Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Bertemu calon mertua 3


__ADS_3

🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻🌹


Cinta adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang, dan juga di menangkan oleh dua orang tersebut..


Love is a game played bye two people and won bye two men.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Setelah membahas tentang pernikahan Gibran dan Riani, akhirnya mereka berniat untuk makan siang bersama apalagi jam sudah menunjukkan jam makan siang.


"Ayo sayang kita makan siang dulu" ujar nyonya Wijaya kepada Riani


"iya ma" jawab Riani singkat


sedangkan Gibran sudah pura-pura cemberut, dengan perhatian sang mama, kepada sang kekasih, padahal dalam hatinya dia merasa sangat bahagia karena orang tuanya menerima Riani dengan senang hati, tidak mempermasalahkan status Riani yang hanya anak yatim piatu dan cuma OB di perusahaannya Gibran.


"Hmmmm" Gibran berdehem melihat ke akraban mama dengan sang kekasih


"mentang-mentang sudah punya calon menantu anak sendiri di lupakan" gumam Gibran pura-pura ngambek


"iya dong dari dulu mama sudah suruh cari sama kamu tapi sekarang baru kamu bawa, buat apa lagi mama pedulikan kamu, iyakan sayang..?" ujar mama Gibran kepada Riani sengaja ingin memanas-manasi Gibran


"mama kok kayak begitu sih..?" ujar Gibran dengan muka cemberut


"ayo sayang kita ke meja makan tidak usah pedulikan anak nakal itu lagi" ujarnya lagi sambil menarik tangan nyaRiani menuju meja makan,sementara Gibran sudah kesal dengan tingkah sang mama


"iya mama" jawab Riani sambil mengikuti sang calon mertua.

__ADS_1


Sedangkan Riani cuma melirik keatas Gibran, sambil menjulurkan lidahnya dia memberi isyarat dengan matanya


"rasain emangnya enak di cuekin hehe" begitulah kira-kira


Gibran yang melihat ledekan Riani pun semakin kesal dan membalas Riani dengan isyarat mata juga


"awas ya kamu, nanti saya hukum sampai di rumah" begitulah kira-kira yang di isyaratkan oleh Gibran.


Akhirnya mereka pun makan siang dengan sangat bahagia, tidak ada yang memulai pembicaraan di meja makan hanya suara detingan sendok dan garpu saja,apalagi sudah menjadi tradisi bagi keluarga besar Wijaya saat mereka makan di larang keras untuk bicara.


Di meja makan Riani menyedok nasi dan lauk untuk Gibran seperti yang sering dia lakukan di massionnya Gibran, sementara orang tuanya Gibran sangat terharu dan bahagia dengan perhatian Riani terhadap anak semata wayang mereka, merekapun sangat senang karena Riani sudah berhasil mengubah sikap dingin Gibran menjadi lebih hangat terutama terhadap perempuan, mereka juga tidak tahu pasti kenapa anaknya, dari dulu sangat anti dengan yang namanya perempuan, hampir-hampir orang tuanya berpikir kalau sang anak adalah homo, tapi pikiran mereka berubah saat Gibran membawa Riani, dan melihat cinta yang di perlihatkan sang anak kepada Riani, mereka yakin sekarang anaknya betul-betul normal dan menyukai lawan jenis.


Setelah makan nyonya Wijaya di bantu oleh Riani membereskan meja makan, Riani pun berniat untuk mencuci piring-piring yang kotor tapi dilarang oleh sang mertua, tapi bukan Riani namanya kalau tidak bisa melakukan apa yang menjadi kebiasaannya , akhirnya sang nyonya besar menyerah dan mempersilakan apa yang menjadi keinginan sang calon menantu asal sang calon menantu nyaman, dengan di bantu sang pelayan Riani menyelesaikan semua cucian piring hingga bersih.


Sementara sang kekasih dan ayahnya tengah sibuk membahas proyek yang akan mereka kembangkan, dan berniat menggabungkan dua perusahaan mereka yaitu perusahaan keluarga yang di kelola oleh ayahnya dan perusahaan Gibran sendiri, dan juga mereka membahas bagaimana cara memutuskan perjodohannya Gibran dengan anak sahabat sang ayah, dengan cara baik-baik supaya tidak menimbulkan keretakan hubungan persahabatan,antara ayahnya Gibran dengan pak Budianto apalagi perusahaan mereka juga menjalin kerjasama sejak dulu, mereka berencana memutuskan perjodohan itu secepat mungkin, agar mereka tidak terbebani lagi, dan supaya lebih leluasa menyiapkan pernikahan antara Riani dan Gibran.


