Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Rencana yang gagal.


__ADS_3

Hai para reader tercinta maaf ya hampir sebulan ini author tidak up karena author lagi kurang sehat dan kebetulan hp author juga kecembur santan panas jadi menghalangi author untuk bekarya.


Dan insya Allah mulai hari ini author akan up lagi dan maaf mungkin sudah membuat kalian kecewa pada author.


Selamat menikmati.


Happy reading.


Kepulangan Gibran dan Riani sampai ke telinga Reva karena Revi segera memberitahukan kepada Reva, dan mereka akan segera melaksanakan rencana yang telah mereka susun.


Setelah kepulangannya dari kota C tanpa beristirahat Gibran segera menuju ke kantornya karena pekerjaan sudah menunggu nya, karena hampir seminggu dia tinggalkan.


Sedangkan Riani memilih untuk beristirahat di rumah calon mertua nya, karena Nyonya Wijaya tidak mengizinkan Riani kembali ke rumahnya Gibran sebelum mereka menikah.


Tanpa banyak membantah pun Riani menuruti nya, karena apa yang di bilang calon mertua nya ada benarnya juga.


Siang itu Gibran sedang asyik berkutat dengan berkas-berkas yang perlu dibubuhi tanda tangan nya. Tiba-tiba handphone nya berdering..


"Assalamualaikum Tante, ada apa tumben nelpon Gibran" ujar Gibran setelah mengangkat telepon nya.


Ternyata yang nelpon Revi adik dari Ayahnya Gibran.


"Waalaikum salam ponakan Tante yang ganteng,emang tidak boleh Tante nelpon ponakan nya sendiri" ujar Revi berbasi-basi.


"Iya boleh Tan, tapi Gibran lagi banyak kerjaan. Langsung aja Tante mau ngomong apa?" jawab Gibran the poin karena dia kurang suka dengan Tante nya yang satu ini, apalagi setelah kejadian di tempat acara lamaran Riani kemarin, makin malas Gibran sekedar mengobrol dengan Tante nya.


"Oya Gibran mau enggak kamu entar malam mampir ke rumah Tante, ada yang pengen Tante bicarakan"


"Emangnya apa yang ingin Tante bicarakan? ngomong sekarang saja. Soalnya nanti malam saya sibuk"


"Tidak bisa Gibran, ini masalah keluarga tidak mungkin Tante ngomong di telpon"


"Tidak usah bertele-tele Tante, sebenarnya apa yang ingin Tante bicarakan?" tanya Gibran sudah tidak sabar karena geram dengan sifat Tante nya.


"Pokoknya kamu datang aja ke rumah Tante nanti malam.." belum selesai bicara sudah di bantah oleh Gibran.


"Maaf Tante saya tidak bisa, saya sibuk"


tutt...tutt..tutt..


Telepon pun dimatikan sebelah pihak oleh Gibran, karena dia merasa ada kejanggalan dari sifat Tante nya.


Tumben-tumbenan mau mengundang Gibran ke rumahnya, padahal dulu dia telepon pun enggak di angkat.


Pasti ada yang di rencanakan oleh tantenya, apalagi setelah dia selidiki tantenya itu sangat akrab dengan Reva. Si kucing garong yang pernah mau di jodohkan dengan nya, pasti ada rencana licik yang sedang mereka perankan. Entah apa itu, hanya Tuhan, diri mereka dan author yang tau hehehehe..

__ADS_1


Dan Gibran pikir dia harus waspada dengan Tante nya, apalagi setelah kejadian penolakan terang-terangan yang dilakukan oleh Revi di hari Gibran melamar Riani.


Sedangkan di rumah Revi, Reva sangat kesal dengan penolakan Gibran. Apalagi rencana yang sudah ia susun dengan rapi kini berantakan, malah mereka harus kalah sebelum bertarung.


"Kurang ajar sekali Gibran, malah sengaja mematikan telepon nya, gagal deh rencana kita pasti dia sudah dipengaruhi oleh gadis kampung itu" Revi sangat frustasi dengan penolakan Gibran.


"Ia Tante, pasti gara-gara ****** sialan itu. Kita tidak boleh menyerah, kita harus susun rencana lain" ujar Reva.


