Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Gibran salah paham


__ADS_3

🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌹🌻🌹🌻


Hati adalah bagian yang sangat penting bagi manusia, jika hati mereka tersakiti, terasa jiwa dan raga juga akan mati.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌹🌹


Anda tidak mencintai wanita karena kecantikannya,dia menjadi cantik karena anda mencintainya.


You don't a love women because she is beautiful,but she is beautiful you love her.


🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Akhirnya setelah puas mereka melihat-lihat pemandangan di depan mereka,Gibran mengajak Riani berputar-putar melihat pemandangan di sekitar laut tersebut, sambil berpegangan tangan mereka menyusuri pantai dengan bertelanjang kaki.


Sedangkan sepatu mereka masing-masing, mereka pegang,sebelah tangan.


Tanpa mereka sadari banyak pasang mata melihat kearah mereka,baik kaum Hawa maupun kaum Adam. Ada banyak pula yang merasa iri dengan kebersamaan mereka, menurut orang-orang yang ada di sana mereka adalah pasangan yang sangat serasi apalagi yang prianya tampan sekali, di tambah lagi dengan si wanitanya yang begitu cantik walaupun dengan penampilan sederhana.


Iyah memang Riani selalu berpenampilan sederhana walaupun begitu,tidak akan mengurangi aura kecantikan yang di miliki olehnya. Karena kesederhanaannya pula yang membuat Gibran jatuh cinta terhadap diri Riani, apalagi sifatnya yang lemah lembut menambah poin rasa cinta Gibran terhadapnya hehe.


Yap kembali lagi ke pantai


sedang asyik-asyiknya mereka berjalan tiba-tiba Riani melihat penjual air kelapa muda,dan ingin minum kepala muda bersama Gibran.


"Mas beli air kelapa muda itu yah" pinta Riani sambil menunjuk pejual minuman kelapa muda yang di sekitar pantai tersebut, dengan mata seperti mata anak kucing meminta sesuatu kepada induknya.


"Iya sayang, emang bisa itu di minum..?"ujar Gibran penasaran karena selama hidupnya, baru kali ini dia ke pantai dan baru kali ini pula dia melihat penjual kelapa muda begitu, maklum hidupnya selalu di habiskan untuk berkerja dan berkerja, apalagi diakan horang kayah jadi maklumlah tidak pernah tuh beli minuman di tepi pantai begitu hehe.


"Yah bisa dong mas, emangnya mas belum pernah minum yang begitu ya..?" tanya Riani heran pasalnya baru kali ini dia melihat orang seaneh Gibran, masak air kelapa muda saja tidak bisa dia minum, tidak habis pikir deh gue pikir Riani terkekeh geli sendiri.


"Belum" jawab Gibran polos.


"Hah..?"teriak Riani dengan mulut menganga karena saking herannya.


"Haha,enak loh mas apalagi kalau di minum langsung dari batoknya, menambah lagi kesegaran airnya" jelas Riani panjang kali lebar sambil tahan tawanya yang hampir nyembur keluar.

__ADS_1


"Oh begitu, kalau begitu ayo kita beli" ajak Gibran semangat sambil menarik tangan Riani, menuju penjual air kelapa muda


beberapa detik kemudian mereka sudah sampai,di dekat penjual kelapa muda


tanpa menunggu lagi Riani langsung memesannya.


"Pak air kelapa mudanya dua ya, minum di sini" ucap Riani ramah.


"Baik neng sebentar ya" ucap si penjual juga tak kalah ramah sambil menunggu, mereka duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh penjual,di situ juga ada beberapa pembeli lain, yang sedang menikmati air kelapa muda. Sementara para pengunjung lain juga menatap kagum ke arah pasangan yang baru datang, karena ketampanan dan kecantikan mereka.


Para gadis-gadis hampir tersedak dengan air kelapa muda, karena kagum dengan kegantengan Gibran, sedangkan yang cowok liurnya hampir menetes, karena mereka juga kagum dengan kecantikan Riani.


Tidak harus menunggu begitu lama, akhirnya air kelapa muda yang mereka pesan siap sudah disantap.


