Hidup Ini Indah Bila Bersamamu

Hidup Ini Indah Bila Bersamamu
Kedatangan Astrid


__ADS_3

🌻🌹🌹🌹🌻🌹🌹🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹


Kamu...


Hujanku di kala aku mengalami kemarau.


Kamu...


Airku di kala aku mengalami kehausan.


Kamu..


Napasku di kala aku mengalami sesak..


Kamu..


Bumi ku di kala aku tidak tahu kemana aku harus berpijak.


Bagi ku kamu segalanya..


🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌹🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah sarapan Gibran dan Paman segera pergi ke Kebun, untuk mencangkul tanah perkebunan. Diperjalanan Gibran menanyakan perihal siapa sebenarnya Astrid, karena dia dirundung penasaran, apalagi dengan dihadang dirinya oleh pemuda desa yang bernama Arman pagi ini.


"Paman. Boleh saya bertanya?"


"Boleh. Memang Nak Gibran mau bertanya tentang apo?"


"Begini Paman. Tadi waktu Gibran lari pagi, Gibran kan dihadang oleh pemuda bernama Arman. Jadi dia bilang Gibran merebut pacarnya yang bernama Astrid. Siapa Astrid itu Paman?"


"Ohh perihal itu toh Nak Gibran dihadang tadi pagi. Memang saya dengar-dengar Arman itu tergila-gila dengan Astrid. Astrid itu anak Pak Sabri orang terkaya di desa sini."


"Ooh Pak Sabri. Juragan kerupuk itu Paman?"


"Ia nak. Kenapa Nak Gibran tahu?"


"Karena beliau penyuplai kerupuk di Restoran kami yang ada di Kota ini"


"Ohh begitu toh"

__ADS_1


"Ia Paman. Oh ya kalau tidak salah Pak Sabri itu yang menyapa kita kemarin kan Paman?"


"Ia Nak."


Tampa terasa karena keasyikan bercerita dan saling tanya jawab, mereka sudah sampai di kebun.


Sedangkan di rumah selepas Paman dan Gibran pergi, Riani segera berbenah rumah dan menyiapkan makan siang.


Rencana Riani mau memasak kuah pliek u khas Aceh, karena Riani menyukai sayur tersebut. Apalagi tetangga Riani ada yang berasal dari Aceh, jadi dia pernah belajar cara memasak sayur tersebut.( Author juga berasal dari Aceh hehe)


Sayur pliek u itu enak di makan siang-siang apalagi makan dengan ikan asin, mantap banget. Lebih mantap lagi kalau di makan di sawah atau di pantai rame-rame bareng keluarga.


Sedang asyik-asyiknya Riani menrajang sayur tiba-tiba ada yang memberi salam di luar rumah, buru-buru dia bangun untuk melihat siapa gerangan bertamu pagi-pagi begini.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam. Eh Astrid, ada apa?" tanya Riani agak dingin, dia sudah tahu maksud kedatangan Astrid ke rumahnya karena sudah di peringatkan oleh Marni tempo hari.


"Boleh aku masuk? " tanya Astrid pelan. Astrid menyadari perubahan wajah nya Riani


"Boleh" Riani segera masuk dan di ikuti oleh Astrid di belakangnya.


"Emang sepi. Emangnya kamu cari siapa?" tanya Riani the points. Riani sudah menangkap gerak-gerik Astrid. "Sepertinya betul perkataannya Marni. Astrid menyukai Mas Gibran"begitu yang ada di pikiran Riani.


"Ndak kok aku tidak mencari siapa-siapa" ujar Astrid gugup karena hampir tertangkap basah.


"Terus kenapa kamu kesini?" tanya Riani lebih dingin dibandingkan tadi.


"Cuma mampir kok"


"Tidak biasanya kamu mau mampir ke rumah orang miskin seperti aku"


"Jangan begitulah Riani kan sudah aku bilang kemarin, aku mau main-main ke rumahmu."


"Tumben sekali."


"Kan kita teman."


"Sejak kapan kita jadi teman?"

__ADS_1


"Sejak dulu lah Ri"


"Bukannya sejak kedatangan sepupuku yang dari Kota itu?" tanya Riani yang membuat Astrid terkejut, karena rencananya untuk mendekati sepupunya Riani sudah ketahuan oleh Riani.


"Ndak kok siapa yang bilang sih?"


