasa. Tidak ada yang memulai pembicaraan walaupun sepatah katapun,


yang satu masih di bakar dengan api cemburu,sedangkan yang satu lagi masih kesel dengan sikap si Bos yang seenak jidatnya mengancam orang lain. Dan juga tiba-tiba saja menarik tangannya dengan erat, dan sampe sekarang tangannya masih terasa sangat sakit.


Sedangkan sang sopir juga ikutan diam-diam wae, takut dengan muka serem majikannya yang kayak habis di lindas oleh truk, hehe


sampai tiba di masion pun tidak ada yang memulai pembicaraan.


🌹🌻🌹🌻😜🌻🌹🌻🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


makasih atas dukungannya ya kakak


mohon like and komentar

__ADS_1


love you😍😘😍😘😍😘


__ADS_2