"Betul kata kamu sayang, kita tidak boleh menyerah. Kita harus bisa memisahkan gadis kampung itu dari Gibran"


"Ia Tante, Reva sudah tidak sabar ingin menjadi istri Gibran" ujar Reva.


"Dan menikmati harta kekayaan keluarga Wijaya" gumamnya dalam hati sambil tersenyum penuh makna.


Sementara di kantor GIBRAN GROUP, Gibran segera menelpon Aldo selaku tangan kanannya untuk menyelidiki kedekatan antara Reva dan Revi, dia juga menyuruh Aldo untuk mengawasi mereka. Dan melaporkan gerak-gerik mereka ke Gibran.


tutt...tutt...tutt..


Akhirnya telepon pun tersambung.


"Segera keruang saya" ujar Gibran.


"Baik Pak" jawab Aldo di sebrang sana.


Selang beberapa menit Aldo pun sampai.


"Masuk"


Setelah mendengar perintah dari sang Bos, Aldo bergegas masuk.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?"


"Tolong selidiki apa hubungan Reva dan Tante Revi, dan awasi gerak-gerik mereka. Laporkan ke saya semua penggerakan mereka"


"Baik Pak" jawab Aldo.


"Dan kamu boleh keluar"


"Kalau begitu saya permisi Pak"


"Oke silahkan"


Setelah keluar dari ruangan Gibran, Aldo segera menelpon anak buahnya, untuk mengawasi gerak-gerik Revi dan Reva seperti yang di perintahkan oleh Gibran.


"Halo" gumam Aldo.

__ADS_1


"Halo juga Bos, ada apa" jawab seseorang di sebrang telpon.


"Tolong ikuti orang ini, nanti foto nya saya kirim lewat email, dan laporkan semua gerak-gerik nya" perintah Aldo.


"Oke bos, beres"


Setelah menelpon orang suruhan nya Aldo segera mengerjakan pekerjaan, karena banyak berkas yang masih menumpuk. Apalagi ada proyek yang sedang ia tangani.


Sementara di rumah besar keluarga Wijaya, Riani di sibukkan tengah mempersiapkan makan malam. Karena tadi Gibran menelpon dia akan pulang untuk makan malam di Masion keluarga, mungkin juga dia akan nginap di sana. Apalagi besok rencananya mau fitting baju pernikahan, jadi Gibran sangat bersemangat. Mengingat tidak lama lagi dia akan memiliki Riani seutuhnya. Setelah menyiapkan semua Riani segera mandi, dan berpakaian santai.


Malam pun tiba, Gibran sudah pulang.


"Malam sayang" sapa Gibran kepada Riani yang sedang duduk di ruang tamu, sambil mencium kening Riani singkat.


"Waalaikum salam Mas, bukan nya ngasih salam masuk rumah, malah gitu" omel Riani.


"Ia maaf sayang Mas lupa" sambil mengacak-acak rambut Riani pelan.


"Is Mas apaan sih? rambut udah rapi di rusakkin"


"Gak apa-apa tentang cantik kok" ujar Gibran asal.


Kemudian dia sengaja mengejek Riani.


"Assalamualaikum calon istriku" ucap Gibran sambil tersenyum ramah.


"Waalaikum salam calon suami ku" jawab Riani malu-malu dengan semburat merah di pipinya.


"Emm calon suami ku ya?" goda Gibran.


"Apaan sih Mas, malu tau?" jawab Riani mukanya sudah Semerah Tomat.


"Kenapa malu sayang, kan emang betul. Terus kenapa mukanya udah jadi Tomat mau dibuat sambal ya?" Gibran semakin gencar menggoda Riani.


"Malu tau?"


Sedang asyik-asyiknya Gibran menggoda Riani tiba-tiba Nyonya Wijaya sudah ada di depan mereka.


"Eh ada apa ini, kenapa muka calon menantu mama sudah seperti Tomat merah sekali?" gumamnya.


"Gak ada apa-apa kok Ma, cuma kepanasan" ujar Riani sambil menutup kegugupan nya.


"Kalau begitu ayok makan dulu sayang" ajak Nyonya Wijaya karena hari pun sudah malam.


"Iya Ma, ayo sayang?" ajak Gibran.

__ADS_1


Mereka pun segera ke meja makan kemudian menyantap hidangan yang sudah tersedia.


Hay reader tercinta jangan lupa vote nya ya...


__ADS_2