"Ada apa sih pa, sayang ,kok asyik benar..?" tanya nyonya wijaya sama suami dan anak tercintanya


"tidak ada apa-apa ma, ini urusan laki-laki mama tidak usah ikut campur mending mama cari calon menantu mama sana gih" ujar Gibran acuh tak acuh rupanya dia masih ngambek dengan sikap sang mama, yang terlihat lebih menyayangi Riani daripada dirinya dan berniat untuk membalas perlakuan sang mama


"aduh anak mama, kalau ngambek begini tambah ganteng deh" ujar sang mama sambil mencubit pipi Gibran gemas


"apaan sih mama sakit tahu" ujar Gibran sambil memegang pipinya yang memerah akibat ulah sang mama


"biarin siapa yang suruh kamu ngambek, apalagi ini sudah mau nikah saja pakai ngambek segala" ujar nyonya Wijaya meledek si anak


"lagian salah mama sih, kok cuma Riani saja yang di perhatikan Gibrannya di cuekin, yang anak mamakan Gibran bukan Riani" ujarnya pura-pura cemburu

__ADS_1


"ooh ceritanya ini cemburu toh, apa-apaan sih kamu masak sama calon istri sendiri cemburu sih" ujar mamanya Gibran sambil memeluk sayang sang anak seperti anak kecil.


Sedangkan tuan Wijaya cuma tersenyum melihat tingkah wanita yang di cintainya dengan sang anak kesayangannya,


beliau ikut bahagia dengan kebahagiaan sang anak dan istri, dia bersyukur dengan kehadirannya Riani terasa kebahagiaan mereka semakin lengkap, dia sudah lama menginginkan kehangatan keluarga seperti sekarang ini, sudah lama kebahagiaan itu hilang di rumah mereka,semenjak Gibran memutuskan untuk membuka perusahaan sendiri dan tinggal terpisah dengan mereka, kebahagiaan itu terakhir kalinya dia melihat saat sang anak masih kecil, sungguh lama bukan..? apalagi sekarang Gibran sudah menjadi lelaki dewasa, tanpa terasa air matanya pun jatuh, buru-buru dia menghapusnya sebelum dua orang yang sangat di cintainya menyadari itu semua, baginya ini adalah air mata kebahagiaan bukan air mata kesedihan,


"oh ya ma Riani mana..,?" tanya Gibran sambil melepaskan pelukan sang mama


"Riani lagi cuci piring di belakang, sudah mama larang,tapi dia ngotot jadi mama biarkan saja"ujar nyonya Wijaya menjelaskan kepada sang anak


"oh biarin saja kalau itu kemauan dia, emang dia sulit untuk dicegah" gumam Gibran


karena dia tahu bagaimana sikap sang kekasih


"kamu tidakk marahkan sayang sama mama, tidak akan bilang kalau mama calon mertua yang jahat menyuruh menantunya berkerja..?" tanya nyonya Wijaya kepada sang anak karena merasa tidak enak


"apa sih mama, bagi Gibran mama adalah wanita terbaik, dan wanita pertama yang sangat Gibran cintai, masalah Riani itu memang kemauan dia sendiri, soalnya dia kalau ingin melakukan sesuatu dia akan sulit dicegah, dan Gibran juga sangat bahagia dengan mama dan papa yang mau menerima kehadiran Riani disisi Gibran" jawab Gibran sambil tersenyum


"kebahagiaan kamu adalah tanggung jawab kami sayang" ujar kedua orang tua itu dan sambil mereka memeluk sang anak dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi menyaksikan, dan melihat semua kebahagiaan itu, dia juga ikut merasa bahagia, dia sangat beruntung bisa di pertemukan dengan keluarga yang begitu tulus dan baik yang mau menerima keadaannya apa adanya.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻


menurut kalian siapakah itu...?coba di tebak..saya tunggu jawaban kalian di kolom komentar..


mohon like and komentar nya yah..

__ADS_1


__ADS_2