"Ndak ada yang bilang. Aku tau sendiri, karena dari dulu aku sudah tahu bagaimana sifat kamu." ucap Riani yang membuat Astrid tidak bisa berkata-kata lagi, karena apa yang dibilang Riani semuanya benar.


"Emm boleh Ndak kamu mendekatkan aku dengan sepupu mu yang orang Kota tersebut?." Akhirnya Astrid membuka kedok nya didepan Riani, karena dia pasti tidak tahan lagi dengan kata-kata yang selalu menohok yang di ucapkan oleh Riani. Lebih baik dia berkata jujur saja buat apa dia berpura-pura lagi, toh Riani sudah tahu maksud terselubung nya mendekati Riani.


"Maaf lebih baik kamu tidak usah banyak berharap, karena Mas Gibran sudah punya calon istri sebentar lagi mereka akan menikah" ujar Riani kesal. Baru kali ini dalam sejarah hidupnya seseorang minta di jodohkan dengan calon suaminya sendiri.


Cerita ini mengingatnya dengan film yang sering dia nonton, yang lagi booming di Indosiar.


MUSUHKU MINTA DIJODOHKAN DENGAN CALON SUAMIKU. Begitulah judulnya kalau author tidak salah ingat hehe.


"Tidak mungkin. Pasti kamu bohong, bilang saja kalau kamu tidak mau membantu aku. Biar aku sendiri yang dekati sepupumu itu, lagian siapa sih calon istrinya?"


"Terserah kamu kalau kamu tidak percaya, nanti jangan salahkan aku bila kamu sakit hati. Coba saja kamu dekati sendiri, kalau kamu bisa. Masalah siapa calon istrinya Mas Gibran aku tidak tahu" ujar Riani.


"Aku calon istrinya, kalau aku bilang begitu pasti kamu akan langsung menyerang ku detik ini juga. Apalagi aku sudah tahu bagaimana sifatmu, dan coba saja kamu dekati Mas Gibran aku akan bantu kamu. Tapi bukan bantu untuk mendekati lebih tepatnya membantu menggagalkan niat kamu" Andai Bibi dan Paman tidak melarang Riani untuk mengungkapkan yang sebenarnya kepada warga, mungkin kata-kata tersebut akan keluar dari mulut Riani saat ini juga. Karena dia sudah muak dengan tingkah Astrid, berani-beraninya dia meminta mendekati dirinya dengan Mas Gibrannya.


"Lihat saja aku akan berhasil mendekati sepupumu itu,kalau bisa calon istrinya akan ku singkirkan" ancam Astrid.


"Terserah kamu saja, yang perlu kamu tahu Mas Gibran sangat mencintai calon istri ( Pede banget sih Riani memuji diri sendiri hehe)."


"Awas saja kalau kamu berani nyingkirin aku, kamu sendiri yang akan ku singkirkan lebih dulu" batin Riani kesal, sambil merajang keras ikan asin ditangannya, sesekali Riani memukul-mukul kayu yang dijadikan talenan.


Seakan-akan talenan tersebut adalah Astrid.


"Aku juga yakin sepupu mu itu pasti akan meninggalkan calon istrinya setelah melihat aku, belum ada yang bisa menolak pesona seorang Astrid"


"Kurang ajar sekali kamu, berani kamu bilang begitu di depan calon istrinya. Awas saja kamu, aku akan membuat kamu seperti ikan asin ini" batin Riani sambil memukul-mukul talenan lebih keras daripada yang tadi.


"Terserah kamu saja, kalau tidak perlu lagi lebih baik kamu pulang. Aku mau memasak dulu, sebentar lagi sudah masuk jam makan siang" usir Riani secara halus, dia sudah sangat kesal dengan perkataan Astrid.


"Tidak usah kamu usir, aku juga tidak sudi lama-lama di gubuk reyot ini" ucap Astrid dengan nada mengejek.


"Lebih baik kamu pulang sekarang, sebelum aku lempar pakai talenan ini" Ancam Riani. Sambil memegang kayu talenan yang ia gunakan untuk memotong ikan asin tadi, Riani sudah mulai naik darah dengan perkataannya Astrid.

__ADS_1


"Oke aku pulang sekarang" teriak Astrid segera menjauh dari Riani, dia merasa takut dengan ancamannya Riani.


__ADS_2