"Silahkan neng,dan mas" ucap si penjual sambil menyodorkan dua batok kepala yang sudah di kupas kepada mereka.


"Terima kasih Pak" ucap Riani.


"Ia sama-sama neng" jawab si bapak penjual.


"Ehh iya" jawab Gibran kikuk sambil mengambil dan langsung meminumnya beberapa hisapan.


"Ternyata yang sederhana, lebih nikmat" pikirnya sambil senyum-senyum sendiri, lalu melirik diam-diam kearah Riani, sedangkan yang di lirik sedang asyik menikmati air kelapa mudanya tanpa mempedulikan siapapun,dia tergelam dalam nikmatnya air kelapa muda.


"Sayang kamu sering ya seperti ini..? minum kelapa muda di pinggir pantai begini..?" tanya Gibran tiba-tiba membuka suara karena melihat Riani sangat menikmati sambil tersenyum bahagia.


Terkadang kesederhanaan membuat kita bahagia, karena kebahagiaan tersebut tidak harus di ciptakan dengan kemegahan atau bahkan kemewahan.


"Iya sering Mas" jawab Riani semangat.


"Dengan siapa ..??" tanya Gibran penasaran


"Dengan teman Mas" jawab Riani enteng


"Bagaimana mana Mas, nikmatkan..?" tanya Riani lagi polos.

__ADS_1


"Lumayan" jawab Gibran cuek entah kenapa pikirannya jadi kalut mendengar Riani menyebut teman.


"Eh kenapa lagi dengan si Bos sinting ini sih..? kok tiba-tiba dia jadi cuek begini" batin Riani heran dengan tingkah Gibran yang tiba-tiba bersikap cuek lagi.


"Memangnya ada yang salah ya dengan ucapan gue kok bisa ya dia jadi begitu tiba-tiba, memang sikapnya susah di tebak, dasar manusia sinting sialan" batinnya lagi tidak habis pikir dengan sifat Gibran,


pikirannya Riani jadi berkelana entah kemana melihat sikap cueknya Gibran yang kembali kambuh dengan tiba-tiba.


Sedangkan Gibran entah kenapa sikapnya berubah jadi cuek,mungkin sesuatu teringat dipikirannya.


"Teman? Siapa teman yang di maksud Riani? Apakah Ardi..?" tanya Gibran dalam hati, dia teringat dengan kejadian di taman dekat perusahaan, yang membuat hatinya geram seketika, kecemburuannya kian melanda saat itu juga.


"Awas saja kalau sampai dia berani jalan seperti ini dengan cowok lain, aku akan langsung kasih pelajaran ke cowok itu" batinnya lagi.


Dan tiba-tiba Gibran bangkit dengan emosi terlihat jelas di wajah tampannya, setelah membayangkan Riani dengan cowok lain.


Segera ia menyodorkan dua lembar uang seratus ribu kepada penjual air kelapa muda, kemudian Gibran langsung menarik tangan Riani dengan agak sedikit keras, membuat Riani kaget seketika.


"Ayo kita pulang" gumamnya dingin


tanpa banyak berdebat lagi Riani mengikuti langkah Gibran dari belakang,Gibran terus menarik tangan Riani hingga sampai di mobil,


lalu membuka pintu di samping pengemudi untuk Riani.


"Masuk" ujar Gibran masih dengan mode dinginnya.


Setelah Riani masuk Gibran membuka pintu kemudi dan langsung melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Riani hampir jantungan.


"Kenapa lagi sih dengan dia membuat kita jantungan saja,tidak ada angin tidak hujan kumat dia,memang sudah kita hadapi manusia dia dingin yang satu ini, serba salah,kita ngomong salah,kalau kita diam apalagi makin salah, lama-lama berusasan dengan dia aku-aku jadi kayak dia,memang rada sinting jadi manusia,tidak salah kalau gue sering menyebutnya dengan manusia sinting"umpat Riani panjang lebar tentunya cuma di dalam hati, kalau terang-terangan mana berani, takut diturunkan dijalankan, apalagi sintingnya lagi kumat.


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻


love you😍😘😍😘😍😍


makasih ya atas dukungan nya

__ADS_1


__ADS_2